BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Pantai Logending di Kecamatan Ayah menjadi saksi kemeriahan acara Gebyar Ebleg Kebumen yang digelar pada Minggu (7/11).
Acara ini menarik perhatian para pecinta dan pelaku seni tradisional, dengan diikuti sekitar 400 peserta yang merupakan pegiat seni Ebeg atau Ebleg dari tiga kabupaten di wilayah Banyumasan, yaitu Kebumen, Banyumas, dan Cilacap.
Kegiatan ini tidak hanya memeriahkan suasana pantai tetapi juga mengukuhkan kembali nilai-nilai budaya lokal yang kaya di tengah masyarakat.
Acara dimulai dengan pembukaan resmi oleh Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, yang ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya perhelatan budaya tersebut.
Bupati Lilis juga mendapat sambutan hangat berupa pertunjukan Tari Lengger yang mempesona.
Kehadiran mantan Bupati Kebumen Ir Mohammad Yahya Fuad SE, serta jajaran pejabat seperti pimpinan OPD, Forkopimcam Ayah, kepala desa se-Kecamatan Ayah, hingga budayawan dan pelaku seni turut menambah semarak acara ini.
Dalam sambutannya, Ketua Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kebumen, Basikun Mualim, mengungkapkan bahwa Gebyar Ebleg kali ini diinisiasi sebagai wadah silaturahmi antar pelaku dan pelestari budaya Ebeg di wilayah Banyumasan.
“Semoga dengan semangat silaturahmi ini, seni Ebleg tidak hanya diuri-uri (dilestarikan) tetapi juga semakin diminati dan ditanggap atau dipentaskan oleh masyarakat luas,” ujar Basikun.
Pernyataan ini menegaskan pentingnya upaya kolektif dalam menjaga warisan budaya agar dapat terus dinikmati generasi mendatang.
Seni Ebleg sendiri lebih dari sekadar tontonan biasa. Menurut Basikun, seni ini membawa pesan mendalam mengenai hubungan sosial yang harmonis.
“Saat pertunjukan berlangsung, tidak ada tua atau muda, besar atau kecil, semua duduk sama rendah berdiri sama tinggi. Prinsip kebersamaan inilah yang wajib dianut oleh kita sebagai orang-orang berdialek ngapak/Banyumasan,” tambahnya.
Harapan utama adalah agar seni Ebleg yang adiluhung (mulia) ini dapat terus terjaga dan lestari sebagai warisan budaya tak ternilai.
Bupati Lilis Nuryani dalam pidatonya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi meramaikan acara tersebut.
Ia juga berbagi kesan pribadinya saat menyaksikan pertunjukan Ebleg secara langsung.
“Musik Ebleg itu kuat penarinya lincah dan bersemangat,” kenangnya dengan penuh antusiasme.
Pujian Bupati tersebut mencerminkan kekaguman terhadap dedikasi para seniman dalam mempertahankan keaslian dan semangat dalam setiap gerakan tari yang dipertunjukkan.
Lebih dari sekadar hiburan lokal Gebyar Ebleg memiliki makna strategis dalam memperkuat eksistensi Geopark Kebumen.
Dengan menampilkan kekayaan budaya lokal acara seperti ini dapat meningkatkan daya tarik wisatawan sekaligus memperkenalkan keunikan daerah kepada dunia luar.
Seni tradisional seperti Ebleg memiliki potensi besar untuk menjadi daya tarik wisata unik yang mampu menarik kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara.
Tidak bisa dipungkiri bahwa mempertahankan seni tradisional seperti Ebleg membutuhkan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak termasuk pemerintah daerah masyarakat setempat serta para pegiat seni itu sendiri.
Upaya kolaboratif diperlukan untuk memastikan bahwa generasi muda mendapatkan kesempatan untuk belajar memahami dan mencintai budaya warisan leluhur mereka sendiri.
Keberhasilan acara ini tidak lepas dari kerja keras panitia dan seluruh pihak terkait yang telah mengupayakan segala sesuatunya berjalan lancar.
Dukungan penuh dari pemerintah daerah seperti apresiasi yang diberikan Bupati Lilis menunjukkan komitmen kuat untuk memajukan kebudayaan lokal sebagai bagian integral dari identitas daerah.
Para pegiat seni berharap bahwa acara Gebyar Ebleg dapat menjadi agenda rutin tahunan yang selalu dinantikan oleh masyarakat luas.
Dengan demikian seni tradisional seperti Ebleg akan terus hidup berkembang dan menjadi inspirasi bagi banyak orang tentang pentingnya menjaga kearifan lokal dalam arus modernisasi global. (mam/stch/dda)
















