BANYUMASEKSPRES.ID, Cinta Laura dan Arya Vasco, pasangan selebritas yang terkenal di Indonesia, telah mengambil langkah berani dalam menjaga kualitas hubungan mereka di tengah era digital yang semakin maju.
Mereka mengambil keputusan untuk membatasi penggunaan gadget dalam interaksi pribadi sehari-hari.
Keputusan ini muncul dari kesadaran bahwa kecanduan media sosial telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan dan berdampak negatif pada kesehatan mental serta perkembangan jiwa manusia.
Menurut Cinta Laura, yang memiliki darah campuran Indonesia-Jerman, fenomena ini membuat banyak orang lebih fokus pada kehidupan orang lain daripada menikmati momen nyata yang ada di depan mata mereka.
“Aku hanya merasa hidup di dunia modern zaman sekarang gak sehat buat manusia saja. Kita terus-terusan scrolling, terus-terusan cek ponsel, kita nggak benar-benar terlibat, kita jarang mengobrol satu sama lain, lebih suka semuanya melalui gadget,” ungkapnya dengan penuh keprihatinan.
Sebagai langkah konkret untuk menanggulangi masalah ini dalam hubungan mereka, Cinta Laura dan Arya Vasco telah menetapkan aturan ketat soal penggunaan gadget.
Ketika mereka berkencan atau menghabiskan waktu bersama, penggunaan ponsel sangat dibatasi agar mereka bisa lebih terlibat dalam percakapan dan menikmati kehadiran satu sama lain.
“Tadi malam hanya makan malam di restoran Jepang berdua. Dan itu pun kita satu sama lain gak boleh cek ponsel karena kita pengen benar-benar hadir dan menikmati bisa mengobrol,” jelas Cinta Laura tentang pengalaman kencan mereka.
Bukan hanya sekadar aturan kencan, keseriusan pasangan ini menjaga kesehatan mental juga tercermin dalam rencana liburan akhir tahun mendatang.
Menyongsong tahun 2026, mereka merencanakan perjalanan ke Thailand untuk mengikuti program meditasi sebagai upaya menjernihkan pikiran dan menyeimbangkan emosi.
“Aku percaya aku ingin memulai tahun 2026 dengan pikiran yang jernih. Jadi kalau aku sih, keinginan aku adalah melakukan beberapa workshop meditasi supaya lebih grounded, lebih tenang perasaan dan hatinya,” kata Cinta Laura dengan antusiasme.
Arya Vasco mendukung sepenuhnya langkah ini dan menambahkan bahwa menjauh sejenak dari layar ponsel memberikan ketenangan dalam hubungan mereka.
“Kalau misalnya doa aku dan Cinta untuk lebih jauh dari ponsel, siapa tahu kalian juga bisa lebih jauh dari ponsel kalian,” pungkasnya dengan harapan bahwa tindakan mereka bisa menginspirasi orang lain.
Melalui keputusan-keputusan ini, pasangan tersebut menunjukkan komitmen terhadap kesehatan mental dan kualitas hubungan mereka di era digital yang sering kali membuat orang terjebak dalam rutinitas virtual tanpa interaksi nyata.
Kebijakan membatasi penggunaan gadget tidak hanya menjadi cara untuk lebih hadir satu sama lain tetapi juga sebagai bentuk protes terhadap ketergantungan teknologi yang berlebihan.
Di tengah maraknya penggunaan media sosial dan teknologi digital, langkah Cinta Laura dan Arya Vasco dapat dilihat sebagai seruan untuk kembali kepada nilai-nilai dasar interaksi manusia yaitu komunikasi langsung dan keterlibatan penuh saat bersama orang tercinta.
Dengan memilih untuk membatasi gadget di saat-saat intim, keduanya berusaha menciptakan ruang untuk percakapan mendalam yang sering terabaikan ketika layar ponsel mengambil alih perhatian.
Cinta Laura memahami bahwa tantangan terbesar adalah mengubah kebiasaan yang sudah tertanam kuat di masyarakat modern saat ini.
Namun dengan tekad kuat dan dukungan dari Arya Vasco, keduanya berharap dapat menjalani gaya hidup yang lebih sehat secara emosional serta menjadi inspirasi bagi banyak pasangan lainnya.
Melalui rencana menuju Thailand untuk meditasi akhir tahun nanti, Cinta Laura ingin menyampaikan pesan penting bahwa kesejahteraan mental adalah prioritas utama yang harus dijaga dengan berbagai cara termasuk menjauh sejenak dari hiruk-pikuk dunia maya.
Dengan memperdalam praktik meditasi seperti yang direncanakan oleh pasangan selebritas ini akan membantu menghadapi tekanan kehidupan modern sekaligus membuka ruang baru bagi pertumbuhan pribadi maupun hubungan asmara antara keduanya. (*/dda)
















