BANYUMASEKSPRES.ID, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi menyalurkan Bantuan Sosial Pemenuhan Kebutuhan Dasar (PKD) kepada puluhan ribu penerima baru mulai Agustus 2025.
Program ini menjadi salah satu prioritas utama dalam memperkuat perlindungan sosial, terutama bagi warga lanjut usia, penyandang disabilitas, serta anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, pada Jumat, 8 Agustus 2025.
Pemprov DKI menggandeng Bank Jakarta sebagai mitra penyaluran, sehingga dana bisa masuk langsung ke rekening pribadi penerima manfaat dan dapat diakses melalui aplikasi perbankan digital.
Gubernur Pramono Anung menegaskan bahwa keberadaan program ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah dalam memastikan warga rentan tetap mendapatkan perlindungan.
Berdasarkan data resmi Pemprov DKI, sebanyak 56.351 penerima baru akan mendapatkan bantuan di lima wilayah administrasi DKI Jakarta serta Kepulauan Seribu.
Masing-masing penerima akan memperoleh bantuan uang tunai senilai tiga ratus ribu rupiah setiap bulan yang langsung masuk ke rekening penerima.
Kategori penerima terdiri dari tiga kelompok, yakni 38.414 orang pemegang Kartu Lansia Jakarta (KLJ), 4.489 orang pemegang Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ), serta 13.448 orang pemegang Kartu Anak Jakarta (KAJ).
Selain dukungan finansial, penerima juga mendapatkan fasilitas tambahan seperti akses transportasi gratis.
Pemprov DKI telah menetapkan jadwal distribusi kartu ATM bagi penerima manfaat mulai 8 hingga 31 Agustus 2025. Proses distribusi dilakukan serentak di seluruh wilayah administrasi Jakarta hingga Kepulauan Seribu.
Penyaluran dilakukan secara bertahap, dan setelah aktivasi kartu, dana akan langsung masuk ke rekening penerima. Bantuan ini bisa dimanfaatkan secara fleksibel untuk memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga sehari-hari.
Menurut Gubernur Pramono Anung, program ini tidak hanya sebatas bantuan uang tunai. Pemegang Kartu Lansia Jakarta juga berhak menikmati fasilitas transportasi umum gratis, termasuk Transjakarta dan MRT.
Penyandang disabilitas pun memperoleh hak yang sama, bahkan disediakan ruang khusus yang ramah difabel di setiap armada Transjakarta.
“Dengan fasilitas tambahan ini, kami berharap penerima manfaat dapat lebih leluasa beraktivitas tanpa terbebani biaya transportasi,” ujar Pramono Anung.
Bantuan PKD tidak hanya membantu secara finansial, tetapi juga meningkatkan mobilitas sosial masyarakat, sehingga mereka tetap produktif dalam kegiatan sehari-hari.
Bank Jakarta sebagai mitra penyaluran menyediakan aplikasi JakOne Mobile untuk mempermudah penerima manfaat dalam mengelola dana bantuan. Melalui aplikasi ini, warga dapat mengecek saldo bantuan secara real-time, melakukan transfer, hingga membayar berbagai kebutuhan secara non-tunai.
Selain itu, sistem keamanan aplikasi dilengkapi dengan verifikasi berlapis, sehingga transaksi penerima tetap terjaga dengan aman. Inovasi digital ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan warga dalam mengakses bantuan secara praktis.
Program Bansos PKD yang kembali dicairkan pada Agustus 2025 ini menegaskan komitmen Pemprov DKI dalam memperkuat jaring pengaman sosial.
Jumlah penerima mencapai puluhan ribu orang, tambahan fasilitas transportasi, serta kemudahan akses lewat layanan digital, bantuan ini diharapkan mampu meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung kualitas hidup yang lebih baik. (WAN)
















