BANYUMASEKSPRES.ID, Barcelona kembali mengukuhkan supremasinya di kancah sepak bola Spanyol setelah menundukkan Real Madrid dalam final Supercopa de Espana yang digelar di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah.
Pada Senin (12/1) dini hari WIB, Blaugrana berhasil mempertahankan gelar juara setelah melalui pertandingan sengit yang berakhir dengan skor 3-2.
Pertandingan ini sekaligus menambah catatan prestisius Barcelona yang kini telah mengoleksi 16 trofi Supercopa Spanyol sepanjang sejarah klub.
Malam itu, penampilan gemilang Raphinha menjadi sorotan utama. Winger asal Brasil tersebut menjadi bintang lapangan dengan mencetak dua gol penting yang mengantarkan Barcelona meraih kemenangan.
Rekannya, Robert Lewandowski, turut menyumbangkan satu gol, sementara Real Madrid sempat memberikan perlawanan lewat gol dari Vinicius Junior dan Gonzalo Garcia.
Meskipun begitu, mereka tetap harus mengakui superioritas Barcelona dalam pertandingan yang berlangsung ketat dan penuh emosi.
Sejak menit awal, Barcelona langsung mengambil inisiatif menyerang. Tekanan intens dari anak asuh Hansi Flick akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-36.
Melalui skema serangan balik cepat, Raphinha menerima umpan dari lini tengah, lalu dengan cekatan melewati kawalan bek Madrid sebelum melepaskan tembakan akurat yang tidak mampu dijangkau oleh penjaga gawang Thibaut Courtois.
Gol ini seolah menjadi sinyal awal dominasi Barcelona pada malam itu. Namun, drama belum berakhir.
Menjelang turun minum, tensi pertandingan semakin memuncak ketika Real Madrid berhasil menyamakan kedudukan melalui aksi individu dari Vinicius Junior pada menit ke-45+2.
Sayangnya bagi Madridistas, keunggulan tersebut hanya bertahan sesaat. Dua menit kemudian, Robert Lewandowski kembali membawa Barcelona unggul 2-1 dengan golnya yang spektakuler.
Babak pertama pun ditutup dengan gol penyeimbang dari Gonzalo Garcia di menit ke-45+7, membuat skor imbang 2-2 saat jeda.
Memasuki babak kedua, tempo permainan tetap terjaga tinggi dengan kedua tim saling jual beli serangan.
Barcelona akhirnya menemukan momentum penentuan pada menit ke-73 ketika Raphinha mencetak gol keduanya dalam laga ini.
Gol tersebut tercipta setelah ia memanfaatkan bola liar di depan kotak penalti Madrid dan melepaskan tembakan keras yang sempat mengenai Raul Asencio sebelum akhirnya menghujam gawang Los Blancos.
Gol ini terbukti menjadi penentu kemenangan bagi tim Catalan. Usai pertandingan, Raphinha mengungkapkan betapa pentingnya kemenangan ini bagi dirinya dan tim.
“Ini laga yang sangat sulit, tapi tim menunjukkan karakter luar biasa,” ujarnya kepada awak media seusai pertandingan.
“Bisa mencetak dua gol di El Clasico dan membantu tim meraih trofi adalah perasaan yang sulit digambarkan.”
Ketegangan sempat meningkat di detik-detik akhir laga ketika Frenkie de Jong harus menerima kartu merah langsung akibat pelanggaran keras terhadap Kylian Mbappe pada menit ke-90.
Meski demikian, Barcelona mampu mempertahankan keunggulan meski harus bermain dengan sepuluh pemain hingga peluit panjang dibunyikan.
Di balik gemilangnya performa Raphinha malam itu terdapat sebuah cerita menarik tentang bagaimana Hansi Flick memainkan peran penting dalam kariernya bersama Barcelona.
Dalam wawancara usai laga yang dikutip dari laman resmi Barcelona Senin (12/1/2026), Raphinha mengaku bahwa kedatangan Flick menjadi titik balik signifikan baginya.
Bahkan sang winger menyebut bahwa dirinya nyaris meninggalkan Camp Nou jika Flick tidak datang.
“Jika Hansi Flick tidak datang, saya pasti sudah meninggalkan Barça,” ungkap Raphinha jujur.
“Dia mengubah segalanya.”
Menurut pemain asal Brasil ini, Flick memberikan sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh seorang pemain yaitu kepercayaan diri dan kepastian untuk menjadi bagian penting dalam tim.
Fakta di lapangan jelas mendukung klaim tersebut karena di bawah arahan Flick musim ini Raphinha telah menjelma jadi salah satu pilar utama lini serang Blaugrana dengan torehan 11 gol dan 4 assist dari 17 pertandingan bersama klub asal Catalan tersebut.
Pelatih Barcelona Hansi Flick pun tak bisa menyembunyikan rasa bangganya atas pencapaian timnya kali ini. Ia menilai bahwa kemenangan atas Real Madrid memberikan makna lebih pada gelar Supercopa Spanyol tahun ini.
“Piala Super ini sangat penting bagi kami,” katanya penuh antusiasme kepada media setelah pertandingan berakhir.
Menurutnya keberhasilan tersebut bukan sekadar soal taktik namun juga buah dari mentalitas serta komitmen seluruh pemain terhadap klub maupun para pendukung setia mereka selama ini hingga bisa menerapkan gaya permainan khas Barca secara konsisten sepanjang turnamen kali ini.
“Kami menang sambil menerapkan gaya permainan kami,” tegas Flick seraya memuji dedikasi para pemainnya dalam berlaga demi lambang klub serta suporter setia mereka semua yang terus mendukung sepanjang perjalanan menuju kesuksesan seperti sekarang ini
Kemenangan bersejarah ini juga menjadi bukti nyata bahwa era kepemimpinan baru Hansi Flick membawa angin segar perubahan positif bagi perkembangan prestasi klub Catalan tersebut musim ini dimana sosok Raphinha berhasil menonjol sebagai simbol kebangkitan mereka dalam kancah domestik maupun internasional ke depannya nanti
Dengan tambahan trofi Supercopa Spanyol kali ini maka total koleksi piala prestisius milik FC Barcelona pun semakin bertambah banyak hingga mencapai angka enam belas buah sepanjang sejarah. (*/dda)
















