BANYUMASEKSPRES.ID, Setelah mengalami kekalahan tipis 100-95 dari San Antonio Spurs pada Minggu pagi (11/1) waktu Indonesia Barat, bintang Boston Celtics, Jaylen Brown, meluapkan kekecewaannya terhadap tim wasit.
Brown secara khusus menyoroti Curtis Blair, salah satu wasit yang bertugas dalam pertandingan tersebut, setelah Celtics hanya mendapatkan empat kesempatan lemparan bebas sepanjang pertandingan.
Pertandingan berlangsung di TD Garden dengan intensitas tinggi, di mana Brown bermain selama 43 menit dan menyumbangkan 27 poin, 8 rebound, serta 7 assist.
Penampilan ini menempatkannya di belakang Derrick White yang menjadi pencetak skor terbanyak Celtics dengan 29 poin.
“Sejujurnya, saya merasa mereka (Spurs) lolos dari banyak hal dan saya lelah dengan inkonsistensi soal pelanggaran ini. Saya akan menerima denda untuk saat ini. Saya pikir itu omong kosong malam ini. Saya pikir mereka tim bertahan yang bagus, tetapi mereka tidak sehebat itu,” ujar Brown dengan tegas.
Brown menegaskan bahwa ketidakadilan dalam pengambilan keputusan wasit bukanlah hal baru baginya.
Ia berharap ada seseorang yang memeriksa ulang cuplikan pertandingan sebagai bukti dari klaimnya.
“Saya harap seseorang dapat melihat cuplikan pertandingannya karena hal yang sama terjadi setiap kali kami bermain melawan tim yang bagus. Sepertinya mereka (wasit) menolak untuk membuat keputusan soal pelanggaran lalu malah memberikan pelanggaran sentuhan di sisi lain,” tambah pemain bernomor punggung 7 tersebut dengan nada kesal.
Kekecewaan Brown semakin terlihat ketika ia menyebut bahwa timnya seringkali harus berhadapan dengan ketidakadilan saat menghadapi tim-tim kuat.
“Itu sangat membuat frustrasi, bro. Kami bermain keras. Kami melampaui ekspektasi. Kami bersaing keras di sisi pertahanan. Lalu mereka memberi penghargaan lemparan bebas kepada tim lawan dengan pelanggaran sentuhan,” jelasnya.
Brown juga mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap keputusan wasit yang dinilainya tidak konsisten saat Celtics bermain melawan tim kuat lainnya.
“Setiap kali kami bermain melawan tim bagus, inkonsistensinya sangat luar biasa. Saya akan menerima denda sialan itu. Curtis (Blair), semua wasit itu bermain buruk malam ini. Saya tidak peduli. Mereka bisa mendenda saya sesuka mereka,” ujarnya sambil menunjukkan ketegasan sikapnya.
Pemain yang dinobatkan sebagai Pemain Terbaik di Final NBA 2024 ini juga mencurahkan pemikirannya tentang adanya unsur konspirasi dalam setiap pertandingan melawan tim besar.
Namun ia mengakui bahwa dirinya belum tahu pasti apa yang sebenarnya terjadi di balik semua itu.
Apa yang dikatakan oleh Brown memang didukung oleh fakta statistik pertandingan tersebut: San Antonio Spurs berhasil mencetak 14 dari 20 lemparan bebas sementara Celtics hanya mendapatkan 3 dari 4 kesempatan lemparan bebas.
Ini menjadi salah satu alasan kenapa Brown merasa kecewa dan frustrasi atas hasil pertandingan tersebut.
“Jika kita tidak bisa mendapatkan lemparan bebas dan tim lawan diizinkan bermain lebih keras menggunakan fisik dan mengganggu posisi kita maka sulit untuk memenangkan pertandingan seperti itu,” ungkap Brown dengan nada penuh penekanan.
Kendati demikian, Brown menutup pernyataannya dengan refleksi diri bahwa meskipun aspek wasit menjadi masalah tersendiri, ada bagian permainan lain yang juga perlu diperbaiki oleh timnya untuk meraih kemenangan di masa mendatang.
“Kami hanya mencetak empat lemparan bebas malam ini dan kalah dengan selisih lima poin. Bukan berarti itu keseluruhan pertandingan atau keseluruhan cerita. Kita harus bermain lebih baik di beberapa bagian,” pungkas Brown sembari menegaskan bahwa fokus utama tetap harus diarahkan pada peningkatan performa tim secara keseluruhan.
Dengan segala kontroversi dan dinamika yang terjadi di lapangan saat melawan Spurs tersebut, jelas terlihat bahwa Celtics harus melakukan evaluasi mendalam guna memperbaiki kelemahan sekaligus memastikan keadilan dalam setiap laga.(*/dda)
















