BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Antusiasme warga Desa Selanegara, yang terletak di Kecamatan Sumpiuh, semakin menguat dalam menyambut rencana pembangunan jembatan gantung di ruas Jalan Diponegoro.
Jembatan gantung ini direncanakan untuk menggantikan jembatan sasak bambu yang selama ini menjadi akses utama bagi warga setempat, namun kondisinya sudah sangat rentan dan mudah lapuk.
Kabar baik mengenai diterimanya dokumen usulan pembangunan jembatan gantung, yang difasilitasi oleh Kodim 0701/Banyumas, langsung disambut dengan semangat oleh masyarakat.
Pada Minggu (7/6), warga secara sukarela melakukan gotong royong membersihkan area lokasi yang akan digunakan untuk pembangunan jembatan.
Kegiatan ini tidak hanya menunjukkan kebersamaan masyarakat, tetapi juga menjadi bentuk dukungan nyata terhadap percepatan pembangunan infrastruktur yang sangat dibutuhkan di wilayah mereka.
Dalam keseharian, akses melalui Jalan Diponegoro memiliki peranan penting bagi aktivitas masyarakat, sehingga keberadaan jembatan yang lebih kokoh sangat diharapkan.
Kapten Arh Saringan, seorang perwakilan dari pihak militer yang terlibat dalam proyek ini, menjelaskan, “Saat ini sedang dalam tahapan persiapan realisasi jembatan gantung garuda dukungan dari Presiden Prabowo.”
Pembersihan area dilakukan bukan hanya untuk mempermudah mobilitas pekerjaan pembangunan jembatan, tetapi juga untuk memastikan bahwa proses pembangunan dapat berjalan dengan lancar.
Selain itu, lahan tersebut juga akan disiapkan sebagai tempat penempatan material konstruksi jembatan gantung yang akan segera dikirimkan.
Kepala Desa Selanegara, Imam Susanto, mengungkapkan rasa syukurnya karena usulan pembangunan jembatan permanen akhirnya akan segera terealisasi.
“Selama ini, warga harus melakukan penggantian sasak bambu secara berkala ketika kondisi jembatan mulai lapuk dan membahayakan pengguna jalan,” katanya.
Dengan adanya jembatan gantung ini, Imam berharap agar akses penghubung antara dua wilayah dusun dapat terwujud dengan baik.
Keberadaan jembatan gantung nantinya diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai akses penghubung antarwilayah dusun saja.
Warga meyakini bahwa jembatan ini juga akan mempermudah akses mereka menuju berbagai fasilitas penting seperti kesehatan, pendidikan, ekonomi, hingga pemerintahan.
Dengan adanya infrastruktur yang lebih baik, masyarakat percaya bahwa kegiatan sehari-hari mereka akan semakin lancar dan efisien. (fij/stch/dda)
















