Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Guru Bakal Dilibatkan dalam Pencegahan Stunting Anak Sekolah di Purbalingga

Guru Bakal Dilibatkan Pencegahan StuntingGuru Bakal Dilibatkan Pencegahan Stunting
CEGAH STUNTING: Sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Aksi Cegah Stunting yang digelar Dinas Kesehatan

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Kabupaten Purbalingga kembali menegaskan komitmennya dalam upaya percepatan penurunan stunting melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Aksi Cegah Stunting.

Acara ini digelar oleh Dinas Kesehatan di PM Collaboration Purbalingga pada pekan lalu dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Para peserta terdiri dari perangkat daerah, organisasi perempuan, tokoh masyarakat, serta guru dan kepala sekolah dari tingkat SD hingga SMA.

Keterlibatan mereka bertujuan untuk membangun pemahaman bersama mengenai pentingnya pencegahan stunting di lingkungan masing-masing.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Purbalingga, Devi Setyawati, menegaskan bahwa permasalahan stunting tidak dapat diselesaikan hanya oleh sektor kesehatan semata.

“Ini tugas kita semua. Stunting bukan hanya urusan dinas kesehatan atau puskesmas. Tokoh-tokoh masyarakat dan guru memiliki peran besar karena perubahan perilaku justru banyak terjadi di rumah dan sekolah,” ujarnya dengan penuh semangat.

Menurut Devi, berbagai intervensi dari pemerintah seperti imunisasi lengkap, pemantauan ibu hamil, pemberian tablet tambah darah, hingga pemanfaatan pangan lokal untuk balita sudah berjalan secara sistematis.

Namun demikian, hasil optimal tidak akan tercapai tanpa adanya perubahan perilaku di tingkat keluarga.

Ia menambahkan, “Remaja putri yang anemia, ibu hamil yang kurang gizi, atau anak yang tidak dipantau pertumbuhannya, semua itu saling terkait. Jadi kalau kita mau hasilnya besar, gerakannya harus bersama-sama.”

Pernyataan Devi tersebut mendapatkan dukungan dari Irma Putri Damayanti, seorang dosen Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

Irma menekankan bahwa banyak kasus stunting bermula dari pola asuh yang keliru terutama pada fase awal kehidupan bayi.

“Masalah gizi pada bayi sering muncul karena praktik pemberian makan yang tidak sesuai rekomendasi kesehatan. Banyak bayi di bawah enam bulan sudah menunjukkan tanda kurang gizi karena tidak mendapatkan ASI eksklusif,” jelasnya.

Irma juga menggarisbawahi kebiasaan tidak patuh rujukan yang masih terjadi di masyarakat ketika orang tua enggan melanjutkan pemeriksaan anak meski sudah ditemukan masalah tumbuh kembang.

Dalam paparannya, ia memberi contoh keberhasilan negara-negara seperti Peru, Thailand, dan Vietnam yang berhasil menurunkan angka stunting melalui keterlibatan lintas sektor.

Sementara itu, Yuni Krisnaningrum selaku Penyuluh TP PKK Kabupaten Banjarnegara mengajak para peserta untuk lebih peka terhadap pola makan keluarga.

Ia menekankan bahwa masalah gizi sering bukan disebabkan oleh kurangnya makanan tetapi lebih kepada komposisi yang tidak seimbang.

“Kuncinya adalah memastikan anak mendapat makanan empat bintang yaitu karbohidrat protein hewani protein nabati serta sayur dan buah. Ini prinsip dasar yang sebenarnya mudah diterapkan sehari-hari,” ujarnya dengan penuh keyakinan.

Yuni juga mengingatkan pentingnya keamanan pangan dan pemanfaatan bahan lokal untuk MPASI guna memenuhi kebutuhan gizi anak secara optimal.

Melalui gerakan ini Dinas Kesehatan berharap pencegahan stunting tak lagi hanya bergantung pada fasilitas kesehatan tetapi bergerak dari rumah sekolah hingga komunitas masyarakat.

Langkah strategis ini menunjukkan bahwa pencegahan stunting membutuhkan dukungan kolektif dari seluruh lapisan masyarakat Purbalingga mulai dari keluarga lingkungan pendidikan hingga komunitas lokal.

Dengan demikian Dinas Kesehatan optimis target penurunan angka stunting dapat tercapai secara signifikan dalam beberapa tahun mendatang. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Banjir Sumatera Berpotensi Tekan Produksi Beras

Banjir Sumatera Ancam Produksi Beras 2026, Bulog Pastikan Stok Nasional Tetap Aman

Berita Selanjutnya
Deretan Fitur Unggulan Terbaru Bank Neo Commerce yang Telah Tersedia di Aplikasi Neobank

Bank Neo Commerce Hadirkan 6 Fitur Unggulan di Neobank, Ini Daftarnya