BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Sebuah insiden kebakaran yang disebabkan oleh kebocoran gas elpiji (LPG) mengguncang ketenangan warga di Kelurahan Gumilir, Kecamatan Cilacap Utara pada Rabu malam (6/8).
Kebakaran ini menimbulkan kepanikan di antara penduduk setempat, tetapi berkat kesigapan petugas dan masyarakat, api berhasil dikuasai sebelum merambat lebih jauh dan menyebabkan kerusakan yang lebih besar.
Plt Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Cilacap, Kasidi, mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut bermula ketika pemilik rumah, Bambang Haryono yang berusia 59 tahun, mencoba mengganti tabung gas LPG yang sudah kosong.
“Saat regulator dipasang ke tabung baru, muncul percikan api yang langsung menyambar karena diduga terdapat kebocoran,” kata Kasidi saat dihubungi oleh awak media pada Kamis (7/8).
Percikan api yang tiba-tiba muncul dari sambungan regulator dengan tabung gas baru ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi Bambang.
Walaupun ia telah berusaha memadamkan api dengan alat pemadam api ringan (APAR), jenis APAR yang dimilikinya ternyata tidak sesuai untuk menangani kebakaran yang disebabkan oleh gas.
“Ia juga mencoba memadamkan api dengan APAR dan handuk basah, tetapi tidak berhasil karena kebocoran gas masih berlangsung,” lanjut Kasidi memberikan penjelasan lebih lanjut.
Melihat api mulai membesar dan merambat ke bagian dapur, warga sekitar segera bertindak cepat dengan menghubungi Pos Pemadam Kebakaran Cilacap.
Tim Pemadam Kebakaran Cilacap merespons laporan tersebut dengan sigap dan tiba di lokasi kejadian sekitar 15 menit kemudian.
Dalam upaya pemadaman dan pendinginan, sebanyak 9.000 liter air dikerahkan untuk memastikan bahwa api dapat dipadamkan sepenuhnya.
Kolaborasi antara petugas dari Pos Damkar Cilacap bersama unsur Redkar dan Linmas terbukti efektif dalam menjinakkan api dengan cepat.
Berkat tindakan mereka yang terkoordinasi dengan baik, kebakaran tidak sempat menjalar ke seluruh rumah maupun bangunan lain di sekitarnya.
“Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka, kebakaran ini menyebabkan kerugian materiil yang diperkirakan mencapai Rp 4 juta karena bagian dapur sempat terbakar,” tandas Kasidi.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting akan bahaya kebocoran gas elpiji di rumah tangga serta pentingnya memiliki peralatan pemadam kebakaran yang tepat sesuai dengan jenis kebakaran.
Masyarakat diharapkan selalu berhati-hati saat mengganti tabung gas dan memastikan tidak ada kebocoran sebelum memasang regulator.
Dalam situasi darurat seperti ini, kerja sama antara warga dan petugas pemadam sangat krusial untuk mencegah dampak yang lebih besar. Kecepatan dan efisiensi tim pemadam dalam menangani kebakaran sangat diapresiasi oleh masyarakat setempat.
Kerugian material akibat insiden ini mungkin tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan potensi bahaya yang bisa terjadi apabila api tidak segera ditangani.
Kejadian ini juga mengingatkan pentingnya pendidikan mengenai penanganan kebakaran domestik bagi masyarakat umum agar mereka lebih siap dalam menghadapi situasi serupa di masa mendatang.
Selain itu, memiliki asuransi rumah tangga dapat membantu mengurangi beban finansial akibat kerusakan materiil seperti dalam kasus ini.
Pada akhirnya, insiden di Kelurahan Gumilir ini menekankan betapa vitalnya kesiapsiagaan masyarakat dan kesigapan petugas dalam menghadapi keadaan darurat. Dengan demikian, meskipun situasi semacam ini tidak bisa sepenuhnya dihindari, dampak negatifnya dapat diminimalisir melalui tindakan cepat dan tepat dari semua pihak terkait. (jul/stch)
















