BANYUMASEKSPRES.ID, KUWARASAN – Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, menekankan pentingnya peran organisasi kemasyarakatan keagamaan sebagai mitra strategis pemerintah.
Kehadiran organisasi seperti Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dinilai krusial dalam menjaga harmoni sosial serta meningkatkan toleransi di tengah keberagaman masyarakat.
Pernyataan ini disampaikan Bupati Lilis saat menghadiri pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah LDII Kabupaten Kebumen periode 2025–2030, yang digelar di GOR PP Baitussyakur, Desa Kuwaru, Kecamatan Kuwarasan, Minggu (28/12).
Dalam arahannya, Bupati Lilis berharap LDII dapat terus berperan aktif menumbuhkan nilai-nilai toleransi dan memperkuat kerukunan antarumat beragama di Kebumen. Ia menekankan bahwa keberagaman adalah kekayaan yang harus dijaga bersama demi terciptanya masyarakat yang harmonis.
“Kebumen adalah rumah bersama bagi berbagai latar belakang dan tradisi. Saya mengajak LDII untuk aktif menumbuhkan toleransi dan menjaga kerukunan antar umat beragama. Pemerintah daerah selalu membuka ruang kerja sama yang konstruktif untuk kepentingan warga dan pembinaan generasi muda,” ujar Bupati Lilis.
Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 51 pengurus DPD LDII Kebumen resmi dilantik dan dikukuhkan. Prosesi pelantikan dipimpin oleh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah LDII Provinsi Jawa Tengah, Prof Dr Singgih Tri Sulistiyono MHum.
Kepengurusan DPD LDII Kebumen periode 2025–2030 dipimpin oleh H Gunardi sebagai ketua, dengan Drs Agus Septadi menjabat sebagai Ketua Dewan Penasihat.
Ketua DPD LDII Kebumen yang baru, H Gunardi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati Kebumen serta dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan keagamaan.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara organisasi keagamaan dan pemerintah daerah demi pembangunan sosial dan keagamaan yang berkelanjutan.
“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Daerah atas dana hibah untuk pembangunan masjid. Kami juga memohon bimbingan berkelanjutan dari Ibu Bupati. Jangan segan untuk menegur atau ‘menjewer’ kami jika langkah kami keluar dari koridor yang ada,” ujar Gunardi.
Gunardi juga memaparkan perkembangan organisasi LDII di Kebumen. Saat ini, LDII telah terbentuk di 23 kecamatan, dengan rencana ekspansi ke tiga kecamatan tambahan. Langkah ini dianggap penting untuk memperkuat jaringan dakwah dan kegiatan sosial keagamaan di seluruh wilayah Kebumen.
Sementara itu, Ketua DPW LDII Jawa Tengah, Prof Dr H Singgih Tri Sulistiyono, menekankan bahwa sinergi antara LDII Kebumen dan Pemerintah Kabupaten Kebumen telah berjalan dengan baik.
Ia mengingatkan para pengurus baru untuk menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab dan niat ibadah.
“Program utama kita adalah membentuk warga LDII yang religius dan amanah. Kepada pengurus baru, luruskan niat untuk mencari rida Allah dan pahala, karena tugas utama kita di dunia adalah beribadah,” tegas Prof Singgih.
Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum bagi LDII Kebumen untuk semakin aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan, sekaligus memperkuat kemitraan dengan pemerintah daerah.
Keterlibatan organisasi keagamaan ini dinilai penting dalam membangun masyarakat yang toleran, harmonis, dan berbudaya inklusif.
Dengan dukungan pemerintah dan kesungguhan pengurus, LDII Kebumen optimistis dapat berkontribusi nyata dalam pembinaan generasi muda, pembangunan fasilitas keagamaan, serta menjaga kerukunan antarumat beragama di seluruh wilayah Kabupaten Kebumen. (mam/fam)
















