BANYUMASEKSPRES.ID, Mulai tahun 2026, pemerintah akan melakukan perubahan signifikan dalam kebijakan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Skema yang selama ini dikenal memberi keleluasaan luas bagi penerimanya untuk memilih jurusan dan kampus, baik di dalam negeri maupun luar negeri, kini akan diarahkan lebih ketat oleh pemerintah.
Perubahan arah kebijakan ini mencuat setelah Menteri Keuangan menyampaikan bahwa proses penentuan jurusan dan kampus tak lagi sepenuhnya menjadi keputusan pendaftar.
Pemerintah bersama kementerian terkait akan menetapkan daftar bidang prioritas yang dianggap penting untuk pembangunan strategis, khususnya di sektor sains, teknologi, hingga inovasi.
Pihak LPDP pun telah membenarkan adanya rencana transformasi tersebut. Mereka menyebut sistem baru akan mulai diberlakukan pada proses seleksi beasiswa tahun depan.
Jurusan dan kampus tujuan akan dipandu berdasarkan daftar resmi yang telah ditetapkan. Meski begitu, bidang di luar rumpun STEM tetap memungkinkan, walau dalam porsi yang terbatas.
Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan bahwa arah pendanaan LPDP memang harus sejalan dengan kebutuhan nasional.
Ia menyebut penentuan prioritas ini merupakan bagian dari upaya agar investasi pendidikan bisa memberi dampak langsung terhadap sektor strategis.
“Saya kira itu adalah policy dari setiap pemangku kepentingan, kami yang mengelola dananya supaya bisa sesuai dengan kepentingan dari masing-masing sektor,” jelas Sri Mulyani.
Nada serupa juga disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno.
Ia menekankan bahwa transformasi LPDP bukan hanya soal memilih jurusan populer, melainkan menyasar kebutuhan nyata untuk menopang pembangunan Indonesia ke depan.
“LPDP harus menjadi mesin akselerasi SDM unggul yang mampu menopang industri strategis masa depan,” kata Pratikno, Jumat (1/8/2025), dikutip dari laman resmi Kemenko PMK.
Kepala Divisi Hukum dan Komunikasi LPDP, Mohamad Lukmanul Hakim, menambahkan bahwa kebijakan baru ini tidak berlaku untuk tahun 2025.
Ia menegaskan bahwa seleksi penerima beasiswa tahun ini tetap berjalan dengan mekanisme lama yang selama ini dikenal.
“Tentu ini baru informasi yang kami dapat, mudah-mudahan ini akan bisa berjalan di tahun depan,” ujar Lukman.
Sementara itu, pemerintah sebenarnya sudah lebih dulu menerapkan beberapa perubahan penting pada skema beasiswa LPDP yang berlaku mulai tahun 2025.
Kebijakan ini bertujuan untuk menyelaraskan pendidikan tinggi dengan kebutuhan pembangunan strategis nasional.
Salah satu aturan baru adalah kewajiban peserta menulis esai komitmen yang memuat alasan memilih jurusan, kesediaan untuk kembali ke Indonesia, serta rencana kontribusi nyata sesuai bidang yang digeluti.
Program studi yang dipilih diharapkan mendukung sektor prioritas, mulai dari energi, pangan, pertahanan, transportasi, TIK, material maju hingga teknologi nano.
Selain itu, pendaftar program doktor kini memiliki opsi tambahan dokumen pendukung. Mereka bisa melampirkan surat promotor untuk pendaftar luar negeri yang punya co-promotor dari dalam negeri, atau surat dari pimpinan instansi terkait, baik untuk studi dalam negeri maupun luar negeri.
Daftar kampus tujuan juga telah diperbarui pada seleksi tahap 2 tahun 2025. Beberapa kampus serta program studi ditambahkan, sementara sebagian lain dihapus.
Peserta memang boleh mengajukan pilihan di luar daftar, tetapi persetujuan tidak otomatis diberikan.
LPDP menyarankan agar peserta tetap memilih dari daftar resmi untuk peluang keberhasilan yang lebih besar.
Kebijakan fleksibilitas juga berlaku bagi kampus di luar daftar resmi, baik dalam negeri maupun luar negeri.
Syaratnya, program yang dipilih harus berakreditasi A atau Unggul dari BAN-PT, jenjang studi sesuai dengan program LPDP, dan bukan kelas non-reguler atau profesi.
Di sisi lain, pemerintah menambahkan sejumlah kampus dalam negeri untuk beasiswa afirmasi. Tujuannya agar akses lebih merata hingga ke daerah.
Beberapa kampus yang kini masuk daftar antara lain IAIN Ternate, IAIN Ambon, IAIN Sorong, IAKN Ambon, Universitas Cenderawasih, Universitas Nusa Cendana, Universitas Papua, hingga Universitas Pattimura.
Tidak hanya di dalam negeri, daftar kampus luar negeri juga diperluas untuk mendukung sektor maritim dan transportasi.
Beberapa tambahan mencakup ENAC di Prancis dengan jurusan Transportation Science & Technology khusus PNS, TNI, dan Polri, RUAS di Belanda dengan fokus Marine Engineering & Transport, serta Hiroshima University di Jepang yang membuka kesempatan pada semua bidang.
Dengan arah baru beasiswa LPDP 2026, pemerintah berharap program ini benar-benar menjadi instrumen strategis untuk membangun sumber daya manusia unggul.
Kebijakan ini diharapkan dapat mencetak generasi penerus yang relevan dengan kebutuhan masa depan, serta memastikan setiap dana pendidikan yang dikeluarkan membawa manfaat nyata bagi bangsa.(amp)















