Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Diguyur Hujan Lebat, Atap Rumah Warga Sempor Kebumen Ambruk

Atap Rumah Ambrol Diguyur Hujan LebatAtap Rumah Ambrol Diguyur Hujan Lebat
KERJA BAKTI: Anggota Polres Kebumen dan warga bekerja bakti membersihkan puing-puing rumah yang ambrol di Desa Selokerto, Kecamatan Sempor

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kebumen mengakibatkan atap rumah Rosyid Yatiman, warga Dukuh Jetis, Desa Selokerto, Kecamatan Sempor, ambruk pada Sabtu dini hari (17/1).

Insiden ini terjadi sekitar pukul 03.15 WIB dan meski tidak ada korban jiwa, kerugian material ditaksir mencapai Rp15 juta.

Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama melalui Wakapolres Kompol Faris Budiman menjelaskan bahwa runtuhnya atap dapur rumah tersebut disebabkan oleh kondisi material bangunan yang sudah tua dan rapuh.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Korban mengalami kerugian material. Selanjutnya personel sudah menuju ke lokasi untuk melakukan penanganan bersama warga,” ujar Kompol Faris pada Senin (19/1).

Hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung sejak malam hingga dini hari memperparah kondisi struktur atap, sehingga memicu keruntuhan.

Laporan mengenai kejadian ini telah diterima oleh Polsek Sempor pada Sabtu siang setelah warga setempat melaporkannya.

Menanggapi insiden tersebut, Polsek Sempor bersama unsur TNI, Tagana Kebumen, dan pemerintah desa turun ke lokasi untuk membantu membersihkan puing-puing bangunan.

Keterlibatan berbagai pihak dalam menangani situasi pascabencana menunjukkan solidaritas masyarakat dan aparat setempat dalam menghadapi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di wilayah tersebut.

“Tak bosan-bosan kami mengimbau warga agar mewaspadai kondisi bangunan rumah, terutama di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi,” tambah Kompol Faris.

Kerja bakti membersihkan puing-puing rumah yang roboh ini tidak hanya menjadi aktivitas fisik semata tetapi juga sebagai wujud kepedulian sosial antarwarga dan aparat.

Kehadiran anggota Polres Kebumen dan elemen terkait lainnya di lokasi kejadian turut memberikan rasa aman bagi warga setempat di tengah ancaman cuaca buruk yang terus mengintai.

Cuaca ekstrem seperti hujan lebat ini memang kerap kali menimbulkan dampak buruk bagi infrastruktur bangunan, khususnya bagi rumah-rumah dengan konstruksi lama atau material bangunan yang mulai menua.

Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat dan pemerintah daerah untuk lebih waspada serta melakukan langkah-langkah preventif guna meminimalisir risiko bencana serupa di masa mendatang.

Melihat situasi ini, penting bagi masyarakat untuk segera memeriksa dan memperbaiki bagian-bagian rumah yang rentan sebelum musim hujan tiba.

Langkah antisipatif ini dapat dilakukan dengan cara memperkuat struktur bangunan terutama pada bagian atap serta memastikan saluran air hujan berfungsi dengan baik agar tidak menyebabkan genangan air yang bisa melemahkan pondasi bangunan.

Selain itu, koordinasi antara warga dengan pihak berwajib seperti polisi dan dinas terkait juga perlu terus ditingkatkan agar penanganan bencana dapat dilakukan lebih cepat dan efisien.

Dengan begitu, dampak kerusakan yang dialami dapat diminimalisir dan keselamatan warga pun dapat lebih terjamin.

Pemerintah daerah juga memiliki peran krusial dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem serta menyediakan bantuan teknis bagi mereka yang membutuhkan perbaikan rumah akibat kerusakan.

Dalam kesempatan ini pula, aparat meminta dukungan dari seluruh lapisan masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang tidak menentu serta segera melapor ke pihak berwenang jika menemukan tanda-tanda kerusakan pada bangunan atau potensi bahaya lain akibat cuaca buruk.

Peristiwa runtuhnya atap rumah Rosyid Yatiman di Desa Selokerto menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana alam.

Solidaritas dan kerja sama antara warga dan pihak berwenang menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan cuaca ekstrem di masa mendatang. (cah/stch/dda)

Berita Sebelumnya
MK: Wartawan Tak Bisa Dijerat Sanksi Pidana

MK Tegaskan Wartawan Tak Bisa Langsung Dipidana atas Karya Jurnalistik

Berita Selanjutnya
Aturan Seleksi SNBT 2026 untuk Peserta Gap Year

Ini Cara Verval Lulusan untuk Daftar Akun SNPMB 2026 Bagi Gap Year