Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Beasiswa S2 dan S3 bagi Mahasiswi Lewat Program Indonesia Bangkit

Pusat pembiayaan pendidikan agama dan pendidikan keagamaan kementerian agama kembali membuka kesempatan beasiswa indonesia bangkit bagi mahasiswi.Pusat pembiayaan pendidikan agama dan pendidikan keagamaan kementerian agama kembali membuka kesempatan beasiswa indonesia bangkit bagi mahasiswi.
Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Kementerian Agama kembali membuka kesempatan Beasiswa Indonesia Bangkit bagi mahasiswi.

BANYUMASEKSPRES.ID, Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Kementerian Agama kembali membuka kesempatan emas bagi mahasiswi yang ingin melanjutkan studi melalui Beasiswa Indonesia Bangkit.

Pengumuman tersebut disampaikan Kepala Puspenma Ruchman Basori dalam acara Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan Institut Ilmu Al-Quran Jakarta. Acara berlangsung Jumat 5 September 2025 di Hall Asrama Mahasiswa IIQ Jakarta, Parung.

Di hadapan ratusan mahasiswa baru, Ruchman mengingatkan pentingnya menyelesaikan studi tepat waktu agar peluang melanjutkan pendidikan lebih terbuka.

“Jangan lama-lama kuliah di IIQ Jakarta, segera lulus dan kejar beasiswa untuk studi lanjut S2 dan S3 baik di Dalam dan Luar Negeri,” tegas Ruchman.

Ia menegaskan Kementerian Agama tidak membedakan gender dalam memberikan kesempatan mendapatkan beasiswa. Menurutnya, semua mahasiswa berhak mendapat peluang yang sama selama memenuhi kriteria akademik dan bahasa.

“Kementerian Agama tidak membedakan antara mahasiswa laki-laki dan perempuan. Semua sama, yang penting kemampuan akademiknya memenuhi syarat dan didukung dengan kemampuan Bahasa yang memadahi,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Ruchman juga berbagi strategi agar mahasiswa dapat memperoleh Beasiswa Indonesia Bangkit. Ia menekankan pentingnya persiapan bahasa, baik TOEFL maupun IELTS, penguatan akademik, serta mental juang yang kuat.

Program Beasiswa Indonesia Bangkit sendiri merupakan kolaborasi antara Kementerian Agama dengan LPDP Kementerian Keuangan. Hingga saat ini, tercatat 7.594 penerima beasiswa telah tersebar di berbagai perguruan tinggi.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.404 penerima merupakan mahasiswa laki-laki, sedangkan 3.190 sisanya adalah mahasiswi. Data ini menunjukkan keseimbangan akses pendidikan tinggi antara laki-laki dan perempuan.

Ruchman menambahkan bahwa mahasiswi memiliki hak yang sama dalam memilih program studi yang dinilai prospektif di dunia kerja. Ia menekankan komitmen pemerintah dalam mendukung pendidikan tinggi bagi perempuan.

“Bapak Menteri Agama dan Sekjen Kemenag sangat komitmen untuk memberikan beasiswa kepada mahasiswi, guru dan ustadz Perempuan, dosen dan tendik Perempuan dan juga pegawai Kemenag serta Alumni Pesantren, PTK dan Madrasah,” tutur Ruchman.

IIQ Jakarta sebagai perguruan tinggi Islam memang dikenal memiliki mayoritas mahasiswa perempuan.

Dalam sesi ini, turut hadir Rektor IIQ Jakarta Nadjematul Faizah, Ketua Panitia PBAK Ifaty Zamimah, sejumlah dosen, serta pengurus Dewan Eksekutif Mahasiswa.

Kehadiran para pimpinan kampus memberikan dukungan moral kepada mahasiswa baru agar semakin semangat menatap masa depan akademik. Apalagi kesempatan mendapatkan Beasiswa Indonesia Bangkit kini terbuka luas.

Program beasiswa ini dinilai strategis karena bukan hanya membantu mahasiswa menyelesaikan pendidikan, tetapi juga menyiapkan generasi muda berdaya saing global.

Kualifikasi akademik yang baik, ditambah penguasaan bahasa asing, diharapkan melahirkan lulusan yang siap bersaing di tingkat internasional.

Bagi banyak mahasiswi, peluang ini menjadi bukti bahwa pemerintah berkomitmen menghadirkan kesetaraan pendidikan tinggi.

Dukungan beasiswa tidak hanya diberikan kepada mahasiswa laki-laki, melainkan juga perempuan yang ingin menempuh studi lanjut.

Kehadiran program ini juga membuka jalan lebih luas bagi lulusan pesantren, perguruan tinggi keagamaan, serta madrasah. Mereka kini memiliki akses lebih besar untuk meraih pendidikan hingga jenjang magister dan doktor.

Dalam konteks kesetaraan, Beasiswa Indonesia Bangkit menjadi bukti nyata langkah pemerintah untuk mendorong inklusivitas pendidikan. Mahasiswi dari berbagai latar belakang diberi kesempatan yang sama untuk berkembang.

Dengan adanya komitmen yang kuat dari Kementerian Agama serta dukungan LPDP, diharapkan semakin banyak perempuan Indonesia yang berhasil meraih pendidikan tinggi.

Upaya ini sejalan dengan visi pembangunan sumber daya manusia unggul yang mampu menghadapi tantangan global. Pendidikan lanjut bagi perempuan menjadi bagian penting dari keberhasilan pembangunan nasional.

Bagi mahasiswa baru IIQ Jakarta, pesan yang disampaikan Ruchman Basori sekaligus menjadi motivasi agar tidak menyia-nyiakan waktu.

Semakin cepat menyelesaikan studi, semakin besar peluang melanjutkan pendidikan melalui program beasiswa ini.

Harapan besar pun disematkan kepada generasi muda, khususnya mahasiswi, agar terus berjuang, meningkatkan kemampuan, serta membangun kepercayaan diri. Dengan begitu, mereka bisa mengukir prestasi di dalam maupun luar negeri. (WAN)

Berita Sebelumnya
Untuk penyaluran tahap 3 bulan september 2025, tidak lagi ada tambahan uang tunai empat ratus ribu sebagaimana yang diberikan pada periode sebelumnya

Bansos Tahap 3 Tahun 2025 Cair, Benarkah Tidak Ada Tambahan 400.000 Ribu?

Berita Selanjutnya
Cek penerima bansos 2025

Panduan Cek Bansos PKH dan BPNT 2025 Tahap 3 Online Lewat HP