Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Komunitas Ojol Unjuk Rasa di Kawasan Patung Kuda Monas, Inilah 3 Tuntutannya

Ojol bakal gelar unjuk rasaOjol bakal gelar unjuk rasa
Ilustrasi demo kelompok ojek online (ojol) beberapa waktu lalu.

BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Komunitas pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam Unit Reaksi Cepat (URC) berencana menggelar unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat pada Kamis (17/7).

Tujuan dari aksi ini adalah untuk menyuarakan keberatan mereka terhadap beberapa kebijakan yang mereka anggap merugikan.

Achsanul Solihin, selaku Jenderal Lapangan URC Bergerak, menjelaskan bahwa kelompoknya menentang ketidakpastian hukum yang dirasa merugikan para pengemudi ojol. Beberapa kebijakan dianggap menyulitkan dan tidak adil bagi komunitas ojol.

“Kami bukan buruh, kami adalah mitra mandiri. Kami menolak segala regulasi yang memaksa kami masuk dalam sistem kerja subordinatif. Sudah cukup kami diam, sekarang saatnya berbicara,” ujar Achsanul dengan tegas.

Tema unjuk rasa ini adalah “Dari Ojol, Oleh Ojol, Untuk Ojol”. URC ingin menegaskan bahwa gerakan ini murni berasal dari suara akar rumput komunitas ojol.

Achsanul juga memastikan bahwa aksi massa akan dilakukan secara tertib dan damai. Para peserta diinstruksikan untuk menghindari tindakan anarkis dalam bentuk apa pun selama berlangsungnya demonstrasi.

“Kami tidak anti terhadap regulasi. Namun, kami menuntut regulasi yang berpihak pada kami dan realistis. Jalanan tidak bisa diatur dari ruang rapat,” tambah Achsanul menekankan pentingnya kebijakan yang berdasarkan realitas lapangan.

Dalam unjuk rasa ini, URC memiliki tiga tuntutan utama. Pertama, mereka menolak status pengemudi sebagai buruh atau pekerja.

Kedua, mereka menolak isu pemotongan komisi sebesar 10 persen.

Ketiga, mereka mendesak Presiden RI untuk menerbitkan Perppu khusus ojol guna memberikan kepastian hukum bagi pengemudi dan aplikator.

Aksi ini menjadi momentum bagi komunitas ojol untuk menyuarakan aspirasi mereka langsung kepada pemerintah dan publik luas.

Mereka merasa bahwa sudah saatnya pemerintah mendengarkan dan mempertimbangkan suara dari para mitra ojol yang sehari-hari menjadi bagian penting dari transportasi publik perkotaan.

Dengan tema “Dari Ojol, Oleh Ojol, Untuk Ojol”, URC ingin menunjukkan bahwa gerakan ini sepenuhnya didorong oleh kepentingan para pengemudi ojek online sendiri tanpa intervensi pihak manapun.

Unjuk rasa ini juga menjadi manifestasi ketidakpuasan mereka terhadap keputusan-keputusan yang dianggap tidak adil dan memberatkan posisi pengemudi ojek online sebagai mitra independen.

Pernyataan tegas dari Achsanul mengenai cara pelaksanaan aksi menunjukkan keseriusan URC dalam menjaga agar demonstrasi tetap berjalan damai dan teratur.

Penting bagi mereka untuk memastikan bahwa pesan disampaikan tanpa merusak ketertiban umum ataupun melanggar hukum.

URC berharap dengan adanya aksi ini dapat membuka dialog lebih lanjut dengan pemerintah mengenai kebijakan-kebijakan yang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari para pengemudi ojek online.

Mereka ingin agar suara komunitas ojol didengar dan dipertimbangkan dalam setiap proses pembuatan keputusan terkait regulasi transportasi berbasis aplikasi.

Melalui tuntutan penolakan status sebagai buruh atau pekerja serta isu pemotongan komisi, URC berupaya memperjuangkan keadilan ekonomi bagi para pengemudinya.

Mereka menginginkan sistem kerja yang menghormati kemandirian para mitra sekaligus memberikan keuntungan finansial yang adil tanpa potongan komisi yang memberatkan.

Desakan kepada Presiden RI untuk mengeluarkan Perppu khusus ojol mencerminkan kebutuhan mendesak akan kerangka hukum jelas yang dapat melindungi hak-hak pengemudi sekaligus menjamin keberlanjutan operasional aplikasi transportasi online di Indonesia.

Dalam konteks perkembangan teknologi digital dan kebutuhan mobilitas masyarakat perkotaan saat ini, peran ojek online sangat signifikan.

Namun demikian, regulasi yang ada sering kali belum sepenuhnya selaras dengan dinamika perkembangan tersebut sehingga diperlukan peninjauan ulang demi tercapainya keseimbangan antara kepentingan ekonomi masyarakat luas dan perlindungan hak-hak pekerja sektor informal seperti para pengemudi ojol ini.

Aksi damai ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi publik mengenai situasi aktual di lapangan serta tantangan-tantangan nyata yang dihadapi oleh para pelaku industri transportasi berbasis aplikasi setiap harinya.

Dengan demikian melalui penyampaian aspiratif secara terbuka seperti ini besar harapan akan ada perubahan positif menuju sistem regulatif lebih inklusif serta berkeadilan baik bagi seluruh elemen terkait mulai dari pengguna jasa hingga operator layanan itu sendiri termasuk tentunya para mitra drivernya sendiri. (ads/stch)

Berita Sebelumnya
Berdasarkan analisis teknikal, kami melihat ihsg berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance di level 7.000–7.220

Prediksi IHSG Hari Ini: Potensi Penguatan dan Rekomendasi Saham Pilihan 

Berita Selanjutnya
Bansos kaj jakarta

Bansos KAJ Juli 2025 Mulai Dicairkan, Cek Daftar Penerima Lewat SILADU Sekarang