BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Banjarnegara masih menghadapi tantangan besar dalam mencapai target yang telah ditetapkan.
Hingga akhir Juli 2025, dari kebutuhan total sebanyak 70 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur sehat, baru empat yang berhasil dioperasikan.
Informasi ini disampaikan oleh Bupati Banjarnegara, dr Amalia Desiana, setelah meresmikan tiga SPPG sekaligus di Desa Rejasari 1, Kecamatan Banjarmangu pada Jumat (25/7).
“Alhamdulillah, empat SPPG yang sudah memenuhi kriteria mulai beroperasi. Tapi jumlah ini masih sangat kecil dibandingkan kebutuhan. Kami butuh sekira 70 dapur sehat untuk menjangkau sekitar 200 ribu siswa, ibu hamil, dan balita di Banjarnegara,” ungkap Amalia dalam wawancaranya pada Sabtu (26/7).
Menurut Amalia Desiana, empat dapur yang saat ini sudah beroperasi baru dapat melayani sekitar 7.000 orang.
Angka ini mencakup siswa dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP), serta ibu hamil dan balita bawah dua tahun.
Program MBG ini tidak hanya bertujuan untuk menyediakan makanan bergizi tetapi juga untuk mendukung ekonomi lokal dengan memprioritaskan penggunaan bahan baku dari warga sekitar.
Kepala SPPG Kelurahan Semarang 1, Kosasi Aris Gunawan menambahkan bahwa tiga dapur sehat yang baru saja diresmikan terletak di Rejasari 1 (Kecamatan Banjarmangu), Semarang 1 (Kecamatan Banjarnegara), dan Linggasari 1 (Kecamatan Wanadadi).
“Keberadaan dapur sehat bukan hanya sebagai layanan logistik tetapi juga bagian dari strategi pembangunan jangka panjang kualitas generasi,” jelas Kosasi.
Program MBG ini menjadi bukti nyata kepedulian terhadap pentingnya gizi seimbang bagi anak-anak sekolah sebagai masa depan bangsa.
Kosasi menegaskan bahwa hingga saat ini sudah lebih dari 7.000 porsi makanan yang didistribusikan kepada sasaran utama yaitu ibu hamil, balita, serta anak-anak sekolah dari jenjang PAUD hingga SMP.
“Ini bukan sekadar program makan tapi juga edukasi hidup sehat sejak dini. Harapan kami, ini jadi gerakan bersama antara sekolah, keluarga, dan lingkungan masyarakat,” tegas Kosasi lebih lanjut.
Ia mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program ini dan berharap agar pembangunan dapur sehat berikutnya bisa segera dipercepat sehingga target jangkauan bisa tercapai sebelum tahun 2026.
Program ini juga memberikan dampak positif dengan mendorong partisipasi masyarakat lokal dalam penyediaan bahan baku dapur sehat tersebut.
Dengan demikian, keberadaan SPPG tidak hanya meningkatkan kesehatan anak-anak dan ibu hamil tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi lokal.
Dalam konteks kesehatan masyarakat, pemenuhan gizi seimbang menjadi elemen penting untuk mendukung pertumbuhan fisik dan mental anak-anak serta meningkatkan kesehatan ibu hamil dan balita.
Kabupaten Banjarnegara melalui kebijakan SPPG berusaha merealisasikan tujuan tersebut dengan cara-cara inovatif dan integratif.
Meski saat ini baru sebagian kecil dari target yang tercapai, optimisme tetap dijaga oleh pemerintah daerah guna mempercepat pembukaan lebih banyak dapur sehat di wilayah lainnya.
Dukungan penuh dari berbagai lapisan masyarakat termasuk dunia usaha sangat dibutuhkan agar program tersebut dapat berjalan maksimal sesuai harapan.
Bupati Amalia Desiana menyerukan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk turut serta dalam mendukung program MBG ini dengan cara aktif berpartisipasi baik sebagai penyedia bahan baku maupun sebagai penerima manfaat langsung yang turut menjaga konsistensi kualitas layanan gizi.
Dengan adanya sinergi antara pemerintah daerah dengan masyarakat luas serta dukungan berbagai pihak terkait lainnya diharapkan program Makan Bergizi Gratis ini akan mampu menjadi contoh sukses bagi daerah lain dalam upaya peningkatan kesehatan publik melalui pendekatan kolaboratif terutama bagi generasi muda sebagai penerus bangsa kelak.
Usaha keras terus dilakukan oleh seluruh pihak yang terlibat demi memastikan setiap anak mendapatkan akses kepada makanan bergizi layak guna mendukung proses tumbuh kembang mereka secara optimal sekaligus mempersiapkan mereka menjadi individu produktif nantinya dalam berkontribusi bagi kemajuan bangsa secara keseluruhan. (jud/stch)
















