Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Krisis Tenaga Kerja Pemeliharaan RTH di Cilacap, Solusi Outsourcing Diharapkan

Cilacap kurang 22 tenaga pemelihara rthCilacap kurang 22 tenaga pemelihara rth

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Krisis tenaga kerja yang dihadapi dalam pemeliharaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kabupaten Cilacap menjadi perhatian serius. Kurangnya tenaga kerja ini disebabkan oleh pensiun dan pengunduran diri, mengakibatkan pemeliharaan RTH tidak berjalan optimal.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Cilacap, Dias Prihantoro, mengungkapkan bahwa saat ini DLH hanya memiliki 36 tenaga pemelihara untuk mengelola area seluas 57.867 meter persegi.

Menurut Dias, berdasarkan kajian yang dilakukan oleh Rindha Rentina Darah Pertami mengenai Standardisasi Pekerjaan Pemeliharaan Pertamanan di Kabupaten Jember pada tahun 2021, idealnya satu pekerja mampu menangani 600–1.000 meter persegi.

“Dengan demikian, Cilacap setidaknya membutuhkan 58 tenaga kerja. Saat ini, kita kekurangan 22 tenaga kerja,” jelas Dias.

“Jumlah tenaga kerja yang ada tidak sebanding dengan beban kerja yang harus ditangani, sehingga pemeliharaan tidak dapat dilakukan secara optimal,” tambahnya.

Selain masalah kuantitas, kualitas sumber daya manusia juga menjadi tantangan. Banyak dari tenaga pemelihara saat ini mendekati usia pensiun dan menerima upah di bawah Upah Minimum Regional (UMR), yang berimbas pada motivasi dan produktivitas kerja mereka.

Meski menghadapi situasi sulit ini, DLH tidak tinggal diam. Berbagai langkah telah diambil, seperti mengoptimalkan tenaga dan peralatan yang ada, meningkatkan pengawasan dan monitoring di lapangan, serta mengajak masyarakat untuk turut aktif menjaga kebersihan dan keindahan RTH.

“Kami menyadari banyak kritik dan masukan dari masyarakat, terutama melalui media sosial. Namun, kami tetap berkomitmen untuk memberikan yang terbaik. Salah satu prioritas kami saat ini adalah menyulam tanaman peneduh dan menanam bunga di median jalan, seperti di Jalan Gatot Subroto, Jalan Perintis Kemerdekaan, dan Jalan Sukarno Hatta,” ujar Dias.

DLH juga menyambut baik rencana Bupati Cilacap untuk menerapkan sistem outsourcing dalam pemeliharaan RTH di lokasi-lokasi yang menjadi prioritas.

Dengan adanya sistem ini, diharapkan bisa mengisi kekurangan tenaga kerja dan meningkatkan kualitas pemeliharaan RTH.

Dias menambahkan bahwa dengan outsourcing, diharapkan dapat mengurangi beban kerja tenaga pemelihara yang ada dan memberikan kesempatan bagi tenaga kerja baru yang lebih muda dan bertenaga.

Upaya ini diharapkan dapat memberikan solusi jangka panjang terhadap permasalahan tenaga kerja serta meningkatkan kualitas RTH di Cilacap.

Pengelolaan RTH yang baik tidak hanya akan meningkatkan estetika kota tetapi juga memberikan dampak positif terhadap kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Namun, keberhasilan langkah-langkah ini sangat bergantung pada dukungan penuh dari seluruh elemen, termasuk pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta.

Sementara itu, masyarakat diharapkan turut serta dalam menjaga kebersihan dan keindahan RTH. Partisipasi aktif masyarakat bisa dimulai dari hal-hal kecil, seperti tidak membuang sampah sembarangan dan merawat tanaman di sekitar tempat tinggal.

“Partisipasi masyarakat sangat penting dalam menjaga dan meningkatkan kualitas RTH di Cilacap,” tegas Dias.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan, DLH berharap permasalahan ini dapat teratasi dan Cilacap dapat memiliki RTH yang terawat dengan baik.

Pemeliharaan yang optimal akan menjadikan RTH sebagai ruang publik yang nyaman dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat. Namun, perubahan ini memerlukan waktu dan kerja sama dari berbagai pihak.

Akhirnya, di tengah tantangan ini, DLH optimistis dapat melewatinya dengan kerja keras dan kolaborasi yang baik.

Masa depan RTH di Cilacap bergantung pada bagaimana semua pihak bisa bersinergi dalam mengatasi masalah ini dan mewujudkan lingkungan hijau yang lebih baik untuk generasi mendatang. (ray/stch)

Berita Sebelumnya
Ballerina

Ending Film Ballerina 2025: Nasib Eve Masih Menjadi Misteri

Berita Selanjutnya
Mobil meledak dan terbakar di perempatan taman kota purbalingga, pengemudi selamat

Heboh Mobil Terbakar di Perempatan Taman Kota Usman Janatin Purbalingga