Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Cara Daftar Bansos Kemensos 2026 Online Pakai e-KTP: Panduan Lengkap
Hadapi Era AI, Ponpes Al Istiqomah Kebumen Bekali Santri Literasi Digital dan Public Speaking Berbasis Akhlak
Insiden Kebakaran Panti Jompo di Manado: 16 Lansia Tewas, Penyebab Masih Diselidiki

Hadapi Era AI, Ponpes Al Istiqomah Kebumen Bekali Santri Literasi Digital dan Public Speaking Berbasis Akhlak

Santri Al Istiqomah Diajak Melek TeknologiSantri Al Istiqomah Diajak Melek Teknologi
SERIUS: Suasana Pelatihan Literasi Digital dan Public Speaking yang digelar Pondok Pesantren (Ponpes) Al Istiqomah Karangsari, Kabupaten Kebumen.

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Di era digital yang semakin maju ini, perkembangan teknologi dan banjir informasi menjadi tantangan signifikan bagi generasi muda.

Anak-anak muda tidak hanya diharapkan menjadi konsumen pasif, tetapi juga didorong untuk memiliki keterampilan komunikasi yang mumpuni, literasi digital yang solid, serta adab yang baik dalam menggunakan media.

Tantangan ini menjadi fokus utama dalam kegiatan Pelatihan Literasi Digital dan Public Speaking Berbasis Akhlak Mulia yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren (Ponpes) Al Istiqomah Karangsari, Kabupaten Kebumen.

Pelatihan tersebut berlangsung selama empat hari, dari tanggal 22 hingga 25 Desember 2025. Dalam pelatihan ini, para santri diajak untuk lebih melek teknologi serta memahami pentingnya literasi digital dan komunikasi yang baik.

KH. Johan Amru Alhafidz, pengasuh Ponpes Al Istiqomah Karangsari, menekankan bahwa pihak pondok berusaha untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.

“Santri hari ini tidak cukup hanya kuat dalam ilmu agama. Mereka juga harus cakap berkomunikasi, melek teknologi, serta beradab dalam bermedia. Literasi digital harus berjalan seiring dengan akhlakul karimah,” ujar KH. Johan Amru Alhafidz.

Sebagai Ketua RMI PCNU Kebumen, ia merasa perlu membekali para santri dengan kemampuan-kemampuan tersebut agar mereka dapat bersaing dan memberikan kontribusi positif di dunia modern.

Selama pelatihan, para santri menerima pembekalan tentang Literasi Media Digital dan Jurnalistik di Era AI dari jurnalis Kebumen, Muhammad Tohri.

Materi ini menitikberatkan pada pentingnya berpikir kritis dan memahami dasar-dasar jurnalistik untuk menangkal hoaks.

Selain itu, mereka diajarkan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) secara bijak, etis, dan bertanggung jawab dalam membuat konten dakwah dan edukatif.

“AI bisa menjadi alat bantu menulis, riset, hingga desain konten. Namun santri harus tetap memegang prinsip jurnalistik dan akhlak. AI adalah alat, bukan pengganti manusia,” kata Muhammad Tohri.

Pernyataan ini menyoroti peran AI sebagai pendukung dalam proses kreatif tanpa menggantikan peran manusia sepenuhnya.

Kegiatan pelatihan ini diikuti dengan antusias oleh para santri yang serius menyimak setiap materi yang disampaikan. Dengan adanya pelatihan seperti ini diharapkan dapat membantu generasi muda khususnya santri untuk lebih siap menghadapi tantangan era digital dengan bekal pengetahuan dan adab yang baik.

Selain itu, pelatihan ini juga merupakan langkah konkret dari Pondok Pesantren Al Istiqomah Karangsari untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di kalangan santri.

Dengan bekal keterampilan komunikasi dan literasi digital yang kuat serta adab mulia dalam bermedia, para santri diharapkan tidak hanya mampu bersaing di dunia kerja tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

Inisiatif seperti ini sangat penting mengingat pesatnya perkembangan teknologi informasi saat ini. Generasi muda perlu dibekali dengan kemampuan untuk menyaring informasi secara kritis sehingga mereka tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan atau hoaks.

Kegiatan semacam ini juga menunjukkan komitmen Ponpes Al Istiqomah Karangsari dalam mendidik santrinya untuk menjadi individu yang tidak hanya kuat secara spiritual tetapi juga kompeten secara intelektual dan sosial.

Ini sejalan dengan visi pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan holistik yang mengedepankan keseimbangan antara ilmu agama dan ilmu duniawi.

Dengan demikian, pelatihan ini bukan sekadar transfer pengetahuan teknis tetapi juga upaya membangun karakter santri agar lebih adaptif terhadap perubahan zaman tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai keislaman.

Melalui kegiatan seperti Pelatihan Literasi Digital dan Public Speaking Berbasis Akhlak Mulia ini, Ponpes Al Istiqomah Karangsari berusaha mencetak generasi muda yang siap menghadapi era digital dengan kepala tegak sambil tetap memegang teguh prinsip-prinsip moral dan etika Islam.

Pentingnya pelatihan semacam ini semakin terasa ketika kita melihat kenyataan bahwa anak muda saat ini sangat rentan terhadap pengaruh negatif dari media sosial jika tidak dibarengi dengan literasi digital yang memadai.

Oleh karena itu, inisiatif dari Ponpes Al Istiqomah Karangsari patut diapresiasi karena turut andil dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang responsif terhadap tantangan zaman.

Di tengah derasnya arus informasi global saat ini, memiliki pemahaman mendalam tentang bagaimana menggunakan teknologi secara bijak adalah kunci untuk dapat bertahan sekaligus berkembang. Dan inilah salah satu tujuan utama dari pelatihan yang digelar oleh Pondok Pesantren Al Istiqomah Karangsari Kebumen. (cah/stch/fam)

Berita Sebelumnya
Pengecekan status penerima bansos PKH dan BPNT dapat dilakukan secara online melalui sistem resmi Kementerian Sosial

Cara Daftar Bansos Kemensos 2026 Online Pakai e-KTP: Panduan Lengkap

Berita Selanjutnya
Panti Jompo Terbakar, 16 Orang Meninggal

Insiden Kebakaran Panti Jompo di Manado: 16 Lansia Tewas, Penyebab Masih Diselidiki