Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Bencana Tanah Longsor di Desa Cihonje Banyumas Telan Kerugian Hingga Rp10 Juta

Tanah longsor terjang desa cihonjeTanah longsor terjang desa cihonje
Jajaran Forkompincam Gumelar, dan aparat gabungan saat melihat dan turut serta penanganan tanah longsor di Cihonje

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Dalam beberapa hari terakhir, curah hujan tinggi mengguyur wilayah Banyumas yang mengakibatkan terjadinya bencana tanah longsor di Desa Cihonje pada Rabu (1/10) sore.

Insiden ini terjadi sekitar pukul 16.00 WIB dan menyebabkan dua titik longsoran signifikan. Titik pertama berada di Grumbul Cilumpang, di mana tebing beserta rumpun bambu runtuh sehingga menutup akses jalan desa.

Sementara itu, di Grumbul Pengasinan, material longsoran menimpa rumah milik seorang warga bernama Kusmireja hingga mengalami kerusakan yang cukup parah.

Karsono, Kepala Seksi Trantibum Kecamatan Gumelar, mengungkapkan bahwa meskipun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, kerugian materi diperkirakan mencapai Rp10 juta akibat kerusakan bangunan yang terjadi.

“Kami bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan serta berkoordinasi dengan perangkat desa,” ujarnya kepada awak media.

Langkah cepat ini dilakukan untuk memastikan keselamatan warga sekaligus memulai proses pembersihan material longsor agar akses jalan segera pulih.

Petugas bersama pemerintah desa kini tengah bekerja keras membersihkan material longsor yang menghambat akses warga. Aksi gotong royong ini dinilai penting untuk mengembalikan kondisi jalan dan membantu pemulihan aktivitas masyarakat setempat.

Pihak kecamatan juga telah menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar lebih waspada menghadapi potensi bencana serupa, mengingat intensitas hujan di wilayah Banyumas masih tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Sebagai langkah antisipatif, pemerintah setempat meminta warga yang tinggal di area lereng atau tebing rawan untuk meningkatkan kewaspadaan mereka.

Khususnya bagi mereka yang memiliki rumah atau bangunan di dekat area berisiko tinggi terjadinya tanah longsor.

Pemerintah juga mengharapkan partisipasi aktif masyarakat dalam melaporkan setiap gejala pergerakan tanah yang mencurigakan sejak dini.

Kejadian ini seharusnya menjadi pengingat bagi seluruh lapisan masyarakat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam.

Selain itu, koordinasi antara pemerintah desa dengan aparat terkait sangatlah krusial dalam upaya mitigasi risiko bencana.

Melalui kerja sama yang solid dan komunikasi yang efektif, dampak dari bencana alam seperti tanah longsor dapat diminimalkan sehingga keberlanjutan aktivitas sehari-hari warga tetap terjaga dengan baik.

Kehadiran para petugas di lapangan tidak hanya bertujuan untuk menangani dampak langsung dari bencana tetapi juga memberikan dukungan moral kepada warga terdampak.

Kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga lingkungan dan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem adalah kunci utama dalam mencegah kerugian lebih lanjut akibat perubahan iklim yang semakin tidak menentu.

Di lokasi kejadian, semangat gotong royong tampak terlihat jelas ketika petugas bersama-sama dengan warga saling bahu-membahu membersihkan puing-puing dan material longsor dari jalan desa.

Inisiatif lokal ini menunjukkan betapa kuatnya solidaritas komunitas dalam menghadapi kesulitan bersama. Meski nyaris tidak ada jeda dari guyuran hujan deras, upaya mereka tidak surut demi memulihkan kembali akses utama yang vital bagi kehidupan sehari-hari masyarakat.

Kewaspadaan terhadap kondisi cuaca ekstrem harus terus ditingkatkan agar setiap pihak dapat bersiap lebih awal menghadapi kemungkinan terburuk.

Dengan adanya sistem peringatan dini dan edukasi tentang penanganan darurat ketika bencana melanda, risiko korban jiwa dan harta benda dapat ditekan seminimal mungkin.

Diharapkan pula agar setiap warga tetap menjalin komunikasi intensif dengan pihak terkait untuk mendapatkan informasi terkini mengenai kondisi cuaca dan potensi ancaman lainnya.

Di tengah tantangan besar akibat perubahan iklim global yang turut mempengaruhi pola cuaca lokal, upaya penanggulangan bencana harus menjadi prioritas utama bagi semua pihak terkait.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan serta masyarakat menjadi pilar penting dalam membangun ketahanan komunitas terhadap ancaman bencana alam seperti tanah longsor ini. (zet/dda)

Berita Sebelumnya
Cilacap berpotensi raih kks

Cilacap Berjuang Raih Predikat KKS 2025, Ini Langkah Konkret yang Dilakukan

Berita Selanjutnya
Flick akui kalah level

Hansi Flick Akui Barcelona Kalah Level dari PSG di Liga Champions