Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Baru 10 Persen Anjing di Cilacap Tervaksin Rabies

Baru 10 persen anjing tervaksin rabiesBaru 10 persen anjing tervaksin rabies
VAKSINASI: Petugas kesehatan hewan dari Dinas Pertanian memberikan vaksin terhadap hewan peliharaan anjing.

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Di awal Oktober, Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap menghadapi tantangan besar dalam meningkatkan cakupan vaksinasi rabies bagi anjing di wilayahnya.

Saat ini, hanya sekitar 10 persen dari populasi anjing yang diperkirakan mencapai antara 3.000 hingga 4.000 ekor yang telah mendapatkan vaksinasi. Situasi ini mendapat perhatian serius dari bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap.

Slamet Sugino, Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Cilacap, menekankan pentingnya langkah preventif ini untuk menjaga kesehatan masyarakat dan hewan peliharaan.

“Kami mengajak masyarakat yang memiliki hewan peliharaan, agar segera melakukan vaksinasi rabies. Ini langkah penting untuk mencegah penularan penyakit yang bisa membahayakan manusia,” ujar Slamet ketika diwawancarai oleh awak media pada Sabtu (4/10).

Diketahui bahwa pemerintah daerah saat ini memiliki sekitar 1.000 dosis vaksin rabies yang siap didistribusikan secara gratis kepada masyarakat yang memiliki anjing dan kucing peliharaan.

Vaksinasi ini tidak hanya bertujuan untuk melindungi hewan tetapi juga mencegah kemungkinan penularan rabies ke manusia yang bisa berakibat fatal.

Dalam konteks kesehatan masyarakat dan kesejahteraan hewan, program vaksinasi massal ini sangat krusial.

Rabies adalah penyakit viral yang mematikan, dan penularannya dapat dicegah dengan vaksinasi rutin pada hewan peliharaan, terutama anjing dan kucing.

“Selama stok vaksin masih ada, masyarakat bisa datang ke petugas kesehatan hewan di wilayahnya masing-masing. Jika dibutuhkan tambahan, kami akan segera mengajukan permohonan ke provinsi,” jelas Slamet lebih lanjut.

Menjaga Provinsi Jawa Tengah tetap bebas dari kasus rabies adalah prioritas utama bagi pemerintah daerah Cilacap. Status bebas rabies atau zero case menjadi tolok ukur keberhasilan dalam upaya pengendalian penyakit zoonosis tersebut di tingkat provinsi dan kabupaten.

“Kita ingin menjaga agar Cilacap, dan Jawa Tengah pada umumnya, tetap bebas dari rabies. Karena itu, kesadaran masyarakat dalam memvaksin hewan peliharaan sangat dibutuhkan,” pungkas Slamet.

Upaya untuk mempertahankan status bebas rabies di Jawa Tengah ini tidak lepas dari dukungan serta partisipasi aktif masyarakat setempat.

Keterlibatan warga dalam program vaksinasi gratis ini sangat diharapkan agar dapat mencapai target cakupan vaksinasi yang optimal.

Masyarakat dihimbau untuk tidak menunda-nunda lagi proses vaksinasi terhadap anjing dan kucing mereka.

Dengan mendatangi pusat-pusat layanan kesehatan hewan terdekat, para pemilik hewan peliharaan dapat memastikan bahwa binatang kesayangan mereka terlindungi dari ancaman rabies.

Kesadaran akan pentingnya vaksinasi bagi hewan peliharaan harus ditingkatkan melalui edukasi dan sosialisasi berkelanjutan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap bersama lembaga-lembaga terkait lainnya.

Langkah-langkah proaktif seperti kampanye door-to-door atau penyuluhan melalui media massa dapat menjadi strategi efektif untuk menjangkau lebih banyak pemilik hewan.

Dalam jangka panjang, keberhasilan program vaksinasi rabies ini juga akan berdampak positif terhadap peningkatan kualitas hidup serta keamanan lingkungan di wilayah Cilacap dan sekitarnya. Dengan menjaga status bebas rabies, risiko penularan penyakit mematikan ini dapat ditekan seminimal mungkin sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Di tengah berbagai tantangan yang ada dalam pelaksanaan program vaksinasi ini, optimisme tetap harus dijaga demi mencapai tujuan bersama yaitu menciptakan lingkungan sehat dan aman bagi manusia maupun hewan peliharaan.

Sebagai bagian dari upaya kolaboratif pemerintah daerah dengan berbagai pihak terkait lainnya dalam mengendalikan penyakit zoonosis seperti rabies ini tentunya menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat setempat.

Dengan adanya komunikasi efektif serta kerjasama erat antara semua stakeholders terkait maka harapan untuk mempertahankan status bebas rabies di Kabupaten Cilacap maupun Provinsi Jawa Tengah secara keseluruhan akan semakin dekat menjadi kenyataan.

Upaya vakinasi massal bukan hanya sekadar tugas administratif tetapi juga bentuk nyata dari kepedulian sosial terhadap kesehatan publik secara menyeluruh hingga setiap individu merasa terlindungi dari ancaman penyakit menular seperti rabies. (jul/stch)

Berita Sebelumnya
Brieasy

Daftar Online Kartu Kredit BRI Easy Card di Web Resmi, Begini Caranya

Berita Selanjutnya
Hanya berteman dengan baim wong

Digosipkan Dekat dengan Baim Wong, Masayu Anastasia: “Kita Teman Lama"