Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Harga Kambing di Banjarnegara Stagnan, Peternak Terancam Rugi

Petenak Kambing Terancam RugiPetenak Kambing Terancam Rugi
MERAWAT KAMBING: Peternak saat memberi pakan kambinya di kandang miliknya

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Setiap menjelang Iduladha, momen ini biasanya menjadi waktu panen bagi para peternak. Namun, kondisi tersebut tidak dirasakan oleh peternak kambing di wilayah Banjarnegara.

Alih-alih mengalami lonjakan harga yang diharapkan, para peternak justru menghadapi stagnasi harga jual yang berkepanjangan.

Di Desa Berta, Kecamatan Susukan, kegelisahan mulai menyelimuti para peternak menjelang hari raya kurban.

Tiga pekan sebelum perayaan Iduladha, transaksi penjualan kambing masih sepi dan harga belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan.

Salah satu peternak lokal, Subur, mengungkapkan bahwa ia telah mempersiapkan kambingnya sejak tiga hingga enam bulan lalu.

Dalam prosesnya, ia membeli bakalan kambing dengan harga Rp 1,5 juta per ekor, berharap bisa menjualnya minimal dengan harga Rp 2 juta saat mendekati hari raya kurban.

Namun kenyataannya, harga yang ditawarkan oleh para pembeli kini hanya berkisar Rp 1,7 juta per ekor.

“Selisihnya cuma Rp 200 ribu. Itu jelas tidak cukup untuk menutup biaya perawatan selama berbulan-bulan,” keluhnya pada Selasa (5/5/2026).

Dalam masa pemeliharaan kambing tersebut, para peternak harus mengeluarkan biaya tambahan untuk pakan seperti bekatul dan singkong serta berbagai kebutuhan lainnya termasuk kesehatan ternak.

Pengeluaran ini tentunya menjadi beban tersendiri bagi peternak yang berharap mendapatkan keuntungan dari usaha mereka.

Subur menilai bahwa kondisi stagnasi harga ini dipicu oleh meningkatnya jumlah peternak kambing dalam beberapa waktu terakhir.

Banyak orang kini berusaha terjun ke dunia ternak karena terpikat oleh keuntungan yang terlihat di media sosial.

“Sekarang peternak makin banyak, bahkan ada yang skala besar. Jadi pasokan melimpah,” tuturnya.

Lebih lanjut Subur juga mencermati adanya pergeseran minat masyarakat terhadap hewan kurban dari kambing ke sapi.

Pergeseran ini turut memengaruhi permintaan akan kambing sebagai hewan kurban.

Akibat dari situasi ini, harga kambing tidak kunjung bergerak naik meskipun hari raya semakin dekat.

Kondisi ini memperlihatkan tantangan serius bagi para peternak lokal yang sudah berjuang keras dalam usaha mereka.

Dengan harapan akan adanya langkah dari pemerintah untuk membantu menstabilkan harga atau setidaknya membuka akses pasar yang lebih luas bagi mereka, Subur dan rekan-rekannya berharap agar situasi ini segera membaik sebelum Iduladha tiba. (jud/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Proyek GSW Dipastikan Tak Terkendala Lahan

Proyek Giant Sea Wall Dipercepat, Pemerintah Siapkan Tanggul Laut 575 Km

Berita Selanjutnya
Film Mario Galaxy Sukses di Box Office

Film The Super Mario Galaxy Movie Tembus Box Office Raup Keuntungan $750 juta