BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Pemerintah Kabupaten Purbalingga tengah melakukan revitalisasi Purbalingga Food Center (PFC) sebagai upaya menghidupkan kembali kawasan kuliner yang sempat sepi pengunjung.
Penataan ini ditujukan tidak hanya untuk mempercantik fasilitas, tetapi juga menjadikan PFC sebagai ruang publik yang nyaman dan menarik.
Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Kabupaten Purbalingga, Septi Khotimah, menyampaikan bahwa pembaruan tahap awal difokuskan pada penataan fisik.
Beberapa langkah yang dilakukan antara lain pemasangan lampu hias dan penyediaan tempat duduk untuk kenyamanan pengunjung.
“PFC sebagai salah satu langkah penataan, kita mulai lakukan pembaruan dengan memasang lampu hias dan tempat duduk,” ujar Septi.
Pemasangan fasilitas ini telah dimulai sejak Jumat (19/12/2025). Meski PFC belum sepenuhnya ramai, respons masyarakat cukup positif, terutama pada malam hari ketika aktivitas pengunjung mulai terlihat kembali.
“Responnya alhamdulillah cukup bagus. Dari pantauan di media sosial, beberapa masyarakat sudah mulai kembali berkunjung ke PFC, apalagi malam hari. Memang belum terlalu ramai, ditambah cuaca hujan, tapi kami optimis ke depannya PFC bisa hidup kembali,” tambahnya.
Selain penataan fisik, Dinperindag membuka peluang untuk pengembangan PFC melalui fasilitas hiburan tambahan.
Rencana ini masih menunggu persetujuan anggaran pada tahun 2026, sehingga upaya tersebut diharapkan dapat menarik lebih banyak pengunjung dan menciptakan pengalaman kuliner yang lebih menyenangkan.
“Di anggaran 2026, jika disetujui kami membuka peluang melalui fasilitas hiburan. Saat ini masih tahap pengajuan, semoga nanti bisa disetujui,” jelas Septi.
Upaya revitalisasi tidak berhenti pada fasilitas, tetapi juga mencakup penambahan banner dan penyeragaman tampilan kawasan agar terlihat lebih rapi, tertata, dan menarik secara visual.
“Agar lebih rapi dan tertata, kami berencana menambah banner dan penyeragaman tampilan,” ungkap Septi.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik PFC secara keseluruhan, sekaligus memberikan kesan profesional dan nyaman bagi masyarakat yang berkunjung.
Terkait rencana penataan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan PFC dan area Usman Janatin sebagai bagian dari penataan Alun-alun Purbalingga, Septi menyebut pendataan belum dilakukan. Proses tersebut masih menunggu kesiapan lokasi alternatif sebelum implementasi lebih lanjut bisa dilakukan.
“Sejauh ini belum, karena masih menunggu pembangunan di beberapa lokasi, seperti kawasan Usman Janatin yang belum selesai,” pungkasnya.
Dengan berbagai upaya ini, PFC diharapkan dapat kembali menjadi pusat kuliner favorit masyarakat Purbalingga sekaligus ruang publik yang hidup dan nyaman. (alw/fam)
















