Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Ancaman Bom Teror 10 Sekolah di Depok, Polisi Lakukan Penyelidikan Intensif

10 Sekolah Dapat Ancaman Teror Bom10 Sekolah Dapat Ancaman Teror Bom
DOK KOORDINASI: Petugas Penjinak Bom Gegana Brimob Polri diterjunkan untuk menyisir 10 sekolah di Depok, Jawa Barat, yang mendapat ancaman bom.

BANYUMASEKSPRES.ID, DEPOK – Sebanyak sepuluh sekolah di Kota Depok, Jawa Barat, mengalami situasi mencekam setelah menerima ancaman bom dari pihak yang belum teridentifikasi pada Selasa (23/12).

Ancaman ini menimbulkan kepanikan di kalangan siswa, guru, dan orang tua. Namun, dengan sigap aparat kepolisian bergerak untuk mengamankan situasi.

Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Brimob Polri segera diterjunkan guna memastikan keamanan serta ketenangan lingkungan sekolah.

Kepala Seksi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, menyampaikan bahwa hingga siang hari, enam dari total sepuluh sekolah telah dilakukan penyisiran oleh Tim Jibom Gegana Kelapa Dua.

“Tim Jibom Gegana sudah melakukan pengecekan di enam sekolah dan tidak terbukti ada bom,” ujarnya.

Empat sekolah lainnya masih dalam proses pemeriksaan. Proses pemeriksaan dilakukan dengan teliti meliputi seluruh area sekolah, mulai dari halaman hingga setiap ruang kelas.

Hal ini bertujuan memastikan bahwa tidak ada bahan peledak yang bisa membahayakan keselamatan para siswa dan staf sekolah.

Kepolisian juga berkoordinasi secara erat dengan pihak sekolah untuk menjaga situasi tetap kondusif serta mencegah kepanikan berlebihan yang dapat mempengaruhi psikologis siswa dan tenaga pendidik.

Ancaman bom ini dilaporkan diterima pada hari yang sama, dan beberapa sekolah di wilayah Pancoran Mas telah lebih dulu mendapatkan pemeriksaan keamanan.

Hingga kini, identitas pelaku penyebar teror tersebut masih menjadi misteri dan tengah dalam penyelidikan intensif oleh pihak berwenang.

Sepuluh sekolah yang menjadi target ancaman bom itu antara lain SMA Arrahman, SMA Al Mawaddah, SMA Negeri 4 Depok, SMA PGRI 1, SMA Bintara Depok, SMA Budi Bakti, SMA Cakra Buana, SMA Negeri 7 Sawangan, SMA Nururrahman, dan SMAN 6 Depok.

Kepolisian menegaskan komitmen untuk mengusut tuntas pelaku di balik ancaman ini dan memperketat keamanan guna mencegah insiden serupa terulang kembali.

Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan mempercayakan penanganan situasi sepenuhnya kepada aparat keamanan.

Orang tua siswa diminta untuk tidak panik dan terus memantau informasi resmi dari pihak terkait agar tidak mudah terpancing oleh berita-berita hoax yang dapat memicu ketidakstabilan emosi.

Dalam konteks ini, penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan tanpa harus terjebak dalam ketakutan berlebih yang justru dapat menguntungkan pelaku teror.

Kepolisian bersama instansi terkait bekerja keras untuk memastikan bahwa para pelajar dapat kembali ke kegiatan belajar mengajar dengan aman dan nyaman.

Langkah-langkah koordinatif antara kepolisian dan pihak sekolah turut mencerminkan upaya kolektif dalam menjaga ketenangan serta stabilitas lingkungan pendidikan.

Dengan demikian diharapkan tidak hanya keamanan fisik yang terjaga tetapi juga ketenangan mental para siswa dapat dipertahankan demi kelancaran proses belajar mengajar.

Ancaman bom ini bukan pertama kalinya terjadi di Indonesia namun respons cepat dari pihak berwenang sangat krusial dalam menanggulangi dampak psikologis dan mencegah eskalasi situasi menjadi lebih buruk.

Di era digital saat ini penyebaran ancaman melalui media sosial atau pesan singkat semakin marak sehingga koordinasi lintas sektor sangat dibutuhkan guna menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks.

Di akhir pernyataannya AKP Made Budi menekankan pentingnya kerjasama seluruh elemen masyarakat dalam membantu aparat penegak hukum menjaga keamanan dan ketertiban umum.

“Kami mengajak semua pihak termasuk orang tua untuk bersama-sama mendukung upaya kami dalam menjaga lingkungan agar tetap aman,” tutupnya.

Situasi seperti ini menjadi pengingat akan pentingnya kesadaran kolektif akan isu-isu keamanan serta peran aktif masyarakat dalam mendukung tugas-tugas kepolisian demi terciptanya lingkungan yang aman bagi semua warga terutama anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. (*/stch/fam)

Berita Sebelumnya
Ketentuan Gaji Bagi PNS dan PPPK Tahun

Cek Rincian Gaji dan Tunjangan Pokok PNS yang Berlaku Mulai 2026

Berita Selanjutnya
Nataru, Polsek Cilacap Utara Sisir Gereja dan Obwis

Jelang Nataru 2025, Polisi Cilacap Utara Perketat Pengamanan Gereja dan Tempat Wisata