BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Angin kencang yang melanda beberapa wilayah Banjarnegara telah menyebabkan puluhan rumah mengalami kerusakan parah.
Dalam merespons situasi darurat ini, Palang Merah Indonesia (PMI) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara bergerak cepat memberikan bantuan kepada warga terdampak pada Rabu (5/11).
Bantuan tersebut disalurkan ke desa-desa di Kecamatan Sigaluh, Bawang, dan Kalibening yang mengalami dampak paling signifikan akibat terjangan angin.
Paket bantuan mencakup sembako, terpal, selimut, peralatan dapur, serta kebutuhan pokok lainnya yang bertujuan untuk membantu warga yang rumahnya rusak diterpa bencana.
Aji Piluroso, Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara, mengungkapkan bahwa tim gabungan segera bertindak setelah menerima laporan kerusakan.
Proses pendataan, asesmen, dan penyaluran bantuan dilakukan secara simultan pada hari yang sama untuk memastikan warga tidak menunggu terlalu lama.
“Begitu laporan kami terima, tim gabungan bersama relawan PMI langsung turun ke lapangan. Kami memastikan bantuan segera diterima warga yang rumahnya rusak sekaligus melakukan asesmen kebutuhan lanjutan,” tegasnya.
Aji menyoroti bahwa cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini menjadi perhatian serius bagi pihaknya.
Oleh karena itu BPBD telah menyiapkan relawan serta peralatan tanggap darurat di beberapa titik rawan bencana guna menghadapi potensi ancaman lebih lanjut.
“Kerusakan yang terjadi bervariasi mulai dari atap rumah ambruk tertimpa pohon tumbang hingga dapur rusak karena longsor kecil. Kami minta warga tetap waspada dan segera melapor bila terjadi bencana,” katanya memperingatkan.
Di sisi lain Noor Tamami selaku Plt Ketua PMI Banjarnegara menyampaikan bahwa sinergi antara PMI dan BPBD merupakan wujud nyata dari kerja kemanusiaan di daerah ini.
“PMI selalu siap turun bersama pemerintah daerah saat bencana terjadi. Prioritas kami adalah memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi dengan cepat dan merata,” ujarnya penuh harapan.
Noor juga menambahkan bahwa selain menyalurkan logistik tim siaga bencana PMI turut membantu proses evakuasi dan distribusi kebutuhan mendesak kepada warga terdampak.
Kerja sama lintas lembaga seperti ini menurutnya sangat penting demi efektivitas penanganan bencana yang lebih baik dan tepat sasaran.
Berdasarkan data dari BPBD kerusakan rumah banyak diakibatkan oleh hempasan angin dan pohon tumbang terutama di wilayah perbukitan.
Meskipun demikian tidak ada laporan mengenai korban jiwa namun beberapa keluarga terpaksa mengungsi sementara waktu karena kondisi rumah mereka sudah tidak layak huni.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi kondisi cuaca ekstrem dan potensi bencana lainnya.
Dengan sinergi antara berbagai pihak terkait termasuk pemerintah daerah lembaga kemanusiaan seperti PMI dan partisipasi aktif dari masyarakat diharapkan dapat meminimalisir dampak buruk yang ditimbulkan oleh bencana alam.
Penting juga untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai langkah-langkah mitigasi bencana agar ketika situasi darurat kembali terjadi tindakan penanggulangan bisa dilakukan dengan lebih cepat dan efisien.
Kesiapan dalam menghadapi bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau lembaga tertentu tetapi juga menjadi tugas bersama seluruh elemen masyarakat.
Diharapkan melalui upaya kolaboratif ini ketahanan masyarakat terhadap ancaman bencana dapat semakin diperkuat sehingga Banjarnegara bisa bangkit lebih cepat pasca-bencana.
Dukungan logistik serta psikososial bagi para korban menjadi bagian integral dalam proses pemulihan pascabencana suatu langkah penting untuk memulihkan kembali kehidupan normal warga terdampak.
Inisiatif penyaluran bantuan ini mencerminkan komitmen kuat dari berbagai pihak untuk saling bahu-membahu membantu sesama dalam masa sulit menyisakan harapan baru bagi mereka yang terkena dampaknya.(jud/dda)
















