BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Sebanyak 30 pelaku usaha lokal di Kabupaten Purbalingga mendapatkan kesempatan berharga untuk mengembangkan bisnis mereka dengan mengikuti pelatihan bisnis online ekspor.
Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, dari 21 hingga 23 April 2026, di Grand Braling Hotel.
Pelatihan yang diselenggarakan oleh Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (Dindagkopukm) Kabupaten Purbalingga ini bertujuan untuk mempercepat kemampuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal agar dapat bersaing di pasar global.
Dalam era digital yang semakin canggih ini, pelaku usaha dituntut untuk beradaptasi dengan arus produk luar negeri yang terus mengalir ke pasar domestik.
Hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi para pelaku usaha di Purbalingga untuk meningkatkan daya saing mereka.
Titis Panjer Rahino, Sekretaris Dindagkopukm Purbalingga, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah konkret dalam mendorong pelaku usaha untuk “naik kelas”.
Ia berharap, setelah mengikuti program ini, peserta dapat memanfaatkan peluang yang ada di pasar global secara maksimal.
“Melalui pelatihan ini, peserta mendapatkan amunisi, informasi, sekaligus inspirasi untuk menembus pasar ekspor. Kami berharap ke depan semakin banyak produk Purbalingga yang unjuk gigi dan bersaing di pasar global,” ungkap Titis.
Materi yang disampaikan dalam pelatihan ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga sangat aplikatif.
Para peserta dibekali dengan berbagai strategi penting seperti cara membaca tren pasar, memahami marketplace global, serta teknik pemasaran digital yang efektif.
Selain itu, mereka juga dilatih untuk membuat konten produk yang menarik dan sesuai dengan selera konsumen internasional.
Kemampuan dalam menciptakan konten yang menarik dinilai sebagai salah satu kunci utama dalam meningkatkan daya saing di platform digital.
Andhika Willy Satrio, seorang praktisi ekspor dan narasumber dalam pelatihan tersebut, menekankan pentingnya membangun rekam jejak digital bagi setiap pelaku usaha.
Menurutnya, profil dan aktivitas digital seseorang sangat menentukan kepercayaan buyer internasional.
“Pelaku usaha wajib memahami karakter buyer internasional. Jika kontennya menarik dan pemanfaatan platform digitalnya optimal, menjangkau pasar global menjadi jauh lebih mudah,” jelas Andhika.
Peserta juga diperkenalkan pada materi teknis terkait transaksi lintas negara. Ini mencakup berbagai aspek penting seperti sistem pembayaran internasional, manajemen logistik ekspor, hingga strategi tindak lanjut atau follow-up dengan calon pembeli yang berpotensi.
Pelatihan bisnis online ekspor ini adalah bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mendukung pertumbuhan UMKM di Purbalingga.
Sebab saat ini UMKM memiliki peran yang sangat signifikan dalam perekonomian nasional.
Dengan dukungan dari Dindagkopukm Kabupaten Purbalingga dan kolaborasi dengan PPEJP Kementerian Perdagangan RI, program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ekspor berbasis digital bagi para pelaku usaha lokal. (alw/stch/dda)
















