BANYUMASEKSPRES.ID, Belakangan ini, Asila Maisa, putri semata wayang dari aktor dan presenter Ramzi, menjadi sorotan tajam di media sosial.
Berbagai komentar negatif serta kritik pedas terus mengarah kepadanya, mulai dari pandangan terhadap gaya bernyanyinya yang dianggap berlebihan hingga masalah artikulasi saat membawakan lagu.
Dalam situasi yang penuh tantangan ini, Ramzi tidak tinggal diam dan merasa perlu untuk melindungi serta mendukung putrinya.
“Pernah mengalami hal itu. Makanya ketika gua bekerja akhirnya seperti kayak di apa acara kompetisi ketika anak-anak banyak di-bully, gua speak up. Bukan untuk individunya tapi perlakuan. Karena gua pernah merasakan bagaimana yang dirasakan Asila,” ungkap Ramzi dengan nada serius.
Sebagai seorang ayah yang juga berkecimpung dalam dunia hiburan, Ramzi sangat memahami betapa tajamnya kritik yang dapat muncul dari warganet, terutama di platform-platform media sosial yang kini telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari.
Menurut Ramzi, media sosial saat ini telah berubah menjadi wadah yang sarat dengan aura negatif.
Ia menekankan bahwa opini publik di dunia maya sering kali tidak berdasar dan hanya bertujuan untuk menjatuhkan mental seseorang tanpa mempertimbangkan proses panjang yang telah dilalui oleh individu tersebut.
“Untung ini mentalnya kuat gitu ya. Ya kan? Sudah masa bodo terserah orang mau ngomong apa,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan sikap optimis Ramzi terhadap ketahanan mental putrinya di tengah berbagai serangan komentar pedas.
Meskipun Asila terus menerus menghadapi komentar negatif dari pengguna media sosial, Ramzi merasa bersyukur karena putrinya memiliki ketahanan mental yang baik.
Ia bersama istrinya, Avi Basalamah, senantiasa memberikan dukungan penuh agar Asila tidak terpengaruh oleh kebisingan di dunia maya yang sering kali tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Ya sudah nikmatilah prosesnya. Asila sudah menjalanin semua prosesnya ya, pahit, manis, dan lain-lain sesuai dengan sama usianya sekarang. Alhamdulillah sudah 20, sudah merasakan banyak hal dan mudah-mudahan sudah semakin matang,” ujar Ramzi.
Dukungan dari orang tua sangat penting dalam menghadapi tantangan di dunia hiburan, terutama ketika berhadapan dengan kritik publik yang bisa sangat menyakitkan.
Dalam hal ini, Ramzi juga menjelaskan peran penting sang istri dalam menjaga kondisi psikologis Asila Maisa.
Ia menyatakan bahwa Avi lebih banyak berbicara dan memberikan bimbingan kepada putri mereka terkait dinamika kehidupan sebagai seorang publik figur.
“Gua gak terlalu banyak ngomong, mungkin Avi yang jagain mentalnya. Tapi dia ini juga memang sudah paham ini semua,” pungkas Ramzi.
Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada tantangan besar di luar sana, keluarga tetap menjadi pilar utama dalam mendukung individu yang berada dalam sorotan publik.
Kondisi seperti ini bukanlah sesuatu yang baru dalam industri hiburan di Indonesia maupun secara global.
Banyak artis muda lainnya juga menghadapi perundungan daring atau cyberbullying akibat popularitas mereka yang meningkat pesat.
Media sosial sering kali menjadi medan tempur bagi para netizen untuk mengeluarkan pendapat mereka tanpa memikirkan dampak emosional yang mungkin ditimbulkan pada orang-orang yang menjadi sasaran kritik.
Fenomena ini menciptakan sebuah dialog tentang tanggung jawab pengguna media sosial dan pentingnya empati dalam berinteraksi secara daring.
Kritik konstruktif sangat diperlukan untuk membantu artis berkembang, namun sayangnya seringkali kritik tersebut berubah menjadi perundungan yang tidak layak diterima oleh siapa pun.
Ramzi menambahkan bahwa ia berharap masyarakat dapat lebih bijaksana dalam memberikan pendapat mengenai seseorang di media sosial.
“Kita harus ingat bahwa setiap individu memiliki perjalanan hidup dan perjuangan masing-masing sebelum sampai ke titik saat ini.”
Kalimat tersebut menggambarkan harapan Ramzi agar warganet lebih memahami konteks sebelum melontarkan komentar negatif.
Bagi banyak orang tua seperti Ramzi dan Avi Basalamah, melihat anak mereka menghadapi perundungan merupakan pengalaman emosional yang berat.
Namun dukungan keluarga dapat menjadi sumber kekuatan bagi anak-anak mereka untuk terus maju meskipun ada berbagai rintangan di depan mata.
Asila Maisa adalah contoh nyata dari generasi muda yang harus berjuang melewati berbagai tantangan dalam karirnya sebagai penyanyi dan entertainer.
Memiliki orang tua seperti Ramzi dan Avi tentu memberikan keuntungan tambahan bagi perjalanan karirnya untuk berkembang di industri hiburan Indonesia. (*/stch/dda)














