Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

DPRD Kebumen Dorong Ketahanan Pangan Rumah Tangga: Urban Farming dan Akuaponik Jadi Solusi

DPRD Dorong Ketahanan Pangan Hingga Tingkat Rumah TanggaDPRD Dorong Ketahanan Pangan Hingga Tingkat Rumah Tangga
Anggota DPRD Kebumen, Keyko Hessi Miss’ida.

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Lembaga pemerintah maupun swasta kini semakin fokus pada program ketahanan pangan, yang juga menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Menyikapi hal ini, Anggota DPRD Kebumen, Keyko Hessi Miss’ida mendorong agar program ketahanan pangan tidak hanya berskala besar, tetapi juga diterapkan di tingkat rumah tangga.

Langkah ini sejalan dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 68 Tahun 2002 tentang Ketahanan Pangan, yang menekankan bahwa ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya kebutuhan pangan bagi rumah tangga.

“Hal ini tercermin dari ketersediaan pangan yang cukup untuk kebutuhan rumah tangga. Baik jumlah, mutu, aman, merata dan terjangkau,” tutur Keyko, Anggota Fraksi PKB, Senin (29/12).

Menurut Keyko, pemenuhan ketahanan pangan rumah tangga dapat dilakukan dengan memanfaatkan lahan-lahan sempit di sekitar rumah, seperti teras, tepi rumah, maupun halaman belakang. Konsep urban farming menjadi salah satu solusi praktis yang bisa diterapkan.

“Jenis tanaman yakni sayuran kebutuhan sehari-hari. Seperti kangkung, bayam, selada, daun bawang dan lainnya. Dengan begitu kebutuhan sayur rumah tangga tertopang perkebunan hortikultura yang ada di teras rumah,” jelasnya.

Penanaman sayuran bisa dilakukan melalui berbagai sistem, seperti hidroponik, pot, atau media tanam lainnya. Bahkan, konsep ini dapat diperluas dengan integrasi peternakan dan perikanan melalui sistem akuaponik, sehingga rumah tangga mampu menghasilkan pangan secara berkelanjutan.

“Meski perkebunan kecil, namun tidak menutup kemungkinan dilaksanakan integritas farming. Dimana ada peternakan, perikanan dan perkebunan yang saling terhubung,” papar Keyko.

Selain sebagai sumber pangan, kegiatan ini juga memberikan manfaat ekonomi dan edukasi bagi keluarga.

Dengan adanya urban farming dan akuaponik, rumah tangga dapat memenuhi kebutuhan pangan harian secara mandiri, sekaligus menanamkan kesadaran tentang pentingnya kemandirian pangan sejak dini. Keyko menekankan bahwa pangan adalah urusan yang sangat fundamental.

“Ketahanan pangan suatu negara akan menjadi salah satu indikator dari kedaulatan negara itu sendiri,” ucapnya.

Dengan pendekatan sederhana namun efektif ini, masyarakat dapat berperan aktif dalam menjaga ketahanan pangan nasional, dimulai dari rumah tangga masing-masing.

Konsep urban farming yang dikombinasikan dengan akuaponik membuka peluang untuk menciptakan sistem pangan yang mandiri, ramah lingkungan, dan produktif, sekaligus mendukung kedaulatan pangan Indonesia. (mam/fam)

Berita Sebelumnya
Wajah Baru Tarik Minat Pengunjung Luar Kota

Wajah Baru Alun-Alun Pancasila Kebumen, Destinasi Ramah Anak dan Keluarga

Berita Selanjutnya
Demi pelayanan publik tetap berjalan, Pemkab Cilacap bergerak cepat dengan menunjuk Plt Kepala Desa Jatisari

Cilacap Tunjuk Plt Kepala Desa Jatisari, Langkah Cepat Pastikan Pelayanan Publik Tetap Lancar