BANYUMASEKSPRES.ID, Penyanyi Delon Thamrin dan istrinya, Aida Chandra, sejak lama telah mendambakan kehadiran seorang anak di tengah-tengah mereka.
Hingga saat ini, pasangan ini belum dikaruniai momongan, dan hal tersebut memotivasi mereka untuk mempertimbangkan adopsi sebagai jalan guna menghadirkan keceriaan dan kehangatan dalam rumah tangga.
Keinginan mengadopsi ini muncul saat mereka berdoa di malam Natal, berharap agar bisa memiliki buah hati yang dapat melengkapi keluarga kecil mereka.
Delon Thamrin, yang dikenal luas sebagai sosok musisi berbakat tanah air, menyatakan bahwa mereka memiliki rencana khusus untuk mengunjungi panti asuhan dalam waktu dekat.
“Program khusus mungkin kita mau selidiki ke panti-panti asuhan. Kita mau adopsi,” ungkap Delon kepada awak media.
Meski rencana ini masih dalam tahap awal, Delon menegaskan bahwa diskusi antara dirinya dan Aida sudah berlangsung dengan matang.
“Biar kita gak sepi saja sih,” tambahnya dengan nada harap.
Mengenai usia anak yang akan diadopsi, Delon mengatakan tidak terlalu mempermasalahkannya selama anak tersebut masih berusia balita.
“1 tahun, 2 tahun nggak masalah. Jangan lewat dari 2 tahun 1 bulan ya,” jelasnya dengan tegas.
Sementara itu, terkait jenis kelamin anak yang diinginkan, pasangan ini tidak memiliki preferensi khusus. Namun demikian, Delon mengungkapkan bahwa istrinya lebih condong menginginkan anak perempuan karena alasan personal dan emosional.
“Apa pun. Dia maunya cewek karena bisa dikuncir, bisa dicantik-cantikin,” lanjutnya sambil tersenyum.
Keputusan untuk segera mengadopsi anak ini dipengaruhi oleh faktor usia mereka yang terus bertambah. Delon merasa penting untuk segera memiliki anak agar mereka dapat menikmati momen-momen berharga dalam membesarkan anak hingga dewasa nanti.
“Jadi aku pikir kalau misalkan kita sudah punya anak dari umur 1 tahun atau 2 tahun, terus kita semakin tambah umur lagi. Takutnya gak ada kesempatan untuk membesarkan anak sampai dia kuliah nanti,” paparnya dengan rasa prihatin sekaligus optimis.
Meski berharap proses adopsi dapat terealisasi secepatnya, Delon mengakui bahwa mereka belum menentukan yayasan atau panti asuhan mana yang akan mereka tuju untuk menemukan calon anak angkat.
Namun demikian, semangat dan kesiapan untuk menjadi orang tua tetap menjadi prioritas utama bagi pasangan ini.
“Aku pikir terlambat, jadi kita mau segera saja deh tahun besok,” tambah Delon dengan tekad bulat.
Dalam hal kesiapan menjadi orang tua, Delon jujur mengakui bahwa dirinya masih dalam tahap belajar untuk memahami peran baru tersebut.
Berbeda dengan Aida yang sudah memiliki pengalaman sebelumnya sebagai ibu, Delon merasa perlu lebih banyak belajar tentang cara merawat dan membesarkan anak yang baik dan benar.
“Ibu yang ini sudah ada kan sebelumnya sudah ada (anak). Aku nih bener-bener belum ada. Aku baru ada anak murid yang aku ajar vokal. Treatment-nya beda sama anak sendiri,” ujarnya sambil merenung.
Inspirasi besar juga datang dari sejumlah selebritas ternama seperti Raffi Ahmad dan Venna Melinda yang telah lebih dahulu memilih jalur adopsi dalam kehidupan keluarga mereka masing-masing.
Delon berharap langkah serupa dapat memberikan dorongan positif bagi dirinya dan Aida untuk segera merealisasikan impian mereka memiliki seorang anak melalui adopsi.
“Iya, memang terinspirasi dari situ. Karena memang memancing supaya ini jadi. Terpacu rahimnya gitu,” pungkas Delon penuh harap.
Proses adopsi memang bukanlah hal yang mudah dan cepat dilakukan. Banyak aspek administratif serta emosional yang harus dipertimbangkan secara cermat oleh calon orang tua angkat seperti Delon dan Aida sebelum akhirnya dapat membawa pulang seorang anak ke dalam kehidupan keluarga mereka sehari-hari.
Sebagai salah satu musisi kenamaan Indonesia, langkah Delon dan Aida ini tentunya mendapat sorotan publik yang cukup besar dan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pasangan lain yang juga tengah berjuang menghadirkan keceriaan dalam rumah tangga melalui jalur adopsi.
Keputusan pasangan selebritas ini untuk mengambil langkah adopsi tentu saja tidak hanya dilandasi oleh keinginan menghadirkan seorang bayi dalam kehidupan pribadi mereka semata.
Namun, juga menjadi bagian dari kontribusi sosial guna memberikan kasih sayang serta masa depan cerah bagi seorang anak yatim piatu atau terlantar.
Seiring waktu, kini semakin terbuka terhadap gagasan adopsi sebagai solusi bagi pasangan yang mengalami kesulitan memiliki keturunan biologis, namun tetap ingin merasakan kebahagiaan menjadi orang tua sepenuhnya tanpa harus mendahulukan faktor biologis semata.
Langkah bijak seperti ini diharapkan dapat terus didukung oleh berbagai pihak termasuk pemerintah serta lembaga-lembaga terkait agar proses birokrasi terkait adopsi dapat dipermudah.
Dengan demikian, hak setiap anak mendapatkan kasih sayang serta keluarga bisa terwujud secara optimal tanpa kendala berarti.
Dalam konteks sosial budaya modern saat ini, penting kiranya bagi semua pihak terutama pasangan suami istri muda seperti Delon dan Aida untuk lebih memahami arti penting dari nilai-nilai kemanusiaan universal.
Hal ini termasuk salah satunya dengan membuka diri terhadap kemungkinan memberikan cinta tulus ikhlas kepada seorang anak melalui jalur adopsi resmi sesuai prosedur sah secara hukum berlaku nasional maupun internasional. (*/stch/fam)
















