Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Juara ASEAN Boys Futsal Championship 2025, Ini Kisah Inspiratif Akmal Nashrur Rizky dari Kebumen

Pegang Ban Kapten Harumkan Merah PutihPegang Ban Kapten Harumkan Merah Putih
JUARA: Akmal Nashrur Rizky, remaja asal Kebumen ini baru saja mengantarkan Timnas Indonesia menjuarai ASEAN Boys Futsal Championship 2025

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Sorak sorai bergema dari Nonthaburi Hall, Thailand, mengiringi momen bersejarah bagi Timnas Futsal U-16 Indonesia yang berhasil menundukkan tuan rumah dengan skor akhir 4-3.

Di tengah gemuruh kemenangan itu, berdiri seorang pemuda asal Dukuh Penambangan, Desa Kedawung, Kecamatan Pejagoan, Kebumen, bernama Akmal Nashrur Rizky.

Dengan ban kapten melingkar di lengannya, Akmal memimpin timnya menuju kejayaan dalam ASEAN Boys Futsal Championship 2025.

Kemenangan ini tidak hanya berarti untuk Indonesia secara keseluruhan tetapi juga menjadi titik puncak dari perjalanan inspiratif seorang remaja desa yang kini mengharumkan nama bangsa.

Keberhasilan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kebumen. Salah satu pengisi skuad adalah Akmal yang baru berusia 16 tahun tapi sudah dipercayakan sebagai kapten tim.

Sepanjang turnamen berlangsung, Indonesia tampil impresif dan tak terkalahkan.

Pelatih selalu memilih Akmal sebagai pemain utama karena kepemimpinannya yang tak terbantahkan di lapangan.

Nama Akmal kini ramai diperbincangkan di Kebumen. Remaja yang dikenal dengan kesederhanaannya ini telah menjadi sosok penting berkat prestasinya.

Ia bukanlah tipe yang suka menonjolkan diri namun kemampuan dan dedikasinya memaksa perhatian tertuju padanya.

Dalam sebuah wawancara dengan awak media, Akmal mengungkapkan bahwa perjalanan menuju tim nasional bukanlah proses singkat.

“Salah satu kuncinya attitude,” ujarnya merendah ketika ditanya tentang kunci keberhasilannya, “Kalau attitude itu nomor satu di futsal. Misalnya jago main futsal tapi attitudenya jelek nggak bisa.”

Didikan dari Klub Futsal Satria Loren Kebumen menjadi fondasi penting dalam karier Akmal.

Ia adalah siswa kelas XI di SMK Negeri 2 Kebumen jurusan Teknik Konstruksi dan Perumahan.

Meski jadwal sekolah dan latihan sering berbenturan, disiplin tetap menjadi kunci keberhasilan Akmal dalam menjalani keduanya dengan baik.

Akmal berharap pencapaiannya dapat membuka jalan bagi remaja lain di daerahnya untuk turut bersinar dalam dunia olahraga nasional hingga internasional.

“Bagi para atlet harus disiplin, tepat waktu dan kerja keras,” pesannya penuh semangat, “Harapannya semoga warga Kebumen banyak yang masuk timnas dari junior sampai senior.”

Di balik prestasi gemilang tersebut ada cerita keluarga sederhana yang penuh kasih sayang dan dukungan tulus.

Sutarso (58), ayahanda Akmal, tidak dapat menyembunyikan rasa harunya saat melihat anak bungsu dari empat bersaudara itu membawa pulang gelar juara untuk Indonesia.

Sebagai buruh pencetak genteng ia hanya bisa memberikan dukungan terbaik semampunya kepada putranya.

“Ya kami orang tua hanya bisa mendoakan dan memberikan dukungan terbaik untuk anak,” kata Sutarso dengan mata berkaca-kaca ketika diwawancarai awak media Banyumas Ekspres usai pertandingan final tersebut berlangsung.

Menurut Sutarso kecintaan Akmal pada bola sudah tampak sejak kecil walaupun awalnya ia lebih tertarik pada sepak bola sebelum akhirnya beralih ke futsal saat bergabung dengan Akademi Futsal Satria Loren Kebumen ketika masih duduk di bangku SMP.

Ketika memasuki jenjang SMK aktivitas latihan semakin padat sering kali membuatnya harus pulang lebih awal dari sekolah demi mengikuti pertandingan ke luar kota meski keterbatasan ekonomi kadang membatasi dukungan finansial keluarga terhadapnya.

“Sejak kecil memang sudah senang main bola,” kenang Sutarso sembari tersenyum bangga mengingat masa kecil sang anak sebelum berangkat ke Thailand bersama Timnas U-16 beberapa waktu lalu.

Setibanya kembali ke tanah air tepatnya pada 31 Desember 2025 lalu sebuah sambutan hangat menunggu kedatangan sang juara muda tersebut meskipun sederhana namun tetap penuh makna bagi seluruh warga RT 1 RW 7 Dukuh Penambangan tempat tinggal keluarganya selama ini.

Chandra (40), seorang tetangga dekat mengungkapkan bahwa pencapaian serta sikap sehari-hari seperti kesantunan kesabaran maupun kerendahan hati menjadikan Akmal layak dijadikan teladan oleh generasi muda Kabupaten Kebumen lainnya.

“Akmal itu anaknya baik santun dia pemuda yang sabar,” ungkapnya penuh kekaguman saat diwawancarai Banyumas Ekspres beberapa waktu lalu seputar kiprah remaja desa tersebut selama berkompetisi di ajang ASEAN Boys Futsal Championship kemarin malam hari.

Dari kampung kecil jauh tersembunyi hingga podium tertinggi ASEAN kisah hidup Akmal Nashrur Rizky adalah cerita tentang mimpi besar dibangun atas dasar kerja keras integritas serta cinta tak ternilai dari orang-orang terdekat. (cah/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Untuk dapat ditetapkan sebagai penerima bansos 2026, masyarakat harus memenuhi sejumlah kriteria yang telah ditentukan pemerintah

Bansos 2026 Tetap Berlanjut, Ini Syarat dan Cara Daftar Agar Tepat Sasaran

Berita Selanjutnya
Pacaran dengan YouTuber Denmark

Kisah Cinta Manohara dan YouTuber Denmark Kristian Hansen Jadi Perbincangan Publik