Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Profil John Herdman: Pelatih Baru Timnas Indonesia dengan Rekam Jejak Piala Dunia

PSSI Tunjuk Sang Pencetak SejarahPSSI Tunjuk Sang Pencetak Sejarah
RESMI: John Herdman resmi ditunjuk PSSI sebagai pelatih baru Tim Nasional Indonesia

BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) secara resmi mengumumkan penunjukan John Herdman sebagai pelatih baru Tim Nasional Indonesia.

Langkah ini menegaskan keseriusan PSSI dalam meningkatkan prestasi skuad Garuda, baik di panggung Asia maupun dunia.

Herdman, pelatih berusia 50 tahun yang dikenal dengan rekam jejak gemilangnya bersama tim nasional Kanada, diharapkan mampu memberikan perubahan signifikan bagi sepak bola Indonesia.

PSSI mengungkapkan bahwa alasan utama memilih Herdman adalah berbagai pencapaian luar biasanya selama melatih timnas Kanada.

Dalam sebuah pernyataan resmi yang diterbitkan pada Sabtu, 3 Januari 2026, PSSI menyampaikan, “PSSI menyambut antusias kehadiran pelatih berusia 50 tahun tersebut. Ragam rekam jejak Herdman menjadi alasan utama penunjukan ini.”

Nama John Herdman telah dikenal luas sebagai figur unik di kancah sepak bola internasional.

Ia tercatat sebagai satu-satunya pelatih yang berhasil membawa baik tim nasional putra maupun putri dari satu negara lolos ke Piala Dunia FIFA, sebuah prestasi langka yang dicapai bersama Kanada.

Di bawah bimbingannya, Kanada mengalami lonjakan signifikan dalam prestasi sepak bola internasional.

Bersama timnas putri Kanada, Herdman tampil memukau dalam Piala Dunia 2007 dan 2011 serta sukses mengantarkan Kanada meraih medali perunggu pada Olimpiade London 2012 dan Rio de Janeiro 2016.

Prestasi ini turut mendorong posisi Kanada hingga menembus peringkat empat dunia FIFA pada tahun 2017.

“Bersama timnas putri Kanada, Herdman tampil di Piala Dunia 2007 dan 2011, serta mencetak sejarah dengan meraih dua medali perunggu Olimpiade secara beruntun pada 2012 dan 2016,” tulis PSSI.

Kesuksesan Herdman tidak berhenti di situ. Ia kemudian membawa timnas putra Kanada kembali ke Piala Dunia melalui ajang Qatar 2022, mengakhiri penantian selama lebih dari tiga dekade.

Di periode yang sama, peringkat FIFA Kanada melonjak tajam dari posisi 77 ke peringkat 33 dunia.

“Sementara itu, di sektor putra, Herdman sukses mengantar Kanada ke Piala Dunia Qatar 2022, momen sejarah setelah 36 tahun, sekaligus melesatkan peringkat FIFA Kanada dari posisi 77 ke 33 dunia,” lanjut pernyataan PSSI.

Selain itu, Herdman juga mencatatkan dominasi di kawasan CONCACAF dengan rekor tak terkalahkan dalam 17 pertandingan antara tahun 2021 hingga 2022.

Ia bahkan berhasil membawa Kanada tampil di final CONCACAF Nations League pada tahun 2023 untuk pertama kalinya.

Berkat rangkaian prestasinya tersebut, Herdman masuk nominasi sebagai FIFA Coach of the Year pada tahun-tahun tertentu seperti 2012, 2015, dan 2016.

Karier kepelatihan Herdman dimulai dari sepak bola putri dengan melatih timnas Selandia Baru antara tahun 2006 hingga 2011.

Di sana ia berhasil meraih gelar juara Oseania pada tahun 2010 sebelum akhirnya pindah untuk menangani timnas putri Kanada hingga tahun 2018.

Setelah itu ia beralih ke timnas putra Kanada serta tim U-23 dari tahun 2018 hingga 2023.

Pengalaman di level klub juga pernah dijalaninya bersama Toronto FC di Major League Soccer pada musim kompetisi tahun 2023 hingga 2024.

Kini dengan tantangan baru di hadapannya di Indonesia, Herdman akan segera menghadapi jadwal padat sepanjang tahun 2026 termasuk agenda penting seperti FIFA Series yang rencananya akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada periode FIFA Match Day dari tanggal 23 hingga tanggal 31 Maret mendatang.

Penunjukan John Herdman menambah daftar pelatih asing yang pernah menangani Tim Nasional Indonesia menjadi tiga belas orang sejak tahun 1998.

PSSI menganggap bahwa pengalaman para pelatih asing sebelumnya memberikan banyak pelajaran penting bagi perkembangan timnas Indonesia.

Misalnya saja era Ivan Kolev dan Alfred Riedl yang membawa kebanggaan regional melalui kemenangan bersejarah atas Bahrain di Piala Asia pada tahun 2007 serta euforia AFF Cup pada tahun 2010.

Nama Luis Milla juga dikenang karena keberhasilannya mengubah corak permainan Tim Nasional Indonesia menjadi lebih rapi dan modern sementara Shin Tae-yong dipandang sukses melakukan regenerasi dengan memberi panggung bagi pemain muda.

Menghadapi tantangan berat ini tugas besar menanti John Herdman mulai dari meningkatkan peringkat FIFA hingga membangun fondasi jangka panjang menuju target ambisius seperti Piala Dunia. (*/dda)

Berita Sebelumnya
13 Jabatan Perwira Diserahterimakan

Rotasi Besar Polres Kebumen, 13 Perwira dan Kapolsek Resmi Berganti

Berita Selanjutnya
Banjarnegara Terancam Kehilangan Rp 168 Miliar

Dana Transfer Pusat Turun, Banjarnegara Terancam Kehilangan Anggaran 168 Miliar di 2026