Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

BPBD Cilacap Lampaui Target Edukasi Kebencanaan 2026, 35 Ribu Warga Ikut Sosialisasi Mitigasi Bencana

Hingga April, Edukasi Kebencanaan Capai 144 PersenHingga April, Edukasi Kebencanaan Capai 144 Persen
SOSIALISASI : Pelaksanaan sosialisasi kebencanaan oleh BPBD Kabupaten Cilacap dengan menyasar masyarakat luas

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Target edukasi kebencanaan yang ditetapkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap untuk tahun 2026 telah berhasil terlampaui, meskipun tahun ini masih menyisakan waktu empat bulan.

Hingga akhir April 2026, jumlah warga yang telah berpartisipasi dalam sosialisasi dan edukasi mengenai kebencanaan mencapai angka yang signifikan yaitu sebanyak 34.166 orang.

Angka tersebut mencerminkan pencapaian 144 persen dari target awal yang ditetapkan oleh BPBD Cilacap.

Kepala Pelaksana BPBD Cilacap, Taryo, menyatakan bahwa target prioritas untuk edukasi kebencanaan pada tahun ini adalah 24.395 orang.

Namun, dengan pencapaian tersebut hingga bulan April, jumlah peserta yang mengikuti kegiatan sosialisasi sudah melampaui target yang diharapkan.

“Akhir April target sudah terpenuhi, tapi akan tetap kami laksanakan secara terus-menerus,” ungkap Taryo dalam pernyataannya pada Kamis (7/5).

Tinggiya partisipasi masyarakat dalam program edukasi ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran warga akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Selama bulan April 2026 saja, BPBD Cilacap telah melaksanakan total 278 kegiatan sosialisasi dan edukasi kebencanaan yang menjangkau berbagai wilayah dengan total peserta mencapai 34.118 orang.

Jika dilihat secara keseluruhan sejak Januari hingga April 2026, BPBD Cilacap telah menggelar sebanyak 287 kegiatan dengan jumlah peserta mencapai 35.166 orang.

“Kita sudah laksanakan 287 kegiatan dengan total peserta 35.166 orang,” tambah Taryo.

Edukasi mengenai kebencanaan merupakan langkah strategis dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang mitigasi dan penanganan bencana di lingkungan mereka masing-masing.

Taryo menekankan bahwa sosialisasi dan edukasi kebencanaan akan terus dilakukan secara bertahap agar semakin banyak masyarakat yang memahami langkah-langkah mitigasi serta penanganan bencana.

“Kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu faktor penting untuk mengurangi risiko dan dampak saat terjadi bencana,” pungkasnya.

Pentingnya kegiatan sosialisasi ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Masyarakat yang teredukasi mengenai risiko bencana dan cara penanggulangannya cenderung lebih siap menghadapi situasi darurat.

Dengan demikian, upaya-upaya yang dilakukan oleh BPBD Cilacap sangatlah vital dalam membangun ketahanan komunitas terhadap bencana. (jul/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Bidik Prestasi Tingkat Provinsi

Perpustakaan Griya Ilmu Banyumas Raih Juara 4 Kali, Jadi Inspirasi Literasi Desa

Berita Selanjutnya
PMI Tetap Netral dan Fokus pada Kemanusiaan

PMI Banjarnegara Gelar Musker 2026, Fokus Penanganan Bencana dan Lawan Hoaks