Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Dua Pendaki Gunung Merapi Hilang Usai Masuk Jalur Terlarang, Balai TNGM Lakukan Operasi Pencarian

Dua Pendaki Hilang di Gunung MerapiDua Pendaki Hilang di Gunung Merapi
HILANG: Dua pendaki ilegal hilang

BANYUMASEKSPRES.ID, YOGYAKARTA – Kejadian mengkhawatirkan menimpa dua orang pendaki yang dilaporkan hilang setelah diduga melakukan aktivitas pendakian ilegal di Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM).

Laporan mengenai hilangnya kedua pendaki ini diterima oleh Balai TNGM pada Senin (22/12), memicu kekhawatiran dan perhatian dari berbagai pihak terkait.

Menurut Kepala Balai TNGM, Muhammad Wahyudi, insiden ini bermula ketika tiga orang pendaki memasuki kawasan Gunung Merapi melalui jalur Kalitalang-Klaten pada Sabtu (20/12) tanpa izin resmi.

Mereka berhasil mencapai Pasar Bubrah, salah satu pos perhentian di gunung tersebut.

Namun, perjalanan mereka berubah menjadi momen kritis saat harus turun melalui jalur Sapuangin-Klaten.

Dalam pernyataannya pada Senin, Wahyudi menjelaskan bahwa salah satu dari tiga pendaki mengalami cedera kaki yang menyebabkan ia tidak dapat melanjutkan perjalanan.

“Pendaki yang mengalami sakit kaki meminta dua rekannya untuk melanjutkan perjalanan guna mencari bantuan,” jelas Wahyudi kepada awak media.

Situasi semakin genting ketika dua pendaki lainnya memutuskan untuk bertahan di jalur Sapuangin karena kondisi malam hari yang gelap dan vegetasi yang rapat membuat perjalanan turun menjadi berbahaya.

Keesokan harinya, Minggu (21/12), kedua pendaki yang tersisa melanjutkan perjalanan mereka.

Namun, nasib buruk kembali menghampiri ketika salah satu dari mereka terperosok di salah satu titik jalur.

Meski demikian, ia masih mampu melanjutkan perjalanan dan menyarankan rekannya yang berada lebih tinggi di lereng untuk terus berjalan.

Pendaki yang terperosok akhirnya berhasil menemukan jalan keluar dengan bantuan warga sekitar Sapuangin.

“Pendaki ilegal yang terperosok saat mencari jalan keluar akhirnya bertemu dengan warga Sapuangin dan memperoleh pertolongan,” ungkap Wahyudi.

Sayangnya, sampai dengan Senin (22/12), hanya satu orang pendaki saja yang berhasil turun dengan selamat sementara dua lainnya masih belum diketahui keberadaannya.

Upaya pencarian terus dilakukan oleh Balai TNGM bersama tim gabungan dari berbagai pihak untuk menemukan kedua pendaki tersebut.

Wahyudi sangat berharap masyarakat dapat memahami pentingnya menaati aturan larangan pendakian Gunung Merapi yang telah diberlakukan sejak Mei 2018 demi keselamatan bersama.

“Kami mohon doanya dari seluruh masyarakat agar proses pencarian dan evakuasi berjalan dengan lancar,” tuturnya penuh harap.

Peristiwa ini menyoroti kembali pentingnya keselamatan dalam aktivitas mendaki gunung, terutama di kawasan rawan seperti Gunung Merapi yang hingga kini statusnya masih aktif dan berpotensi berbahaya bagi keselamatan jiwa para pendaki.(*/dda)

Berita Sebelumnya
Liverpool Harap harap Cemas Soal Isak

Alexander Isak Terancam Absen Berbulan-bulan, Liverpool Hadapi Krisis Penyerang

Berita Selanjutnya
Sembilan Rumah di Patimuan Rusak

Hujan Lebat dan Angin Kencang Rusak 9 Rumah di Patimuan Cilacap