Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Jelang Idul Adha 2025, Permintaan Alat Sembelih Sapi dan Kambing Meningkat, Empu di Banyumas Kebanjiran Pesanan

Jelang idul adha 2025, permintaan alat sembelih sapi dan kambing meningkat, empu di banyumas kebanjiran pesananJelang idul adha 2025, permintaan alat sembelih sapi dan kambing meningkat, empu di banyumas kebanjiran pesanan

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Menjelang Hari Raya Idul Adha 2025, aktivitas para empu atau perajin perkakas logam di Banyumas mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Permintaan terhadap alat-alat sembelih seperti pisau daging, pisau kulit, bendo, hingga kampak tulang melonjak tajam, seiring mendekatnya momen ibadah kurban.

Salah satu empu yang merasakan lonjakan permintaan ini adalah Timan, seorang perajin besi yang telah lama menekuni profesi tersebut.

Ia menyebutkan bahwa peningkatan pesanan mulai terasa sejak awal Mei, dan mayoritas pemesan berasal dari berbagai daerah, bahkan dari luar kota. Pesanan biasanya masuk melalui pesan singkat, mengingat sebagian besar pelanggan berada cukup jauh dari lokasinya di Banyumas.

“Sudah terjadi lonjakan pesanan perkakas untuk Hari Raya Idul Adha,” ungkap Timan saat ditemui pada Jumat (9/5/2025).

Pesanan yang diterima tidak hanya terbatas pada alat sembelih, tetapi juga mencakup permintaan khusus lainnya yang berkaitan dengan pekerjaan harian masyarakat, seperti alat petel untuk menyadap getah pinus.

Hal ini menambah beban pekerjaan yang harus diselesaikan dalam waktu yang relatif singkat, sehingga Timan kini dibantu oleh satu pekerja tambahan untuk memastikan seluruh pesanan bisa selesai tepat waktu.

Jenis-jenis perkakas yang diproduksi Timan sangat beragam. Pisau daging dan pisau kulit menjadi produk yang paling banyak dicari menjelang Idul Adha karena keduanya merupakan alat utama dalam proses penyembelihan dan pengulitan hewan kurban.

Kampak tulang dan bendo juga dipesan dalam jumlah banyak, terutama oleh panitia kurban di daerah yang melakukan penyembelihan dalam skala besar. Timan menjelaskan bahwa proses pengerjaan setiap alat dilakukan dengan penuh ketelitian, menggabungkan antara teknik tradisional dan penggunaan alat bantu mesin untuk efisiensi.

Meskipun sebagian proses produksi kini dibantu oleh mesin modern, Timan menekankan bahwa sentuhan manual tetap menjadi kunci utama dalam menghasilkan kualitas terbaik. Menurutnya, kekuatan dan ketajaman alat sembelih tidak hanya ditentukan oleh bahan baku, tetapi juga oleh detail pengerjaan tangan.

Inilah yang menurutnya menjadi pembeda antara hasil buatan empu dengan produk massal dari pabrik.

Peningkatan pesanan menjelang Idul Adha bukanlah fenomena baru, tetapi tahun ini dinilai lebih tinggi dari biasanya. Hal ini bisa dikaitkan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kualitas alat sembelih demi efisiensi dan kebersihan saat proses kurban.

Alat-alat buatan tangan seperti yang diproduksi oleh Timan dianggap lebih tahan lama, tajam, dan mudah diasah kembali, sehingga diminati oleh para pelanggan yang telah berlangganan sejak lama maupun pelanggan baru dari luar kota.

Selain fokus pada pesanan untuk Idul Adha, Timan juga masih harus menyelesaikan pekerjaan lain seperti alat petel untuk penyadapan getah pinus, yang juga banyak dibutuhkan oleh masyarakat sekitar yang bekerja di sektor perkebunan.

Kondisi ini menambah kompleksitas dalam manajemen waktu pengerjaan, namun Timan tetap optimistis seluruh pekerjaan bisa dituntaskan tepat waktu karena telah memiliki alur produksi yang teratur.

Lonjakan pesanan yang dirasakan para empu seperti Timan tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi mikro, tetapi juga mencerminkan pentingnya peran perajin lokal dalam mendukung kebutuhan masyarakat di hari-hari besar keagamaan.

Dalam jangka panjang, profesi seperti empu pande besi ini juga perlu mendapat dukungan dari pemerintah, baik dari sisi pelatihan keterampilan maupun akses terhadap bahan baku berkualitas, agar terus mampu bersaing di tengah produk industri yang semakin menjamur.

Dengan ketekunan dan dedikasi seperti yang ditunjukkan oleh Timan, tradisi dan warisan kearifan lokal dalam bidang perbengkelan logam tetap terjaga sekaligus mampu memenuhi kebutuhan zaman.

Menjelang Idul Adha ini, para empu pun menjadi bagian penting dari rantai ibadah kurban yang tidak hanya sakral, tetapi juga membutuhkan persiapan teknis yang matang. (fij/*stch)

Berita Sebelumnya
Monumen soedirman manfaatkan lahan tak terpakai

Monumen Soedirman Banjarnegara Transformasi Lahan Tak Terpakai Menjadi Wisata Sejarah dan Edukasi

Berita Selanjutnya
159 pendaftar man 2 belum valid

Pendaftar Capai 360 Siswa, MAN 2 Banyumas Buka Gelombang Kedua PPDB