Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Gen Z dan Tren Paylater, Mudah Tapi Perlu Hati-hati

Pentingnya memanfaatkan fitur paylater dengan baikPentingnya memanfaatkan fitur paylater dengan baik
Pentingnya Memanfaatkan Fitur Paylater dengan Baik

BANYUMASEKSPRES.ID, Dalam beberapa tahun terakhir, layanan paylater atau buy now pay later (BNPL) semakin menjadi tren di kalangan generasi Z, termasuk di Indonesia.

Metode pembayaran ini menawarkan kemudahan akses, proses cepat, serta fleksibilitas yang memudahkan mereka untuk membeli kebutuhan tanpa harus langsung mengeluarkan uang secara penuh.

Popularitas paylater terus melonjak seiring dengan meningkatnya belanja daring yang makin digemari oleh generasi muda.

Namun, di balik kemudahan dan kenyamanan yang ditawarkan, penggunaan paylater juga menyimpan berbagai tantangan dan risiko finansial yang penting untuk diperhatikan.

Para pakar keuangan mengingatkan bahwa paylater berpotensi membuat penggunanya terjebak dalam lingkaran utang jika tidak digunakan secara bijak.

Berbagai layanan paylater bermunculan sebagai alternatif modern yang semakin diminati, terutama oleh konsumen muda yang cenderung menghindari kartu kredit tradisional.

Model pembayaran yang ditawarkan memungkinkan pengguna membagi pembelian mereka menjadi beberapa cicilan dengan jumlah yang sama, biasanya tanpa bunga atau dengan bunga yang sangat ringan.

Survei yang dilakukan oleh PYMNTS mengungkapkan bahwa konsumen utama layanan paylater memang didominasi oleh Gen Z dan milenial.

“Dari berbagai generasi, hampir 60 persen konsumen mengatakan mereka lebih suka BNPL daripada kartu kredit karena kemudahan pembayaran tetap, proses persetujuan yang sederhana, dan bebas bunga,” ungkap PYMNTS dalam hasil surveinya.

Alasan utama Gen Z tertarik menggunakan paylater salah satunya adalah pengalaman mereka melihat orang tua yang menghadapi kesulitan membayar utang kartu kredit saat resesi ekonomi 2008 lalu.

Hal ini membuat mereka lebih waspada dan mencari alternatif pembayaran yang lebih transparan dan terukur.

“Salah satu alasan anak muda tertarik pada paylater adalah karena banyak yang menyaksikan orang tua mereka berjuang dengan utang kartu kredit di tengah resesi ekonomi 2008,” jelas Christine Roberts, CEO Citizens Pay, sebuah layanan paylater yang dimiliki oleh Citizens Bank.

Roberts menambahkan, bagi konsumen Gen Z dan milenial, transparansi waktu pelunasan untuk pembelian besar menjadi faktor penting.

Mereka ingin jelas dan pasti mengenai jangka waktu pembayaran agar dapat menyesuaikan anggaran dan menghindari kejutan biaya tak terduga.

“Opsi bayar bertahap memungkinkan pembayaran tersebut disesuaikan dengan anggaran mereka dan mengetahui kapan pembayaran akan berakhir,” tutur Roberts.

Berbeda dengan kartu kredit yang biasanya menghitung pembayaran minimum berdasarkan total saldo seluruh kartu, layanan paylater menghitung cicilan per transaksi sehingga lebih mudah dipantau. Meski demikian, risiko menumpuk utang tetap ada jika pengguna tidak disiplin.

Layanan paylater pada dasarnya dirancang untuk mendorong konsumen agar membeli lebih banyak barang dengan cara memecah pembayaran.

Hal ini membuka peluang konsumen untuk meminjam dari beberapa pemberi pinjaman sekaligus, sehingga jika tidak hati-hati, bisa berujung pada beban utang yang berat.

“Yang dapat menyebabkan peminjam mengambil beberapa pinjaman dalam waktu singkat dari beberapa pemberi pinjaman yang mungkin tidak dapat mereka bayar kembali,” tegas Biro Perlindungan Konsumen Keuangan Amerika Serikat.

Untuk itu, sangat penting bagi pengguna paylater untuk memahami dengan detail seluruh syarat dan ketentuan sebelum menyetujui transaksi.

Selain itu, pemantauan jadwal pembayaran sangat krusial agar tidak terkena denda keterlambatan yang bisa membengkak dan menambah beban finansial.

Di Indonesia sendiri, fenomena utang masyarakat semakin menjadi perhatian. Data menunjukkan bahwa utang pinjaman online (pinjol) jauh lebih besar dibandingkan dengan utang paylater, yang total nilainya mencapai hampir Rp 85 triliun.

Hal ini menjadi peringatan bagi semua pengguna, terutama Gen Z, agar lebih bijak dalam mengelola keuangan mereka.

Pada akhirnya, paylater memang menawarkan solusi modern yang menarik untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dengan fleksibilitas pembayaran.

Namun, sama seperti alat kredit lainnya, pengguna harus tetap mengedepankan kedisiplinan dan kewaspadaan agar tidak terjerat utang yang sulit diatasi.

Dengan pemahaman yang matang dan pengelolaan yang tepat, paylater bisa menjadi alat finansial yang bermanfaat, bukan jebakan utang yang berbahaya.

Jadi, selalu bijaklah dalam menggunakan layanan ini, perhatikan ketentuan, dan pantau setiap pembayaran agar tetap dalam kontrol. (ctr)

Berita Sebelumnya
Cara dapatkan saldo dana dari aplikasi penghasil uang wild cash

Cara Dapatkan Hadiah Saldo DANA dari Aplikasi Penghasil Uang Wild Cash

Berita Selanjutnya
Bi rate menjadi patokan penting bagi bank dalam menentukan bunga kpr

Inilah 3 Penyebab Kenaikan Cicilan KPR yang Sering Terjadi