BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Langit Dieng kembali menjadi arena kemeriahan yang memukau dalam Dieng Culture Festival (DCF) 2025. Ribuan lampion yang diterbangkan oleh wisatawan memberikan keindahan tersendiri, menambah suasana syahdu pada Sabtu malam, 24 Agustus.
Lampion-lampion berwarna-warni tersebut berpadu dengan syahdu dinginnya udara pegunungan, menciptakan pemandangan yang menggetarkan hati saat lagu “Tanah Airku” mengalun dan membuat banyak pengunjung terdiam dalam haru.
Joda, seorang wisatawan asal Jakarta, merasakan pengalaman yang tak terlupakan saat pelepasan lampion tersebut.
“Ternyata seru banget, saya terkesan dengan pesta lampion ini. Tadi awalnya susah menerbangkan lampion, tapi setelah dicoba beberapa kali akhirnya bisa terbang juga,” ungkapnya dengan antusiasme.
Tidak hanya sekadar atraksi visual, Joda juga mengatakan bahwa ia menitipkan doa di balik lampion yang dilepaskannya.
“Saya bareng-bareng dengan teman cewek. Doanya sama, semoga segera ditemukan jodoh. Rasanya bisa melepas lampion sambil berdoa itu seru banget,” katanya sambil tersenyum.
Pengalaman serupa juga dialami oleh Irma, seorang wisatawan lainnya yang baru pertama kali mengikuti acara pesta lampion di DCF.
Ia mengungkapkan kesulitan saat mencoba menerbangkan lampionnya, sebelum akhirnya mendapatkan bantuan dari pengunjung lain.
“Tadi susah sekali menerbangkan lampion ternyata, karena memang baru pertama. Untungnya dibantu wisatawan lain jadi akhirnya bisa terbang,” tuturnya.
Irma pun tidak ketinggalan untuk menyematkan harapan pada lampion yang dilepaskannya.
“Doa saya, semoga tahun depan bisa ke sini lagi dengan orang-orang terdekatku dan lebih ramai lagi. Rasanya masih kurang karena ada beberapa teman yang tidak ikut,” ungkapnya penuh harap.
Pesta lampion dalam rangkaian acara DCF ini bukan hanya sekadar hiburan malam yang memanjakan mata saja, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi para wisatawan.
Setiap doa dan harapan yang disematkan dalam lampion-lampion tersebut menyatu di langit Dieng, menjadikannya salah satu momen paling dinanti setiap tahunnya.
Keindahan acara ini tidak hanya terletak pada visualnya saja tetapi juga pada makna mendalam dari kebersamaan dan refleksi diri yang dirasakan oleh setiap pengunjung.
DCF sendiri telah lama dikenal sebagai perayaan budaya yang menyatukan masyarakat lokal dan wisatawan dari berbagai wilayah untuk bersama-sama menikmati pesona alam dan budaya Dieng.
Setiap tahun acara ini semakin menarik minat pengunjung baik lokal maupun internasional, menjadikannya salah satu destinasi wajib bagi para pencinta budaya dan alam.
Selain pesta lampion, DCF juga menyuguhkan berbagai kegiatan menarik lainnya seperti pertunjukan seni tradisional hingga konser musik di bawah langit terbuka yang membuat suasana semakin meriah dan berkesan bagi para pengunjung.
Kehadiran festival ini memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal karena meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan turut mendongkrak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif masyarakat setempat.
Namun di balik kemeriahan tersebut tetap ada tantangan dalam menjaga kelestarian lingkungan Dieng yang terkenal dengan keindahan alamnya.
Pihak penyelenggara bersama dengan pemerintah daerah terus berupaya untuk mengedukasi para wisatawan agar senantiasa menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan selama berlangsungnya festival.
Penyelenggaraan Dieng Culture Festival tahun ini kembali berhasil memukau ribuan pasang mata, membuktikan bahwa tradisi dan modernitas bisa berjalan beriringan menciptakan pengalaman unik yang tak terlupakan bagi setiap pengunjungnya.
Seremonial pelepasan lampion ini dihiasi dengan cahaya warna-warni yang menerangi langit negeri di atas awan tersebut diiringi doa serta harapan ribuan orang menambah kekhidmatan suasana malam itu. (jud/stch)
















