BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Lisa Mariana, mantan model majalah dewasa, kini terjerat masalah hukum. Tes DNA terbaru menunjukkan bahwa CA, anak yang dikaitkan dengannya, bukan anak dari mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.
Temuan ini membuka jalan bagi kemungkinan tuntutan pidana atas pencemaran nama baik yang dilakukan oleh Lisa melalui sejumlah unggahannya di media sosial.
Kasus ini semakin berpotensi memasuki ranah pengadilan setelah pihak Ridwan Kamil menolak tawaran damai. Bertua Hutapea, kuasa hukum Lisa Mariana, menyatakan kesiapan kliennya untuk menghadapi proses hukum tersebut.
“Kita akan mengikuti prosesnya, semuanya. Mari kita debat di pengadilan nanti,” ujar Bertua ketika diwawancarai oleh awak media di Bareskrim Polri pada Selasa (23/9).
Tidak hanya itu, Bertua juga menegaskan bahwa mereka siap menghadirkan saksi ahli yang dapat menguji validitas hasil tes DNA tersebut.
“Kita akan mendatangkan ahli kedokteran dan ahli tes DNA,” jelasnya.
Tujuannya adalah untuk membuktikan apakah benar-benar ada kemiripan antara anak Lisa Mariana dengan Ridwan Kamil sesuai hasil tes tersebut atau tidak.
Dalam kesempatan yang sama, pihak Lisa Mariana membantah tudingan bahwa mereka pernah menertawakan Ridwan Kamil seperti yang santer diberitakan.
“Kami tidak pernah menertawakan mereka karena itu adalah aib. Semua orang punya aibnya masing-masing, cuma cara menyelesaikannya dengan kearifan,” tegas Bertua.
Kasus ini bermula ketika Lisa Mariana mengunggah sejumlah konten di media sosial yang diduga mencemarkan nama baik Ridwan Kamil dengan klaim bahwa CA adalah anak dari sang mantan gubernur.
Setelah hasil tes DNA menunjukkan sebaliknya, posisi Lisa semakin terjepit dalam upaya pembuktian di pengadilan.
Sementara itu, keputusan pihak Ridwan Kamil untuk tidak berdamai memberikan sinyal kuat bahwa mereka serius membawa kasus ini ke jalur hukum.
Langkah ini diambil untuk memulihkan nama baik dan menghindari penyesatan informasi yang dapat merugikan reputasi pribadi maupun keluarga.
Di sisi lain, permasalahan hukum ini tidak hanya menjadi urusan pribadi antara kedua belah pihak namun juga menarik perhatian publik secara luas.
Kasus selebriti dan tokoh masyarakat memang sering kali menjadi sorotan karena melibatkan isu-isu krusial seperti pencemaran nama baik dan privasi. Bagi masyarakat umum, kasus ini menyajikan pelajaran penting tentang batas-batas kebebasan berekspresi di era digital.
Di satu sisi, media sosial memberikan ruang yang luas bagi individu untuk menyuarakan opini dan berbagi informasi namun di sisi lain, perlu ada kesadaran akan konsekuensi hukum dari setiap unggahan yang bisa dianggap merugikan pihak lain.
Di tengah perkembangan kasus ini, Lisa Mariana dan tim hukumnya harus mempersiapkan strategi pembelaan terbaik untuk menghadapi proses persidangan yang mungkin akan berlangsung panjang dan melelahkan.
Keputusan pengadilan nantinya tidak hanya akan menentukan nasib hukum Lisa tetapi juga memberikan preseden penting bagi kasus-kasus serupa di masa depan.
Kehadiran saksi ahli dalam persidangan nanti dipandang sebagai elemen krusial dalam menentukan keabsahan bukti-bukti yang diajukan oleh kedua belah pihak.
Sebagai kuasa hukum, Bertua Hutapea memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan setiap langkah hukum yang ditempuh sesuai dengan prosedur dan dapat memberikan pembelaan maksimal bagi kliennya.
Tantangan utama baginya adalah membalikkan opini publik sekaligus membuktikan bahwa tuduhan terhadap Lisa tidak berdasar atau setidaknya memiliki dasar pembelaan yang kuat. (*/dda)
















