Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Lapangan Takraw Kecamatan Sumpiuh Banyumas Belum Siap Dipakai

Lapangan takraw belum siap dipakaiLapangan takraw belum siap dipakai
Anak-anak bermain di lapangan sepak takraw out door yang belum selesai pembangunannya, Rabu (30/7).

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Proyek pembangunan lapangan sepak takraw di kompleks Kantor Kecamatan Sumpiuh hingga kini masih belum dapat dimanfaatkan dengan optimal.

Meski lampu penerangan telah terpasang, fasilitas esensial seperti garis lapangan dan net masih belum tersedia, sehingga lapangan tersebut belum bisa digunakan untuk latihan oleh para atlet.

Hal ini menjadi perhatian serius bagi Camat Sumpiuh, Ahmad Suryanto, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kabupaten Banyumas.

Dalam upaya memenuhi kebutuhan tersebut, pihak kecamatan terus berusaha mencari solusi agar lapangan ini segera dapat difungsikan.

Ahmad menjelaskan bahwa meskipun lampu penerangan sudah dipasang, namun elemen penting seperti garis dan net belum tersedia.

“Sudah ada lampu, tapi garis dan net belum. Kita upayakan cari dana atau usulkan lagi anggaran ke kabupaten,” ungkapnya pada Selasa (29/7).

Ia mengungkapkan bahwa pembangunan ini memang dilakukan secara bertahap. Pada tahun anggaran 2025 ini, fokus utama adalah pada instalasi lampu penerangan.

Sayangnya, penyediaan kelengkapan teknis lainnya seperti pengecatan garis dan pemasangan net belum dapat direalisasikan akibat keterbatasan dana.

Sebelumnya, pada tahun anggaran 2024, Pemerintah Kabupaten Banyumas melalui Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp188,462 juta.

Dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan lapangan bola voli dan sepak takraw di area kantor kecamatan.

Namun demikian, sampai saat ini progres pembangunannya masih belum selesai sehingga lapangan tersebut tampak terbengkalai dan tidak memenuhi standar kelayakan sebagai arena latihan yang memadai.

Kondisi ini menimbulkan kekecewaan terutama bagi para atlet takraw yang sangat membutuhkan fasilitas latihan yang layak.

Ahmad menegaskan pentingnya penyelesaian proyek ini secepat mungkin mengingat kebutuhan tempat latihan bagi para atlet sangat mendesak.

“Kita ingin lapangan ini benar-benar fungsional, tidak mangkrak. Apalagi ini bisa jadi pusat pembinaan atlet takraw di wilayah selatan Banyumas,” tegasnya dengan harapan besar agar Pemkab segera merespons usulan lanjutan untuk melengkapi fasilitas tersebut.

Saat ini, meskipun lapangan belum rampung sepenuhnya, justru lebih banyak dimanfaatkan oleh anak-anak sekitar untuk bermain di sore hari.

Sedangkan para atlet sepak takraw Sumpiuh harus mencari alternatif lain untuk berlatih yang jaraknya cukup jauh dari lokasi mereka seharusnya berlatih.

Dengan kondisi yang ada saat ini, Pemerintah Kecamatan Sumpiuh berharap agar pembangunan lanjutan dapat menjadi prioritas dalam waktu dekat.

Selain bertujuan mendukung pembinaan atlet lokal, fasilitas publik ini diharapkan dapat pula menjadi ruang aktivitas yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Perluasan infrastruktur olahraga semacam ini tidak hanya akan meningkatkan kualitas pelatihan para atlet tetapi juga memperkuat komunitas dengan menyediakan fasilitas yang dapat digunakan oleh masyarakat secara lebih luas.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang pengembangan olahraga daerah, upaya melengkapi sarana prasarana olahraga sangatlah penting terutama di kawasan-kawasan yang memiliki potensi besar namun sering kali terabaikan dalam perencanaan anggaran pemerintah.

Keberadaan lapangan sepak takraw yang fungsional diharapkan mampu mendorong minat generasi muda terhadap olahraga tradisional tersebut serta mencetak bibit-bibit atlet potensial dari wilayah selatan Banyumas.

Dengan adanya dukungan pemerintah daerah serta partisipasi aktif masyarakat setempat dalam menjaga dan merawat fasilitas publik semacam itu akan tercipta ekosistem olahraga yang sehat dan berkelanjutan.

Menanggapi situasi ini Ahmad menyatakan optimisme bahwa dengan kerja sama semua pihak termasuk pemerintah kabupaten serta komunitas lokal tujuan menjadikan lapangan sepak takraw sebagai pusat pembinaan olahraga dapat terwujud dalam waktu dekat.

“Harapannya kita semua bisa melihat lapangan ini berdiri megah bukan hanya sebagai tempat bermain tetapi juga sebagai simbol kebangkitan olahraga tradisional di daerah kita” pungkasnya memberikan dorongan semangat bagi semua pihak terkait.

Dalam konteks yang lebih luas penyediaan sarana olahraga yang memadai juga selaras dengan upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta mendorong partisipasi aktif dalam kegiatan positif khususnya bagi kalangan generasi muda. (fij/stch)

Berita Sebelumnya
Saldo dana gratis

Cara Cepat Pinjam Uang Lewat Fitur Dana Cicil, Limit Rp2,5 Juta Langsung Cair ke Akun

Berita Selanjutnya
Proses pencairan bsu dilakukan melalui sejumlah saluran, yakni bank himbara seperti bri, bni, mandiri, dan btn, serta bsi

Cara Cek BSU Masuk ke Rekening Mana Setelah Pengkinian Data, Cek Saldo Sekarang!