Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

60 Ton Mocaf Banjarnegara Diekspor ke Cina

60 ton mocaf diekspor di cina60 ton mocaf diekspor di cina
PELEPASAN: Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono, saat melepas ekspor 60 ton mocaf Banjarnegara ke Cina.

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Sebuah langkah penting diambil oleh Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Bawang, Kecamatan Bawang, Banjarnegara, dengan berhasil mengekspor tepung modified cassava flour (Mocaf) ke pasar internasional.

Pada Sabtu (20/9), sebanyak 60 ton Mocaf dikirim ke Cina, yang mencatatkan nilai transaksi mencapai Rp 625 juta. Keberhasilan ini menandai prestasi besar bagi koperasi desa dalam menjembatani petani lokal untuk menjangkau pasar global, sebuah pencapaian yang dianggap penting oleh banyak pihak.

Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, hadir dalam acara pelepasan ekspor tersebut dan memberikan pandangannya tentang peran vital koperasi dalam menggerakkan ekonomi desa.

“Ini sangat baik, bagaimana koperasi desa menggalang petani untuk menghasilkan produk hilir yang bisa diekspor. Keuntungannya bukan hanya untuk eksportir dan koperasi, tapi juga petani,” ungkapnya.

Menurut Sudaryono, hilirisasi produk pertanian merupakan kunci untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Ia menekankan pentingnya percepatan ekspor hasil bumi agar Indonesia tidak tertinggal dari negara lain.

Sudaryono juga menyampaikan optimismenya terhadap ketahanan petani Indonesia dan kualitas produk unggulan mereka. Melalui program Kopdes, dia mendorong setiap bentuk ekspor yang dapat memotivasi generasi muda untuk menjadi petani pengusaha.

Mocaf sendiri memiliki keunggulan tersendiri karena berbahan dasar singkong yang bebas gluten. Hal ini menarik perhatian pasar internasional, terutama bagi konsumen dengan kebutuhan khusus seperti penderita penyakit celiac.

Di sisi lain, Bupati Banjarnegara, dr Amalia Desiana, menunjukkan dukungan penuh terhadap pengembangan Mocaf sebagai produk andalan ekspor daerah.

“Alhamdulillah, Banjarnegara memiliki 1.700 hektare lahan singkong. Dengan ekspor perdana 60 ton Mocaf berkualitas terbaik ini, kami berharap ekspor bisa berlanjut secara rutin dan memberi jalan keluar bagi petani singkong,” ujar Amalia Desiana dengan penuh harap.

Ia juga membuka peluang bagi potensi ekspor lainnya dari Banjarnegara seperti cocopeat, kopi dan rempah-rempah yang dinilai memiliki daya saing tinggi di pasar global.

Amalia Desiana juga menyampaikan komitmennya untuk berkolaborasi dengan daerah tetangga guna meningkatkan daya saing produk lokal di pasar internasional.

“Kami juga berharap program Makan Bergizi Gratis bisa berkolaborasi dengan KDMP, sehingga ekonomi lokal ikut tumbuh,” tambahnya sembari menggarisbawahi pentingnya sinergi antarprogram untuk kemajuan ekonomi daerah.

Selain Mocaf, KDMP Desa Bawang juga berhasil mengekspor cocopeat yaitu media tanam berbahan serat kelapa yang telah banyak diminati di luar negeri.

Cocopeat dikenal sebagai media tanam yang ramah lingkungan serta efektif dalam mendukung pertumbuhan tanaman hias dan hortikultura di berbagai negara tujuan.

Langkah strategis ini menunjukkan bahwa Banjarnegara tidak hanya mengandalkan satu jenis produk saja tetapi berusaha memaksimalkan seluruh potensi lokal yang ada untuk memperkuat perekonomian daerah sekaligus memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakatnya.

Prestasi tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Banjarnegara tetapi juga menjadi contoh bagaimana sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dapat menghasilkan dampak nyata bagi peningkatan ekonomi lokal dan nasional.

Dengan dukungan pemerintah pusat melalui berbagai program percepatan ekspor serta komitmen kuat dari para pelaku usaha lokal seperti KDMP dan pemerintah daerah Banjarnegara langkah menuju perekonomian yang lebih mandiri dan berdaya saing tinggi semakin nyata.

Seiring dengan perkembangan tren global yang semakin menghargai produk bebas gluten serta ramah lingkungan permintaan terhadap Mocaf diprediksi akan terus meningkat ke depannya.

Hal ini tentunya membuka peluang lebih besar bagi Banjarnegara untuk memperluas jangkauan pasarnya tidak hanya di Asia tetapi juga di benua lain seperti Eropa dan Amerika.

Langkah besar KDMP Desa Bawang dalam menembus pasar internasional melalui ekspor Mocaf dan cocopeat merupakan bukti nyata bahwa potensi lokal jika dikelola dengan baik dapat bersaing di tingkat global, sekaligus membawa manfaat nyata bagi masyarakat setempat mulai dari peningkatan pendapatan petani, hingga penciptaan lapangan kerja baru di sektor pertanian dan industri pengolahan hasil bumi. (jud/stch)

Berita Sebelumnya
Ketahui langkah langkah mengatasi saldo gopay yang belum masuk dengan cepat dan tepat

Solusi Top Up GoPay Tidak Masuk, Cara Cek Riwayat hingga Komplain Resmi

Berita Selanjutnya
Bagi anda yang ingin memiliki kartu kredit bca, terdapat beberapa tahapan penting yang perlu diperhatikan

Cara Mengajukan Kartu Kredit BCA dengan Mudah dan Cepat