BANYUMASEKSPRES.ID, Di tengah kesibukan sebagai seorang figur publik dan ibu dari lima anak, Sheila Marcia memiliki strategi unik untuk menjaga keharmonisan keluarganya.
Terkenal sebagai aktris dan penyanyi, Sheila menegaskan pentingnya kualitas kebersamaan dibandingkan sekadar kuantitas waktu yang dihabiskan bersama.
Dalam era digital yang serba cepat ini, ia menganggap disiplin dalam penggunaan gadget saat berkumpul dengan anggota keluarga sebagai salah satu aturan utama yang harus ditegakkan.
Sheila memahami bahwa perangkat elektronik sering kali menjadi penghalang dalam membangun komunikasi hangat di dalam keluarga.
Oleh karena itu, ia menerapkan aturan tegas: ketika waktu berkumpul bersama keluarga dimulai, semua gadget harus disingkirkan.
Tidak ada ponsel, tidak ada distraksi dari media sosial, dan tidak ada urusan pekerjaan yang boleh mengganggu momen tersebut.
“Jadi, handphone taruh, semua taruh. Jadi, benar-benar quality time sama mereka,” ujar Sheila Marcia saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, baru-baru ini.
Sebagai istri dari Dimas Akira, Sheila menekankan pentingnya kesadaran penuh dalam membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga. Saat bekerja, fokusnya hanya tertuju pada tanggung jawab profesionalnya.
Namun begitu jam keluarga tiba, perhatian utamanya hanya untuk suami dan anak-anaknya.
Ia berusaha agar kedua peran penting ini tidak saling tumpang tindih atau mengganggu satu sama lain.
Dengan lima anak yang membutuhkan perhatian khusus, Sheila menyadari kehadiran fisik dan emosional seorang ibu sangat penting untuk perkembangan mereka.
Oleh karena itu, ia lebih selektif dalam menerima pekerjaan terutama yang memerlukannya sering meninggalkan rumah.
Ia memilih untuk mengurangi aktivitas kerja yang terlalu menyita waktu agar dapat tetap mendampingi pertumbuhan dan perkembangan anak-anaknya secara langsung.
“Kita memang harus pintar-pintar atur waktu. Kalau kerja, ya kerja. Tapi kalau sudah sama keluarga, ya sudah, fokus ke mereka,” ujarnya dengan tegas.
Hebatnya lagi, quality time bagi keluarga Sheila Marcia tidak selalu melibatkan liburan mewah atau kegiatan besar yang menguras biaya.
Justru kebersamaan mereka lebih sering diisi oleh aktivitas sederhana namun penuh makna. Salah satu favorit mereka adalah makan bersama.
Momen ini dimanfaatkan untuk saling bercerita, bercanda, dan tertawa lepas tanpa sekat pembatas.
“Mau makan, mau jalan-jalan, Mama kita sih biasanya paling suka makan bareng gitu. Jadi kita bisa makan sambil nyanyi bareng di mobil bisa ketawa,” kata Sheila dengan antusias.
Selain makan bersama perjalanan singkat menggunakan mobil pun menjadi ruang kebersamaan yang menyenangkan bagi keluarga ini.
Kegiatan bernyanyi bersama berbagi cerita ringan hingga tertawa atas hal-hal sepele menjadi kenangan yang menurut Sheila jauh lebih berharga dibanding hadiah mahal sekalipun.
Kebiasaan unik lainnya dalam keluarga ini adalah berbelanja camilan bersama-sama.
Sheila mengaku lebih senang mengalokasikan uang untuk membeli berbagai jenis snack dibandingkan membeli barang-barang mewah seperti pakaian atau aksesori mahal.
Baginya kulkas yang penuh dengan camilan justru memberikan kebahagiaan tersendiri bagi anak-anaknya.
“Kita juga belanja belanja bukan belanja apa tapi belanja snack bukan yang kayak ya baju kadang-kadang lah tapi biasanya kita snack apa taruh di kulkas gitu,” ungkapnya sambil tersenyum puas.
Menurut pandangan Sheila hal-hal sederhana seperti itulah yang membuat anak-anak merasa diperhatikan dan dicintai sepenuhnya oleh orang tua mereka.
Ia percaya kedekatan emosional tidak dibangun dari kemewahan materi melainkan dari kehadiran nyata serta kebiasaan kecil sehari-hari dilakukan bersama secara konsisten.
Dalam hal komunikasi Sheila mengaku tidak mengalami banyak kesulitan karena ia telah menerapkan pola komunikasi terbuka di dalam keluarganya sejak awal.
Anak-anaknya sudah cukup pengertian ketika sang ibu harus bekerja karena ia selalu berusaha menjelaskan jadwal kerjanya kepada mereka dan memastikan ada waktu pengganti untuk kebersamaan setelah pekerjaannya selesai.
“Oke ‘Mama kerja ya tanggal sekian sekian.’ ‘Oke Mam nanti kapan waktu buat kita?’ Kadang cuma kayak gitu,” ungkapnya menjelaskan betapa pentingnya komunikasi jujur dan jelas demi menjaga hubungan baik dengan anak-anak.
Dengan komunikasi yang transparan seperti ini anak-anak merasa dihargai serta dilibatkan dalam pengambilan keputusan penting dalam keluarga mereka tahu bahwa meskipun sang ibu sibuk bekerja ada komitmen kuat darinya untuk tetap menyediakan waktu khusus bagi mereka.
Selain mengatur pola asuh serta waktu keluarga Sheila Marcia juga mengambil keputusan besar dalam hidupnya dengan memilih tinggal di Bali keputusan ini bukan tanpa alasan kuat dibalik pilihannya tersebut Sheila mengaku memilih Pulau Dewata demi mendapatkan kenyamanan serta ketenangan jauh dari hiruk-pikuk dunia hiburan.
Diketahui bahwa Sheila Marcia memiliki lima orang anak dari pernikahan berbeda meskipun begitu ia berusaha keras menjadi ibu adil penuh perhatian bagi seluruh anak-anaknya prinsip quality time komunikasi terbuka serta kesederhanaan menjadi fondasi utama dalam mendidik mereka.
Dengan adanya komitmen kuat aturan jelas serta kesadaran tulus untuk benar-benar hadir bagi orang-orang terkasih kebahagiaan dapat tumbuh subur bahkan dari hal-hal paling sederhana sekalipun (*/dda)
















