Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Diduga Tak Ada Pembatas, Siswi SMK Terjatuh dari Lantai Empat Gedung UT Purwokerto

Siswi smk tejatuh dari gedung utSiswi smk tejatuh dari gedung ut
Siswi SMK meninggal dunia usai terjatuh dari lantai 4 Gedung Baru UT Purwokerto, Kamis (31/7).

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Sebuah insiden tragis mewarnai peresmian gedung baru Universitas Terbuka (UT) Purwokerto pada Kamis (31/7). Seorang siswi SMK Negeri 3 Banyumas, yang dikenal dengan inisial MA, kehilangan nyawanya setelah terjatuh dari lantai empat gedung tersebut.

Gedung ini memiliki ketinggian sekitar 12 meter dan kejadian tersebut sontak mengguncang acara yang seharusnya menjadi momen perayaan.

MA, yang merupakan warga Desa Pasinggangan, Kecamatan Banyumas, saat itu sedang bertugas sebagai asisten perias penari dalam rangkaian kegiatan peresmian.

Peran ini menempatkan MA dalam posisi penting untuk memastikan para penari tampil prima di hadapan para tamu undangan.

Sekitar pukul 09.00 WIB, MA sempat mengantarkan salah satu temannya ke bawah menggunakan lift gedung. Namun, setelah itu ia berencana kembali ke lantai empat untuk melanjutkan tugasnya.

Tidak lama berselang, suasana tenang berubah menjadi gaduh ketika terdengar suara keras dari arah bawah gedung. Jeritan para pengunjung mengiringi jatuhnya MA yang mengejutkan banyak orang di lokasi.

Teman MA yang baru saja diturunkan oleh lift pun terkejut dan bergegas mendekati sumber keramaian untuk memastikan apa yang telah terjadi.

Kapolresta Banyumas Kombes Pol Ari Wibowo melalui Kapolsek Purwokerto Utara Kompol Margono memberikan konfirmasi terkait insiden ini.

“Benar ada orang jatuh dari lantai 4. Korban masih hidup saat ditemukan dan langsung dibawa ke rumah sakit,” ungkap Margono kepada awak media.

Sayangnya, upaya penyelamatan tidak membuahkan hasil yang diharapkan. Nyawa MA tidak dapat diselamatkan meski telah dilarikan ke rumah sakit terdekat dengan segera.

Kejadian ini menciptakan kepanikan serta ketegangan di antara para hadirin yang menyaksikan langsung insiden tersebut.

Pihak kepolisian kini tengah menyelidiki lebih lanjut penyebab pasti dari kecelakaan tragis ini.

Dugaan awal menunjukkan bahwa lantai empat gedung belum dilengkapi dengan pagar pembatas yang memadai sehingga meningkatkan risiko kecelakaan bagi siapa pun yang berada di sana tanpa pengawasan ketat.

“Kami masih kumpulkan barang bukti dan keterangan saksi-saksi,” tambah Margono dalam keterangan lanjutannya.

Proses penyelidikan ini melibatkan pengumpulan informasi dari berbagai saksi mata serta analisis forensik terhadap tempat kejadian perkara (TKP).

Hal ini dilakukan guna memastikan apakah ada kelalaian atau faktor lain yang mungkin berkontribusi terhadap jatuhnya korban.

Penyelidikan juga mencakup pemeriksaan struktur bangunan untuk menilai apakah ada unsur pelanggaran standar keamanan bangunan.

Di sisi lain, suasana lokasi kejadian sempat mencekam pasca-insiden dan menyebabkan kepanikan di kalangan para pengunjung acara peresmian gedung baru UT Purwokerto.

Banyak di antara mereka yang larut dalam kekhawatiran akan keselamatan mereka sendiri dan saling bertanya-tanya bagaimana tragedi seperti itu bisa terjadi.

Dalam konteks keselamatan bangunan, insiden seperti ini sering kali memicu diskusi lebih lanjut mengenai pentingnya penerapan standar keselamatan dan perlindungan bagi pengunjung maupun pekerja di area konstruksi serta gedung-gedung publik lainnya.

Ketiadaan pembatas atau pagar pengaman pada area rawan seperti tangga atau balkon dapat menjadi ancaman serius jika tidak ditangani dengan baik oleh pihak pengelola.

Pemerintah daerah bersama institusi terkait diharapkan dapat segera melakukan evaluasi dan inspeksi tambahan terhadap fasilitas umum untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.

Tindakan preventif seperti pemasangan pagar pembatas yang memenuhi standar keamanan serta peningkatan kesadaran akan pentingnya keselamatan kerja harus menjadi prioritas utama.

Sementara itu, keluarga korban tentu mengalami duka mendalam akibat kehilangan putri tercinta secara tiba-tiba dalam situasi mengenaskan ini.

Dukungan moril serta perhatian dari masyarakat sangat dibutuhkan untuk membantu mereka melewati masa-masa sulit pasca-kejadian tragis tersebut.

Insiden jatuhnya siswi SMK N 3 Banyumas dari gedung baru UT Purwokerto bukan hanya sebuah tragedi personal tetapi juga sebuah panggilan bagi semua pihak terkait agar lebih memperhatikan aspek keselamatan dalam setiap kegiatan pembangunan maupun operasional fasilitas publik. (alw/stch)

Berita Sebelumnya
Dana pip 2025 (1)

Cara Mengurus Dana PIP 2025 yang Belum Cair Agar Tidak Hangus

Berita Selanjutnya
Bettles menang dramatis di etape 3

Carter Bettles Menang Dramatis di Tengah Hujan - Balap Etape 3 Tour de Banyuwangi Ijen 2025