Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Banyumas Resmi Operasikan Bus Sekolah Baru, Layani Rute Patikraja-Sawangan

Bus Sekolah Hibah Mulai BeroperasiBus Sekolah Hibah Mulai Beroperasi
BEROPERASI: Bus sekolah yang melayani rute Patikraja-Sawangan menggunakan armada lama. Total ada lima bus sekolah yang saat ini melayani pelajar Banyumas

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Kabar menggembirakan datang dari Dinas Perhubungan Banyumas dengan dimulainya operasional bus sekolah baru yang melayani rute Patikraja-Sawangan.

Bus ini merupakan bagian dari hibah pemerintah pusat kepada Kabupaten Banyumas yang diterima tahun lalu.

Inisiatif ini bertujuan untuk memfasilitasi kebutuhan transportasi pelajar di kawasan tersebut, memberikan akses yang lebih baik menuju pendidikan.

Muhammad Eka, Kepala Seksi Angkutan Dinas Perhubungan Banyumas, mengungkapkan bahwa saat ini ada total lima unit bus sekolah yang beroperasi di wilayahnya.

Armada tersebut terdiri dari dua bus berukuran 3/4 dan tiga unit bus jenis Elf.

“Bus sekolah Elf yang baru berwarna putih difungsikan pada rute Banyumas–Binangun. Sementara satu bus sekolah Elf lama kini melayani rute baru Patikraja–Sawangan,” jelas Eka ketika berbicara kepada awak media, Selasa (20/1).

Langkah strategis lainnya yang diambil adalah kebijakan satu bus satu sopir atau dikenal dengan istilah ‘batangan’.

Dalam kebijakan ini, setiap bus dioperasikan oleh seorang sopir utama, sementara sopir cadangan siap siaga jika diperlukan.

Kebijakan ini diyakini dapat meningkatkan kualitas perawatan kendaraan sehingga usia pakai kendaraan bisa lebih panjang.

“Sopir adalah orang yang paling memahami kondisi kendaraannya. Dengan demikian, tanggung jawab penuh diberikan kepada satu sopir untuk satu mobil,” tambah Eka.

Respons positif datang dari para pelajar terhadap layanan bus sekolah ini.

Rute-rute seperti Banyumas–Binangun, Somagede–Banyumas, serta Patikraja–Sawangan selalu dipenuhi penumpang pada jam keberangkatan dan kepulangan sekolah.

Namun, Eka juga menyatakan bahwa keterbatasan jumlah tempat duduk menjadi tantangan tersendiri dalam memenuhi semua kebutuhan pelajar akan transportasi umum ini.

“Dengan keterbatasan seat yang tersedia saat ini, belum semua pelajar bisa terlayani dengan maksimal,” ujarnya menambahkan.

Keberadaan bus sekolah di Kabupaten Banyumas tidak hanya sekadar alat transportasi, tetapi juga bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendukung program pendidikan melalui peningkatan aksesibilitas siswa ke sekolah.

Inisiatif ini sejalan dengan komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan belajar tanpa terkendala akses transportasi. (yda/dda)

Berita Sebelumnya
Lansia penerima KLJ berhak mendapat dana bantuan Rp300 ribu per bulan

Cek Perkiraan Jadwal Pencairan KLJ Januari 2026, Lansia Dapat 300 Ribu per Bulan

Berita Selanjutnya
Stmkg

Simak Jadwal dan Syarat Pendaftaran Sekolah Kedinasan STMKG 2026