BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Maraknya penyebaran berita hoaks di dunia maya menggugah keprihatinan para siswa SMP Negeri 1 Mrebet, Kabupaten Purbalingga.
Fenomena itu menjadi inspirasi utama dalam produksi video literasi bertema anti-hoaks yang kini berhasil menembus 10 besar Lomba Video Konten Literasi Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2025.
Video tersebut lahir dari aktivitas keseharian siswa dalam redaksi Majalah Mentari, majalah internal sekolah yang dikelola oleh siswa kelas IX.
Bermula dari tugas pembuatan vlog bertema literasi, kelompok yang terdiri dari Al Falah, Akmal Nur Hakim, Rifki Ghani Baehaqi, dan Yuandhitra Fatahilah mulai menggali gagasan.
“Kami menceritakan suasana sidang redaksi Majalah Mentari. Teman-teman menyoroti tentang maraknya berita hoax. Sehingga kami merumuskan artikel seperti apa yang dapat menangkal berita hoax,” jelas Al Falah, yang juga menjabat sebagai Pemimpin Redaksi.
Dalam proses kreatif tersebut, sempat muncul ide untuk menulis berita-berita hoaks semata-mata demi menarik perhatian pembaca.
Namun perdebatan yang terjadi dalam sidang redaksi berujung pada kesepakatan untuk menghindari hoaks dan lebih menyoroti citra positif generasi Z, termasuk isu perilaku dan etika remaja saat ini.
“Sebenarnya good looking harus good attitude. Tentang penampilan keseluruhan tubuh. Mulai dari gaya berpakaian, kebersihan diri, sampai dengan sikap dan kepribadiannya,” imbuh Al Falah, yang juga menekankan pentingnya integritas dalam dunia literasi.
Dalam narasi video, para siswa menggambarkan betapa pentingnya menyajikan artikel yang mengangkat prestasi siswa, kegiatan sekolah, serta nilai-nilai positif lain.
Akhirnya, mereka pun sepakat untuk menjauhi hoaks dan menjadikan jurnalisme sebagai medium literasi yang bertanggung jawab.
“Jadi intinya, membuat berita hoax itu sangat berbahaya. Jangan pernah membuat berita-berita hoax,” tegasnya.
Ide tersebut akhirnya dikembangkan menjadi video konten yang kemudian dikirimkan dalam Lomba Video Konten Literasi yang diselenggarakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah. Tak hanya lolos ke tahap provinsi, video ini juga menyabet juara 2 tingkat Kabupaten Purbalingga.
“Harapan saya, semoga generasi Z mau dan mampu meningkatkan literasi. Serta beradaptasi dengan teknologi dan mampu memanfaatkannya untuk lebih maju lagi,” tutur Al Falah penuh harap.
Kepala SMPN 1 Mrebet, Azan Hendarto Sutanto, menyampaikan rasa bangganya atas capaian para siswa. Ia menilai bahwa capaian ini merupakan hasil dari kombinasi ide kreatif dan semangat belajar yang tinggi dari anak-anak didiknya.
“Video konten ini juga menjadi juara 2 dalam lomba tingkat Kabupaten dan terpilih mewakili Purbalingga maju tingkat Provinsi Jawa Tengah. Alhamdulillah masuk menjadi 10 besar,” ungkapnya.
Dalam proses pembuatan, sebenarnya terdapat empat kelompok siswa yang membuat video literasi, dengan ide-ide yang tak kalah menarik.
Kurasi dilakukan oleh tim guru pembimbing yang terdiri dari Dede Utomo, Elino Chris Yustiawan, dan Wahyu Fathur Rozaq. Namun, hanya video dari kelompok Al Falah yang dipilih mewakili ke tingkat provinsi.
“Ada 4 kelompok yang membuat video konten literasi. Semuanya bagus dan sangat menarik, serta lolos kurasi oleh guru pembimbing. Tetapi yang mengikuti hanya kelompoknya Falah saja,” jelas Azan.
Wahyu Fathur Rozaq, salah satu guru pembimbing, menjelaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara ketat. Kriteria utama adalah kekuatan ide cerita yang berfokus pada isu literasi, serta kualitas penyuntingan video yang mendukung pesan utama.
“Sebenarnya ada dua video yang bisa mengikuti lomba. Dari kelompoknya Al Falah dan Dzikrani Auranisa Lituhayu. Namun video kelompoknya Al Falah yang ikut lomba dan meraih juara 2 Lomba Video Konten Literasi tingkat Kabupaten Purbalingga,” katanya.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kreativitas siswa dalam menghadirkan konten edukatif digital tidak hanya mampu menjadi sarana ekspresi, tetapi juga alat untuk menangkal disinformasi di tengah derasnya arus informasi. (amr/*stch)
















