Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Cerita Steven Wongso Dicoret dari KK: Tolak Dijodohkan karena Bau Badan

Dicoret dari Kartu KeluargaDicoret dari Kartu Keluarga
Steven Wongso

BANYUMASEKSPRES.ID, Steven Wongso, seorang selebritas yang kerap menjadi perbincangan publik, kini kembali menjadi sorotan setelah muncul kabar bahwa dirinya dicoret dari kartu keluarga akibat menolak perjodohan yang dirancang oleh keluarganya.

Kejadian ini tak hanya mengundang perhatian tetapi juga menimbulkan diskusi hangat di jagat maya terkait isu pernikahan yang sering kali melibatkan campur tangan keluarga.

Dalam sebuah unggahan di media sosial, Steven membeberkan alasannya menolak perjodohan tersebut.

“Kenapa pindah kartu keluarga (KK), karena aku tidak mau dijodohkan sama cewek bau. Bau banget kayak jengkol,” jelasnya dengan nada frustrasi.

Ia bahkan menyebutkan bahwa kelurahan tempat tinggalnya sempat menawarkan solusi dengan memberikan parfum kepada calon pasangan tersebut.

“Kelurahannya bilang ‘dikasih parfum mau enggak?’ Aku bilang ‘dia enggak ngerasa kalau dia bau, pak’,” ungkap Steven lebih lanjut.

Pernyataan Steven ini menggambarkan betapa sulitnya situasi yang ia hadapi. Ia merasa tidak mungkin menjelaskan kepada orang lain tentang masalah bau badan calon pasangan tersebut.

“Gimana kita menjelaskan ke orang yang dia tidak sadar kalau dia bau, pak. Dia mencium ketiaknya sendiri dan dia ketawa-ketawa,” ujarnya sambil menambahkan bahwa sang calon pasangan justru merasa percaya diri dengan aroma tubuhnya.

Penolakan Steven terhadap rencana perjodohan ini ternyata berdampak besar dalam kehidupannya.

Keluarganya mengambil langkah tegas dengan mengeluarkannya dari daftar anggota kartu keluarga, sebuah tindakan yang cukup mengejutkan banyak pihak.

“Gara-gara kamu aku dikeluarkan dari KK. Sekarang aku sendiri,” kata Steven sambil menunjukkan kartu keluarganya sebagai bukti.

Namun, Steven tampaknya tidak terlalu larut dalam kesedihan atau penyesalan atas keputusan keluarganya.

Justru, ia melihat hal tersebut sebagai kesempatan baru untuk mencari pasangan hidup yang sesuai dengan keinginannya.

Melalui media sosial, ia mengumumkan niatnya untuk menemukan calon istri yang akan bergabung dalam kartu keluarganya yang baru.

“Karena sekarang kartu keluarga aku sudah sendiri, maka tahun ini aku bakal menikah buat mencari siapa cewek yang tidak beruntung yang akan menjadi satu KK bareng aku,” ungkapnya dengan nada optimis.

Dalam pencariannya tersebut, Steven tidak ragu untuk menyampaikan kriteria calon istri yang dicari.

“Kriterianya boleh Kristen, Konghucu, Katolik, Budha enggak apa-apa karena ujung-ujungnya bakal aku mualafin,” tambahnya sambil menyatakan bahwa satu-satunya syarat mutlak adalah calon istri tidak boleh memiliki masalah bau badan.

“Segera kirimkan CV kalian, kriterianya bebas asal jangan satu yaitu bau badan,” tutupnya dalam unggahan Instagram-nya.

Kisah Steven Wongso ini membuka diskusi lebih luas mengenai praktik perjodohan yang masih terjadi di masyarakat modern dan tantangan pribadi yang sering kali harus dihadapi seseorang ketika berada dalam situasi serupa.

Di satu sisi, ada nilai-nilai tradisional dan harapan keluarga yang harus dipertimbangkan sementara di sisi lain, ada keinginan individu untuk menentukan jalan hidupnya sendiri.

Tidak dapat dipungkiri bahwa pernikahan merupakan salah satu tahap penting dalam kehidupan seseorang dan melibatkan banyak pertimbangan emosional serta rasional.

Steven Wongso menekankan bahwa keputusannya didasarkan pada pandangan hidup dan prinsip-prinsip pribadi yang ia pegang teguh meskipun harus menghadapi konsekuensi serius seperti dikeluarkan dari kartu keluarga.

Sementara itu, isu bau badan yang dibicarakan oleh Steven juga menarik perhatian netizen karena meskipun terkesan sepele merupakan salah satu faktor personal penting dalam hubungan interpersonal.

Hal ini menunjukkan bagaimana penampilan dan kebersihan diri masih dianggap sebagai bagian integral dari daya tarik seseorang terutama dalam konteks hubungan romantis.

Seiring dengan berkembangnya berita ini di media sosial banyak pengguna internet memberikan dukungan kepada Steven serta membagikan pengalaman serupa terkait tantangan dalam perjodohan dan harapan orang tua terhadap anak-anak mereka ketika memasuki fase kehidupan dewasa termasuk pilihan pasangan hidup. (*/dda)

Berita Sebelumnya
Kopassus TNI AD membuka rekrutmen bagi para prajurit terbaik yang ingin bergabung dalam pasukan elite

Link Rekrutmen Kopassus TNI AD 2026, Simak Syarat Lengkap dan Tahapan Seleksinya

Berita Selanjutnya
Ada beberapa ketentuan tertentu bagi pegawai SPPG untuk bisa diangkat menjadi PPPK

Tidak Semua Pegawai SPPG Diangkat Jadi PPPK, Begini Info Resmi dari BGN