Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Diduga Milik Gangster, Motor PCX Dipreteli Warga Usai Kecelakaan Maut di Sokaraja

Motor Diduga Milik Geng Motor Dipreteli WargaMotor Diduga Milik Geng Motor Dipreteli Warga
RUSAK: Sepeda motor Honda PCX yang terlibat kecelakaan maut di Sokaraja diduga dirusak warga

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Sebuah video yang merekam aksi sejumlah warga mempreteli sepeda motor Honda PCX setelah kecelakaan maut di Sokaraja mendadak viral di media sosial.

Dalam narasi video tersebut, sepeda motor itu diduga milik anggota geng motor yang terlibat dalam insiden tersebut.

Namun, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai dugaan ini.

Meskipun begitu, pihak kepolisian telah mengonfirmasi bahwa kecelakaan lalu lintas yang terjadi mengakibatkan satu korban tewas dan sembilan lainnya mengalami luka-luka.

Peristiwa tragis ini berlangsung pada Minggu dini hari (1/2/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.

Lokasi kejadian berada di Jalan Raya Soeparjo Rustam, tepatnya di depan Kantor PGRI Kabupaten Banyumas, Desa Sokaraja Kulon.

Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyumas Iptu Metri Zul Utami menjelaskan bahwa pihaknya juga tengah mendalami aksi perusakan kendaraan oleh warga yang terjadi sesaat setelah kecelakaan.

“Peristiwa perusakan kendaraan oleh warga masih kami selidiki, karena memang saat di TKP banyak warga berkerumun,” ujarnya kepada awak media pada Senin (2/2/2026).

Kecelakaan tersebut melibatkan sebuah mobil Suzuki Pickup dengan nomor polisi R-8259-BL, yang dikemudikan oleh AR (22), seorang warga Kalimanah.

Mobil tersebut menabrak sepeda motor Honda PCX dengan nomor polisi R-4779-LAC yang melaju searah di depannya.

Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), diketahui bahwa mobil pickup melaju dari arah barat menuju timur dengan kecepatan tinggi, sedangkan sepeda motor bergerak dengan kecepatan sedang.

Ketika sepeda motor mencoba bergerak ke kanan dan jaraknya terlalu dekat dengan mobil pickup, tabrakan pun tidak dapat terhindarkan.

Benturan keras menyebabkan sepeda motor beserta penumpangnya terseret hingga kedua kendaraan terjerumus ke dalam selokan sebelah kiri jalan.

Sepeda motor tersebut ditumpangi tiga orang yakni RH (16), HF (15), dan FYS (16). FYS meninggal dunia dalam perjalanan menuju RSUD Margono, sementara RH dan HF mengalami luka-luka dan saat ini masih menjalani perawatan medis. Total korban dari sepeda motor berjumlah tiga orang.

Di sisi lain, mobil pickup tersebut mengangkut tujuh orang termasuk sopirnya.

Enam penumpang lainnya adalah KK (19), LF (19), HF (19), BN (19), JF (17), dan RZ (19).

Semuanya mengalami luka-luka dengan satu orang harus dirawat inap dan lima lainnya menjalani rawat jalan.

Isu yang berkembang di masyarakat menyebutkan bahwa kendaraan ini terkait dengan geng motor remaja hingga memicu kemarahan warga setempat.

Namun demikian, polisi menegaskan bahwa dugaan keterkaitan dengan geng motor belum dapat dipastikan kebenarannya sehingga masih dalam tahap pendalaman lebih lanjut.

“Untuk dugaan keterkaitan dengan geng motor, kami masih melakukan pendalaman,” tegas Iptu Metri kepada awak media.

Insiden ini memang menjadi perhatian publik terutama karena viralnya video aksi warga yang merusak sepeda motor usai kecelakaan.

Banyak pihak berharap agar penyelidikan dapat segera menemukan titik terang sehingga spekulasi yang beredar bisa diluruskan.

Selain itu, kejadian ini juga menyoroti masalah disiplin berlalu lintas dan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya berkendara secara ugal-ugalan baik bagi diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Pemerintah daerah bersama pihak kepolisian diharapkan dapat mengambil langkah tegas untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.

Hingga saat ini kasus kecelakaan maut di Sokaraja masih terus ditangani oleh pihak berwenang untuk memastikan seluruh aspek penyebab serta dampaknya dapat terungkap secara jelas demi memberikan keadilan bagi para korban serta mencegah spekulasi liar berkembang di tengah masyarakat.(zet/stch/dda)

Berita Sebelumnya
61 Warga Binaan High Risk Dipindah ke Nusakambangan

Kanwil Kemenkumham Jateng Pindahkan 61 Warga Binaan High Risk ke Nusakambangan

Berita Selanjutnya
PMII Tagih Janji Penetapan Tersangka

Mahasiswa PMII Demo Kejari Purworejo, Desak Penetapan Tersangka Kasus Mini Zoo