Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Dinnaker Purbalingga Catat Penurunan Pengangguran Terbuka Sebanyak 4,83 Persen pada 2025

Pengangguran Terbuka Turun Jadi 4,83 PersenPengangguran Terbuka Turun Jadi 4,83 Persen
Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Dinnaker Purbalingga, Riswanto

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Kabupaten Purbalingga mencatatkan progres signifikan dalam menurunkan angka pengangguran terbuka pada 2025.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Dinas Ketenagakerjaan (Dinnaker) Purbalingga, tingkat pengangguran terbuka berada di level 4,83 persen, lebih rendah dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 4,96 persen.

Penurunan ini menjadi sinyal positif bagi kondisi ketenagakerjaan di wilayah tersebut.

Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Dinnaker Purbalingga, Riswanto, menilai penurunan persentase ini sebagai indikator keberhasilan upaya yang dilakukan pemerintah daerah.

Pada 2024, jumlah pengangguran terbuka tercatat sekitar 29 ribu orang, dengan komposisi sekitar 22 ribu laki-laki dan 7 ribu perempuan.

Memasuki tahun 2025, meskipun persentasenya berkurang menjadi 4,83 persen atau turun sekitar 0,13 persen, secara absolut angka pengangguran masih berkisar pada angka 29 ribu orang.

Fenomena ini diakibatkan oleh peningkatan jumlah angkatan kerja yang terus bertambah setiap tahunnya.

Dalam penjelasannya, Riswanto menyebutkan bahwa pada tahun 2025 jumlah angkatan kerja di Purbalingga mencapai sekitar 612 ribu orang, naik sekitar 14 ribu orang dari tahun sebelumnya.

Penambahan ini berasal dari berbagai latar belakang pendidikan dan hampir terjadi secara konsisten setiap tahun.

Kondisi ini menghadirkan tantangan tersendiri dalam menurunkan angka pengangguran secara absolut.

Meskipun persentase pengangguran berkurang, laju pertumbuhan angkatan kerja membuat jumlah pengangguran tidak turun drastis.

Untuk mengatasi hal ini, Dinnaker Purbalingga berupaya mendorong pembukaan lapangan kerja baru baik di sektor formal maupun informal.

Di sektor formal, pemerintah daerah berfokus memfasilitasi masuknya investor yang dapat menyerap tenaga kerja lokal.

Sementara itu di sektor informal, masyarakat didorong untuk berwirausaha melalui berbagai pelatihan yang diselenggarakan di Balai Latihan Kerja (BLK).

“Selain mengikuti pelatihan dan penempatan kerja, peserta juga bisa berkembang menjadi wirausaha dengan adanya pelatihan ini,” ungkap Riswanto kepada awak media pada Minggu (11/1/2026).

Tidak hanya melalui pelatihan BLK, Dinnaker Purbalingga juga aktif menggelar job fair atau bursa kerja untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan.

Menurut Riswanto, kegiatan tersebut turut memberikan kontribusi terhadap penurunan angka pengangguran terbuka di daerah.

Di sisi lain, pelatihan kewirausahaan terus digalakkan bekerja sama dengan berbagai organisasi perangkat daerah untuk menumbuhkan wirausaha baru.

Upaya-upaya ini juga didukung oleh perbaikan kondisi ekonomi dan iklim usaha yang mulai membaik pada tahun 2025.

Riswanto menjelaskan bahwa jika pada tahun sebelumnya banyak perusahaan mengalami gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK), kini situasinya sudah mulai pulih.

“Permintaan dari dunia usaha sudah mulai membaik. Perusahaan yang sebelumnya melakukan PHK sekarang sudah mulai membutuhkan tenaga kerja lagi,” jelasnya.

Dinnaker Purbalingga telah menetapkan target jangka panjang untuk terus menurunkan angka pengangguran terbuka secara bertahap sejalan dengan visi dan misi Bupati Purbalingga hingga tahun 2030.

Target ambisius ini adalah untuk menekan angka pengangguran terbuka hingga mencapai 3,9 persen pada tahun tersebut.

Menurut Riswanto, secara teori ketika tingkat pengangguran terbuka berada di kisaran tiga persen maka daerah tersebut mendekati kondisi tanpa pengangguran meski dalam praktiknya dinamika pasar tenaga kerja selalu ada karena munculnya lulusan baru serta jeda waktu sebelum mereka terserap ke dunia kerja.

Keberhasilan dalam menekan angka pengangguran tidak hanya sekadar statistik melainkan juga merupakan refleksi dari kebijakan strategis yang tepat guna serta kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat setempat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Dengan demikian Purbalingga dapat terus bergerak maju menuju kesejahteraan sosial-ekonomi yang lebih baik bagi seluruh warganya. (alw/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Aksi Curanmor Terekam CCTV Warga

Aksi Curanmor Terekam CCTV di Ajibarang Banyumas, Warga Diminta Waspada

Berita Selanjutnya
Jay Idzes Gagal Redam AS Roma

Jay Idzes Jadi Sorotan Meski Sassuolo Tumbang 2-0 dari AS Roma