Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

BPBD Temanggung Sediakan Tiga Armada untuk Antar Jemput Siswa SD Terdampak Longsor

Tiga Armada Dikerahkan Antar SiswaTiga Armada Dikerahkan Antar Siswa
BERANGKAT SEKOLAH: BPBD mengerahkan sejumlah armada untuk mengantarkan anak-anak sekolah di Kecamatan Gemawang

BANYUMASEKSPRES.ID, TEMANGGUNG – Menyusul bencana tanah longsor yang mengakibatkan terputusnya akses jalan utama di Kabupaten Temanggung, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung mengambil langkah cepat dan efektif dengan mengerahkan tiga armada kendaraan untuk membantu antar jemput siswa dari Dusun Seseh menuju SD Negeri Gemawang.

Langkah ini dimulai pada Rabu (7/1), sebagai upaya meringankan beban para siswa yang harus menghadapi medan sulit dan jarak tempuh yang jauh akibat bencana tersebut.

Kepala BPBD Kabupaten Temanggung, Totok Nur Setyanto, menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil setelah mempertimbangkan kondisi darurat di lapangan, di mana jalan utama tidak dapat digunakan dan tidak ada angkutan umum yang tersedia.

“Di sana tidak ada angkutan umum, sementara medan jalannya juga cukup berat,” ujar Totok pada Rabu (7/1).

Dalam upaya ini, BPBD mengerahkan tiga jenis kendaraan yaitu Mitsubishi L300, Dyna Elf, dan Strada Triton yang akan bersiaga setiap pagi di Dusun Seseh untuk memastikan para siswa dapat berangkat ke sekolah dengan aman.

Langkah ini sangat penting karena setelah terjadinya longsor pada Jumat (2/1) malam, jarak tempuh menuju sekolah meningkat drastis menjadi sekitar 14 kilometer.

Sebelumnya, jarak tersebut hanya beberapa kilometer saja. Perubahan ini membuat perjalanan ke sekolah menjadi lebih menantang bagi anak-anak terutama tanpa transportasi memadai.

“Karena jarak sekolah sekarang menjadi jauh, maka kami fasilitasi mobil antar jemput gratis untuk anak-anak,” jelas Totok lebih lanjut.

Awal mula kebijakan ini berasal dari permohonan Pengawas Sekolah Dasar Kecamatan Gemawang, Arif Setiawan.

Arif menyampaikan kondisi kritis tersebut langsung kepada Bupati Temanggung, Agus Setyawan.

Jalur terdekat melalui jembatan Seseh dinilai terlalu berisiko, terutama saat musim hujan tiba.

“Memang lebih dekat kalau lewat trase jembatan Seseh. Tapi kalau dipaksakan saat musim hujan seperti ini, jalanan becek, licin, dan berlumpur. Sangat berbahaya untuk motor,” ungkap Arif.

Sejak kejadian longsor tersebut, jalur utama benar-benar terputus. Anak-anak sekolah tidak punya pilihan selain menggunakan jalur alternatif yang membentang sepanjang 14 kilometer untuk mencapai sekolah mereka.

Jarak sejauh itu jelas menjadi tantangan besar bagi siswa sekolah dasar jika harus ditempuh setiap hari tanpa adanya transportasi yang mendukung.

Arif juga mengungkapkan bahwa berdasarkan pengalaman dari bencana sebelumnya, pihak sekolah sering kali terpaksa menanggung biaya tinggi untuk menyewa kendaraan guna memastikan kelancaran aktivitas belajar mengajar.

Biaya sewa kendaraan bisa mencapai Rp 500 ribu per hari hanya untuk satu unit kendaraan saja.

“Tujuannya ke SD Negeri 2 Gemawang. Sampai saat ini sekolah benar-benar kesulitan karena belum mendapatkan kendaraan,” keluhnya.

Bupati Temanggung Agus Setyawan merespons laporan tersebut dengan cepat dan efisien.

Ia langsung meminta Kepala Pelaksana BPBD Temanggung untuk menyiapkan armada khusus bagi para siswa yang terdampak bencana longsor ini agar mereka tetap bisa melanjutkan pendidikan tanpa hambatan besar.

Kondisi darurat seperti ini memang memerlukan tindakan sigap dari berbagai pihak terkait demi menjaga keberlangsungan pendidikan anak-anak di daerah terdampak bencana alam seperti tanah longsor.

Kehadiran armada antar jemput gratis dari BPBD adalah solusi konkret dan sangat membantu di tengah keterbatasan akses transportasi umum yang ada. (*/dda)

Berita Sebelumnya
Dana Desa 2026 Turun Rp34 Miliar

Dana Desa Purbalingga 2026 Turun 34 Miliar, Pemdes Dipaksa Lebih Berhemat

Berita Selanjutnya
Wijayakusuma FC Target Curi Poin

Pelatih M. Yahya Optimis Wijayakusuma FC Bisa Curi 3 Poin di Kandang Persibat