Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

DANA Luncurkan Aplikasi Khusus Remaja, Giatkan Peka Keuangan Sejak Dini

DANA Premini Resmi Diluncurkan Mudahkan Remaja Melek Keuangan Digital Sejak DiniDANA Premini Resmi Diluncurkan Mudahkan Remaja Melek Keuangan Digital Sejak Dini

BANYUMASEKSPRES.ID, Platform dompet digital DANA kembali menghadirkan inovasi baru untuk memperluas akses layanan finansial bagi generasi muda.

Pada Selasa (25/11), DANA meluncurkan DANA Premini, sebuah aplikasi keuangan yang dirancang khusus untuk remaja berusia 13 hingga 17 tahun.

Langkah ini sekaligus menjadi upaya perusahaan dalam meningkatkan pemahaman finansial di kalangan pelajar, yang selama ini masih memiliki tingkat literasi cukup rendah.

CEO DANA, Vinve Iswara, menjelaskan bahwa melalui akun khusus yang diberi sebutan “akun banking”, remaja dapat mulai belajar mengelola uang dan memahami layanan keuangan digital secara aman.

Mulai dari top up saldo, transaksi QRIS, hingga fitur pembayaran lainnya dapat diakses dengan pengawasan ketat.

“Akun ini memungkinkan pelajar memahami keuangan sejak dini, tetapi tetap mengikuti prinsip kehati-hatian,” ujar Vinve dalam acara peluncuran.

Peluncuran DANA Premini dilatarbelakangi oleh hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan.

Simak Keunggulan DANA Premini Bagi Remaja

Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia berada di angka 66,46%, sementara inklusi keuangan mencapai 80,5%.

Namun, untuk kelompok usia 15–17 tahun, angkanya justru berada di bawah rata-rata nasional—yakni 51,68% untuk literasi dan 74% untuk inklusi.

Di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa jumlah remaja usia 10–19 tahun mencapai 44 juta jiwa, menjadi alasan kuat pentingnya peningkatan literasi finansial di usia tersebut.

Salah satu tantangan terbesar dalam menyediakan layanan keuangan untuk remaja adalah verifikasi identitas digital, terutama bagi mereka yang belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Proses verifikasi dianggap sangat penting karena berkaitan langsung dengan keamanan identitas dan perlindungan akun.

“Ini menjadi hambatan utama karena belum semua remaja memiliki identitas digital yang lengkap,” jelas Vinve.

Sejak 2018, DANA bekerja sama dengan Dukcapil Kemendagri untuk mengakses layanan data kependudukan, mulai dari web service hingga teknologi face recognition.

Hingga 2025, lebih dari 92 juta akses telah dilakukan, terdiri atas 84 juta melalui web service, hampir 8 juta melalui portal inquiry, dan lebih dari 300 ribu melalui verifikasi biometrik wajah.

Dukcapil mencatat jumlah penduduk Indonesia pada semester I/2025 mencapai 286,69 juta jiwa, dengan 212,5 juta di antaranya merupakan penduduk wajib KTP.

Meski 98,08% sudah melakukan perekaman e-KTP, jumlah pemilik identitas baru selalu bertambah setiap hari seiring banyaknya penduduk yang masuk usia 17 tahun.

Untuk anak-anak, terdapat 74,8 juta penduduk yang berhak memiliki Kartu Identitas Anak (KIA), namun baru 62,10% yang telah memilikinya. Kondisi ini membuat layanan verifikasi berbasis NIK dan Kartu Keluarga menjadi solusi penting.

DANA Premini menggunakan sistem verifikasi identitas digital yang terhubung dengan NIK dan KIA melalui kolaborasi bersama Dukcapil.

Menurut Head of Identity Management DANA, Handayani, remaja yang belum memiliki KTP dapat menggunakan verifikasi biometrik milik orang tua.

Proses aktivasi mengharuskan pengguna mengunggah KIA atau Akta Kelahiran, foto Kartu Keluarga, serta melakukan swafoto.

Orang tua juga wajib memberikan izin melalui nomor yang terdaftar. Seluruh proses dipastikan membutuhkan waktu maksimal dua hari kerja.

Head of Product DANA Indonesia, Stevanus Fanius, menambahkan bahwa satu akun orang tua dapat ditautkan dengan hingga lima akun anak.

Tujuan utama fitur ini adalah memastikan aktivitas transaksi digital remaja tetap berada di bawah pengawasan. “Bila orang tua memiliki beberapa anak, semuanya bisa ditautkan dalam satu akun induk,” jelasnya.

Fitur yang tersedia pada DANA Premini hampir sama dengan akun premium dewasa, seperti top up, QRIS, hingga transfer uang.

Bedanya, saldo maksimal yang dapat disimpan lebih kecil, menyesuaikan kebutuhan remaja. Meski demikian, pengguna tetap dapat melakukan berbagai aktivitas transaksi digital tanpa batasan fungsi.

Stevanus memastikan bahwa saat remaja sudah memasuki usia 17 tahun, akun Premini dapat ditingkatkan menjadi akun DANA Premium dengan limit saldo yang lebih besar.

Dengan kehadiran DANA Premini, perusahaan berharap dapat mendorong generasi muda untuk lebih mengenal konsep pengelolaan uang, transaksi digital, hingga keamanan identitas sejak usia sekolah.

Selain DANA Premini, ada juga dompet digital yag kembangkan platform tabungan yakni Celengan by Superbank, platform ini membantu masyarakat terutama remaja untuk giat menabung.

Baik langkah DANA Premini maupun platform lain memperkuat literasi keuangan nasional dan menyiapkan generasi muda yang lebih siap menghadapi berkembangnya ekosistem digital di Indonesia.(*/nds)

Berita Sebelumnya
Ibu penerima bansos

PKH, BPNT, dan PBI Bisa Dihentikan bagi KPM yang Terindikasi Ketidaklayakan

Berita Selanjutnya
Progres Pembangunan Puskesmas Kembaran I Lambat

Progres Pembangunan Puskesmas Kembaran I Lambat, Dinkes Banyumas Perketat Pengawasan