BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Dalam upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya tertib berlalu lintas, Satuan Lalu Lintas Polres Banjarnegara terus menggalakkan berbagai inisiatif.
Kali ini, pendekatan yang diambil lebih berfokus pada tindakan simpatik dan edukatif ketimbang hanya mengandalkan penegakan hukum melalui tilang.
Langkah ini diharapkan dapat lebih efektif, terutama dalam menanamkan budaya tertib berlalu lintas di kalangan generasi muda yang aktif berkendara.
Kapolres Banjarnegara, AKBP Mariska Fendi Susanto, melalui Kasat Lantas Polres Banjarnegara, AKP Rohmat Setyadi, mengungkapkan bahwa pendekatan persuasif menjadi strategi utama dalam kampanye ini.
“Kami tidak hanya memberi sanksi, tapi juga mengajak masyarakat untuk memahami pentingnya keselamatan dalam berkendara. Operasi ini tidak hanya soal menindak, tapi membangun kesadaran,” jelas AKP Rohmat dalam wawancaranya pada Jumat (25/7).
Selama kegiatan berlangsung, petugas kepolisian tidak hanya memberikan teguran tetapi juga membagikan helm kepada para pengendara yang belum memenuhi standar keselamatan.
Selain itu, dilakukan pula pembagian brosur informatif dan penempelan stiker kampanye keselamatan guna meningkatkan visibilitas pesan tertib berlalu lintas. Sosialisasi langsung di jalan raya menjadi salah satu metode yang ditempuh untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, AKP Rohmat menambahkan bahwa edukasi terkait etika berkendara juga disampaikan kepada para pengguna jalan.
“Ini bagian dari dikmas lantas, kami sampaikan juga etika berkendara yang baik. Tertib itu bukan semata untuk menghindari tilang, tapi demi keselamatan pribadi,” tambahnya.
Tidak berhenti di jalan raya saja, kepolisian juga melakukan kunjungan ke rumah salah satu korban kecelakaan lalu lintas di Kelurahan Kutabanjarnegara.
Kunjungan ini dimaksudkan sebagai pengingat betapa seriusnya dampak pelanggaran aturan lalu lintas yang sering kali dianggap remeh oleh sebagian kalangan masyarakat.
“Korban kecelakaan adalah bukti nyata. Edukasi yang kami lakukan di lapangan kami harap bisa mencegah tragedi seperti ini terulang. Karena ketika aturan dilanggar, nyawa bisa jadi taruhannya,” tegas Rohmat.
Operasi Patuh Candi 2025 dilaksanakan selama 14 hari berturut-turut, dimulai sejak tanggal 14 Juli hingga 27 Juli 2025.
Kampanye tahun ini mengusung tema ‘Tertib Berlalu Lintas Demi Terwujudnya Indonesia Emas’, sejalan dengan upaya nasional untuk menurunkan angka kecelakaan serta meningkatkan kesadaran hukum dalam masyarakat luas.
Kampanye ini juga melibatkan kolaborasi dengan berbagai komunitas pengguna jalan lainnya di Banjarnegara. Harapannya adalah agar perubahan perilaku berkendara dapat dimulai dari lingkungan terdekat para pengemudi itu sendiri.
“Pengendara yang tertib bisa jadi agen perubahan. Ini bukan soal polisi semata, tapi tanggung jawab kita semua untuk menciptakan lalu lintas yang aman,” pungkas AKP Rohmat.
Dengan adanya program-program seperti Operasi Patuh Candi 2025 ini, Satuan Lalu Lintas Polres Banjarnegara berkomitmen untuk terus mendukung terciptanya kondisi lalu lintas yang lebih aman dan tertib bagi seluruh lapisan masyarakat.
Melalui pendekatan yang lebih humanis dan edukatif, pihak kepolisian berharap dapat meraih simpati serta dukungan dari masyarakat dalam menciptakan budaya berlalu lintas yang lebih baik.
Kegiatan Operasi Patuh Candi digelar di sejumlah titik strategis di Alun-alun Banjarnegara sebagai bagian dari upaya menyebarluaskan pesan keselamatan berkendara secara masif dan efektif kepada warga setempat dan para pengguna jalan lainnya.
Melalui aksi nyata seperti pembagian helm dan sosialisasi langsung ini, harapan mengenai terciptanya Indonesia Emas dengan angka kecelakaan minimal dapat diwujudkan bersama-sama oleh seluruh elemen masyarakat. (jud/stch)
















