Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Aprilia Racing Ancam Gulingkan Dominasi Ducati Lenovo Team di MotoGP 2026

Ancam Gulingkan Dominasi DucatiAncam Gulingkan Dominasi Ducati
Pembalap Aprilia Racing, Jorge Martin dan Marco Bezzecchi

BANYUMASEKSPRES.ID, Para pabrikan MotoGP yang bersiap menyambut musim 2026 tampaknya harus meningkatkan kewaspadaan mengingat dinamika persaingan gelar juara dunia semakin memanas.

Aprilia muncul sebagai rival yang sangat kuat dan berpotensi besar untuk merebut mahkota juara, terutama dalam konteks dominasi Ducati yang telah berlangsung sejak tahun 2021.

Dalam periode tersebut, Ducati telah mendominasi kejuaraan dengan berbagai kemenangan yang diraih oleh banyak rider berbeda, sehingga MotoGP sering dijuluki sebagai ‘Ducati Cup’.

Mereka berhasil meraih gelar juara untuk empat musim berturut-turut, menegaskan posisi mereka sebagai pemimpin di arena balap motor dunia.

Namun, ancaman terhadap dominasi Ducati mulai terlihat menjelang musim 2026.

Sementara para pembalap Ducati tampak kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan motor terbaru mereka, Aprilia justru menunjukkan performa yang sangat mengesankan.

Sejak awal musim ini, Aprilia tampil garang di setiap sesi balapan, mulai dari latihan bebas hingga kualifikasi dan balapan utama.

Dalam enam balapan yang digelar di tiga seri pertama musim ini, Aprilia berhasil mencatatkan sembilan kemenangan, dan dari jumlah tersebut, empat di antaranya merupakan kemenangan mutlak.

Ini adalah pencapaian yang luar biasa bagi sebuah pabrikan yang sebelumnya tidak dipandang sebelah mata. Keberhasilan Aprilia tidak hanya terhenti pada jumlah kemenangan.

Tiga dari empat pembalap mereka telah naik podium dalam beberapa balapan terakhir, menunjukkan kedalaman tim dan kemampuan mereka untuk bersaing di level tertinggi.

Rekor-rekor mengesankan pun tercipta di awal musim ini. Salah satu pencapaian paling mencolok adalah keberhasilan Marco Bezzecchi yang mencatatkan rekor memimpin lap secara beruntun selama 121 lap tanpa terputus.

Ini membuatnya menjadi pembalap MotoGP dengan catatan kepemimpinan lap terbanyak secara beruntun, mematahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh Jorge Lorenzo dengan 103 lap.

Kemenangan Bezzecchi di Circuit of the Americas (COTA) juga menjadi momen bersejarah bagi Aprilia, karena itu merupakan kemenangan ke-11 mereka di ajang MotoGP.

Dengan pencapaian ini, Aprilia kini tercatat sebagai pabrikan dengan kemenangan terbanyak kedelapan dalam sejarah GP500/MotoGP.

Selain itu, podium kedua yang diraih oleh Jorge Martin setelah menyelesaikan balapan di COTA menjadi podium ke-39 dalam sejarah perjalanan Aprilia di GP500/MotoGP.

Hal ini juga menjadi pencapaian ke-34 sejak kembalinya mereka berlaga di kelas ini pada tahun 2015.

Menariknya, dari total 34 podium tersebut, semua diraih dalam enam tahun terakhir, tepatnya sejak tahun 2021.

Ini menunjukkan perkembangan pesat dari tim asal Italia ini dalam upaya mereka untuk bersaing di panggung balap motor dunia.

Aprilia kini menjadi salah satu pabrikan GP500/MotoGP ketujuh yang berhasil meraih lima kemenangan beruntun dalam sejarah kompetisi ini.

Sebelumnya, pencapaian serupa dicatat oleh Honda, Ducati, MV Agusta, Suzuki, Gilera, dan Yamaha.

Dengan enam pabrikan lainnya juga pernah meraih enam kemenangan beruntun dalam satu musim, Aprilia kini memiliki peluang untuk menyamai prestasi tersebut pada balapan berikutnya di Jerez, Spanyol pada tanggal 24 hingga 26 April 2026 nanti.

Hasil balapan terbaru di COTA menandai pencapaian finis 1-2 keempat kalinya bagi Aprilia dalam sejarah MotoGP.

Sebelumnya mereka juga mencatatkan hasil serupa pada GP Catalunya 2023 dengan Aleix Espargaro dan Maverick Vinales berada di posisi teratas serta GP Valencia 2025 dengan Bezzecchi dan Raul Fernandez.

Semua pencapaian ini menunjukkan bahwa Aprilia sedang berada dalam jalur positif menuju masa depan yang lebih cerah di pentas MotoGP.

Para pesaingnya perlu memperhatikan setiap langkah dan strategi yang diterapkan oleh tim asal Noale ini.

Dengan inovasi teknologi serta pengembangan performa mesin yang terus dilakukan oleh tim teknis mereka, Aprilia seakan membuktikan bahwa mereka bukan hanya sekadar peserta dalam kompetisi ini tetapi juga penantang serius bagi para raksasa seperti Ducati. (*/dda)

Berita Sebelumnya
UU Perlindungan Konsumen Tak Lagi Relevan

27 Tahun Tanpa Pembaruan, UU Perlindungan Konsumen Tak Lagi Relevan

Berita Selanjutnya
Warga Keberatan Proyek Pelebaran Jalan

Tak Ada Ganti Untung, Pelebaran Jalan Pandak–Sibalung Banyumas Picu Protes Warga