BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Kemacetan yang parah di perempatan Kroya, Kabupaten Cilacap, telah menjadi perhatian serius bagi warga sekitar. Lokasi ini merupakan titik temu jalur utama di selatan Jawa Tengah dan hampir setiap hari mengalami kemacetan, terutama pada jam-jam sibuk.
Banyak warga berharap agar pembangunan flyover dapat segera diwujudkan untuk mengatasi kemacetan yang sudah berlangsung bertahun-tahun.
Sutarjo, warga Desa Bajing yang setiap hari melintasi perempatan tersebut untuk bekerja di Purwokerto, mengungkapkan keluhannya.
“Setiap pagi dan sore pasti macet. Apalagi kalau kereta lewat, bisa lebih dari 30 menit kendaraan tidak bergerak,” ujarnya. Pernyataan Sutarjo mencerminkan keresahan banyak warga yang merasakan dampak langsung dari kemacetan tersebut.
Rina, seorang warga lainnya, menambahkan bahwa kemacetan ini tidak hanya mengganggu mobilitas, tetapi juga mempengaruhi distribusi barang dan membuat pembeli enggan datang.
“Kami sangat berharap flyover segera dibangun. Sudah sering dengar wacana, tapi belum ada realisasinya,” katanya, mengungkapkan harapannya agar proyek ini segera direalisasikan, bukan sekadar wacana.
Warga Kroya memang berharap besar agar rencana pembangunan flyover ini tidak hanya menjadi angan-angan, tetapi segera diwujudkan.
Menanggapi aspirasi masyarakat ini, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cilacap, Jasun, menjelaskan bahwa rencana pembangunan flyover Kroya sudah lama diusulkan.
Namun, hingga kini, proses tersebut masih terkendala pembebasan lahan.
“Flyover Kroya masih menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Kami di Dishub Kabupaten terus mendorong dan mengusulkan, agar proyek ini segera ditindaklanjuti. Namun, proses pembebasan lahan memang tidak sederhana,” terang Jasun saat ditemui.
Pernyataan Jasun menegaskan bahwa meskipun sudah ada upaya dari pihak kabupaten, proses yang rumit masih menjadi penghambat utama.
Dishub Cilacap, menurut Jasun, telah melakukan berbagai kajian teknis dan pemetaan titik-titik kemacetan yang berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi dan mobilitas warga.
“Kroya adalah simpul lalu lintas penting. Tanpa flyover, potensi stagnasi lalu lintas akan terus meningkat, apalagi jalur ini juga dilalui kendaraan berat dari lintas selatan Jawa,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Cilacap berharap pembangunan flyover dapat masuk dalam prioritas infrastruktur provinsi pada tahun mendatang.
Sementara itu, untuk mengurangi dampak kemacetan, pihaknya terus berupaya melakukan rekayasa lalu lintas secara berkala. Koordinasi dengan pihak kepolisian juga diperkuat untuk mengoptimalkan lalu lintas di sekitar perempatan tersebut.
Kemacetan yang terjadi di perempatan Kroya tidak hanya mengganggu aktivitas harian warga, tetapi juga berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi setempat.
Dengan adanya flyover, diharapkan arus lalu lintas akan lebih lancar, sehingga dapat meningkatkan efisiensi distribusi barang dan jasa, serta mendorong perkembangan ekonomi lokal.
Di sisi lain, pemerintah daerah terus berusaha mencari solusi terbaik untuk mempercepat proses pembebasan lahan yang menjadi kendala utama. Dengan adanya koordinasi yang kuat antara pemerintah daerah, provinsi, dan masyarakat, pembangunan flyover ini diharapkan dapat segera terealisasi.
Optimisme ini menjadi harapan besar bagi warga Kroya yang sudah lama menginginkan perubahan. Peningkatan infrastruktur transportasi, seperti flyover, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, tidak hanya dalam hal mobilitas, tetapi juga dalam meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.
Pengembangan infrastruktur di perempatan Kroya merupakan langkah strategis yang diperlukan untuk mengurai kemacetan yang selama ini menjadi masalah pelik.
Dengan perhatian dan tindakan yang tepat dari berbagai pihak, proyek ini diharapkan dapat segera terwujud, memberikan solusi nyata bagi permasalahan transportasi di wilayah ini. (ray/stch)
















