Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Beasiswa Disdik Kalteng Umumkan Tambah Kuota Sampai 5000 Jenjang S1 Gratis, Simak Persyaratannya

Beasiswa Disdik Kalteng 2026, Kuota 5000 Mahasiswa S1 Gratis DibukaBeasiswa Disdik Kalteng 2026, Kuota 5000 Mahasiswa S1 Gratis Dibuka

BANYUMASEKSPRES.ID, Kabar baik datang bagi calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu di Kalimantan Tengah. Adanya program beasiswa yang bisa menjadi jembatan ilmu bagi warga Kalimantan Tengah.

Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kalimantan Tengah memastikan adanya penambahan kuota beasiswa kuliah gratis pada tahun 2026.

Hal ini menjadi sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan akses pendidikan tinggi.

Program ini menjadi salah satu langkah strategis Pemprov Kalteng untuk mendorong terwujudnya pemerataan pendidikan hingga ke pelosok daerah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, mengungkapkan bahwa pada tahun 2025 pemerintah telah menyiapkan kuota beasiswa untuk 10.000 mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Kalimantan Tengah.

Jumlah tersebut akan kembali ditingkatkan pada tahun depan seiring dengan arahan langsung dari Gubernur Kalimantan Tengah.

 

Disdik Kalteng Umumkan Beasiswa S1 Gratis, Kuota Tambah Hingga

“Untuk tahun 2026, kuota beasiswa akan ditambah menjadi 15.000 penerima dari sebelumnya 10.000 mahasiswa,” ujar Reza Prabowo saat ditemui di SMAN 3 Palangka Raya, Senin (15/12/2025).

Penambahan ini diharapkan mampu mengakomodasi lebih banyak lulusan SMA dan sederajat yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi namun terkendala biaya.

Sebelum mengenal lebih lanjut Beasiswa Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2026, ada juga informasi terkait Beasiswa KIP kuliah yang segera dibuka tahun 2026.

Alasan Adanya Penambahan Kuota Beasiswa 2026

Menurut Reza, penentuan jumlah tambahan kuota beasiswa tidak dilakukan secara sembarangan. Disdik Kalteng melakukan perhitungan berdasarkan jumlah lulusan SMA setiap tahunnya di wilayah Kalimantan Tengah.

Dari data tersebut, pemerintah daerah kemudian menghitung rasio lulusan yang berpotensi melanjutkan kuliah untuk menentukan besaran kuota beasiswa yang akan disalurkan.

“Data lulusan SMA menjadi salah satu acuan utama dalam menetapkan kuota beasiswa tahun 2026,” jelasnya.

Dengan pendekatan ini, pemerintah berharap penyaluran bantuan pendidikan dapat lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.

Progres Penyaluran Beasiswa 10.000 Mahasiswa

Hingga akhir 2025, realisasi penyaluran beasiswa dari total kuota 10.000 mahasiswa masih belum sepenuhnya terserap.

Reza menyebutkan bahwa saat ini baru sekitar 3.040 hingga 3.060 mahasiswa yang telah menerima bantuan tersebut.

Lambatnya penyaluran bukan tanpa alasan, karena pihak Disdik Kalteng menerapkan proses verifikasi yang ketat.

Pemerintah ingin memastikan bahwa penerima beasiswa benar-benar berasal dari keluarga kurang mampu.

Proses profiling dilakukan secara menyeluruh, termasuk dengan melihat kondisi tempat tinggal calon penerima, seperti atap, lantai, dan dinding rumah.

Langkah ini ditempuh meskipun calon mahasiswa tersebut tidak terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) maupun DTSEN.

“Banyak masyarakat yang sebenarnya tidak mampu, tetapi tidak tercatat dalam data resmi. Ini menjadi perhatian serius bagi kami,” ungkap Reza.

Ia menilai kondisi tersebut sebagai tantangan sekaligus ironi, mengingat masih ada warga kurang mampu yang terlewat dari sistem pendataan.

Syarat dan Mekanisme Penyaluran Beasiswa Kuliah Gratis

Program beasiswa ini merupakan bagian dari kebijakan besar Pemprov Kalteng melalui program Satu Rumah Satu Sarjana.

Tujuannya adalah memastikan setiap keluarga memiliki setidaknya satu anggota yang berpendidikan sarjana sebagai modal pembangunan sumber daya manusia.

Untuk mengakses beasiswa kuliah gratis, calon penerima dapat mendaftar melalui laman resmi program Kuliah Gratis milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Berbeda dengan program Tabungan Beasiswa Berkah (Tabe) yang dijalankan pada periode sebelumnya, mekanisme penyaluran dana kini mengalami perubahan.

Dalam skema terbaru, dana beasiswa tidak lagi ditransfer langsung ke rekening mahasiswa, melainkan disalurkan langsung ke pihak universitas tempat mahasiswa tersebut menempuh pendidikan.

Kebijakan ini diambil setelah melalui proses evaluasi menyeluruh agar penggunaan dana lebih terkontrol dan tepat sasaran.

“Kami terus membuka ruang evaluasi dan menerima masukan dari masyarakat agar sistem ini benar-benar menjadi yang terbaik,” kata Reza.

Dengan mekanisme baru ini, pemerintah berharap penyaluran beasiswa dapat berjalan lebih transparan dan akuntabel.

Kuota Masih Tersedia, Peluang Masih Terbuka

Meski kuota beasiswa tahun 2025 belum sepenuhnya terserap, Disdik Kalteng masih terus melakukan pendataan lanjutan.

Apabila hasil verifikasi menunjukkan kebutuhan yang lebih besar, tidak menutup kemungkinan jumlah penerima beasiswa akan kembali ditambah.

Program beasiswa kuliah gratis ini menjadi peluang emas bagi generasi muda Kalimantan Tengah untuk meraih pendidikan tinggi tanpa terbebani biaya.

Pemerintah daerah pun mengajak masyarakat untuk aktif memanfaatkan program ini sekaligus membantu memastikan data calon penerima benar-benar mencerminkan kondisi ekonomi yang sesungguhnya.(*/nds)

Berita Sebelumnya
Wabup Serahkan 100 Sertifikat KT

Wabup Banyumas Serahkan 100 Sertifikat Tanah Konsolidasi Kawasan Jalan Bung Karno

Berita Selanjutnya
Pembinaan Kemandirian WBP Dioptimalkan

Lapas IIA Purwokerto Bekali Warga Binaan Keterampilan Pewarnaan Batik Bernilai Ekonomi