Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Durian Jamaah Banjarnegara Tembus 150 Juta Berkat Teknik Top Working

Ikon Baru Durian Jamaah Hasilkan 15 VarietasIkon Baru Durian Jamaah Hasilkan 15 Varietas
MENCICIPI: Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana menyantap Durian Jamaah di Dusun Siweru, Desa Gembongan, Kecamatan Sigaluh, Banjarnegara

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Di Dusun Siweru, Desa Gembongan, sebuah pohon durian tua telah menarik perhatian masyarakat dan menjadi simbol inovasi pertanian yang mengagumkan. Pohon ini bukan sembarang pohon.

Dengan usia yang telah melampaui satu abad, ia menjadi saksi bisu dari terobosan baru dalam dunia pertanian durian yang dikenal dengan nama ‘Durian Jamaah’.

Keistimewaan Durian Jamaah ini terletak pada kemampuannya untuk menghasilkan hingga 15 varietas durian unggulan dalam satu musim panen saja.

Varietas-varietas ini termasuk durian musang king, duri hitam, bawor, mimang, montong cani, kamun, jabrik, sambeng, dan beberapa varietas premium lainnya yang tumbuh dari satu pohon.

Inovasi luar biasa ini lahir dari kreativitas dan ketekunan seorang petani lokal bernama Triono.

Berasal dari Dusun Siweru, Triono menerapkan teknik pertanian yang disebut “top working”.

Teknik ini melibatkan penyambungan batang atas dengan varietas unggul dan telah mulai diterapkan sejak tahun 2011.

“Dulu produksi durian lokal di sini masih rendah. Dari situ kami berpikir harus ada terobosan. Akhirnya kami coba top working, tapi medianya pohon tua yang sudah kuat akarnya,” ujar Triono pada Kamis (22/1).

Transformasi yang dilakukan Triono ini terbukti membuahkan hasil yang jauh melampaui ekspektasi sebelumnya.

Jika dulu satu musim panen hanya menghasilkan sekitar Rp 2 juta, kini nilai tersebut melonjak drastis hingga lebih dari Rp 150 juta per musim.

Ini semua berkat banyaknya buah yang dihasilkan serta keragaman varietas premium yang ditawarkan.

“Sekarang satu musim bisa tembus Rp 150 juta lebih. Buahnya banyak, variannya juga premium,” katanya.

Triono menjelaskan bahwa proses top working memerlukan perhatian khusus terutama pada tiga tahun pertama setelah penyambungan tunas baru dilakukan.

Masa jeda selama tiga tahun tersebut adalah periode krusial sebelum pohon benar-benar bisa berbuah optimal.

“Ada masa jeda sekira tiga tahun sebelum berbuah. Tiga bulan pertama itu krusial karena tunas baru harus benar-benar dijaga,” jelasnya.

Kini produktivitas Durian Jamaah mencapai lebih dari 600 buah per musim dengan harga jual tinggi karena kualitas dan keanekaragaman varietasnya.

Keberhasilan metode top working ini juga mulai diikuti oleh banyak petani lain di Dukuh Siweru.

“Sekarang ada lebih dari lima ribu pohon durian yang sudah top working. Tapi rata-rata hanya dua sampai lima varietas per pohon, yang bisa sampai 15 varietas baru pohon Durian Jamaah,” kata Triono.

Di tengah kesuksesan ini, Bupati Banjarnegara Amalia Desiana turut merasakan manis dan lezatnya buah Durian Jamaah saat mengunjungi Dusun Siweru di Desa Gembongan Kecamatan Sigaluh Banjarnegara.(jud/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Uji KIR Kembali Normal

Dishub Banyumas Terapkan Sistem Uji KIR Digital Terbaru dari Kemenhub

Berita Selanjutnya
Persak Akan Hadapi Slawi United

Persak Kebumen Juara Grup F, Tantang Slawi United di 16 Besar Liga 4 Jateng